Episode 29 Menulis untuk Masjid (T.733)
Beberapa hari setelah lomba, Ustadz Saiful memanggil Fathir seusai pelajaran. Suara beliau seperti biasa tenang, tidak tergesa.
“Ada yang ingin kami titipkan padamu,” katanya lembut.
Di tangannya ada selembar kertas tebal berwarna gading. Bukan untuk lomba. Bukan untuk dinilai. Untuk masjid. Fathir menerimanya dengan kedua tangan. Dadanya terasa hangat, tetapi juga hening seperti ketika ia pertama kali menarik garis dengan krayon kecilnya.
Di rumah, ia duduk di meja yang sama. Kotak krayon baru berada di sisi kanan. Kotak kecil berisi serpih krayon hijau lama berada di sisi kiri. Ia tidak langsung menulis. Ia menutup mata sejenak, mengingat doa malam sunyi itu agar garisnya tetap lurus, agar hatinya tidak condong pada pujian. Lalu ia mulai. Goresannya tidak cepat. Tidak juga ragu. Hijau itu mengalir pelan di atas kertas gading tenang, sederhana, hidup. Tidak ada ornamen berlebihan. Hanya huruf-huruf yang bernapas dengan ruang.

Beberapa hari kemudian, kaligrafi itu dipasang di dinding masjid kecil dekat madrasah. Bukan di tempat paling tinggi. Bukan pula di pintu utama.
Di sisi dalam, dekat rak mushaf tempat orang duduk tenang sebelum dan sesudah berdoa. Ketika Fathir melihatnya untuk pertama kali, ia tidak mendekat. Ia berdiri beberapa langkah di belakang. Beberapa orang membaca tulisan itu tanpa tahu siapa yang menulisnya.
Seorang kakek menatapnya lama. Seorang anak kecil menunjuk huruf-huruf hijau itu dengan rasa ingin tahu. Fathir merasakan sesuatu yang lembut memenuhi dadanya. Bukan bangga. Lebih seperti rasa cukup.
====================================================================
Garahan, 23 Februari 2026 / Senin, 5 Ramadhan 1447 H, 07.14 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
