Takut dan diam (T.728)
Sementara waktu aku diam.
Memilih diam karena aku takut
Takut terbaca apa yang sedang aku pikirkan
Terjawab dengan gestur wajahku
Terbaca dengan tatapanku
Tertangkap basah dengan ucapanku
Diam itu mencari jalan keluar
Diamnya laki-laki untuk menenangkan diri
Menata hati agar tidak amarah
Bersembunyi tentu bukanlah tipe laki-laki jantan
Saat mendengar hari yang ditentukan
Aku takut tak bisa menjawabnya
Tidak bisa memenuhi keterbatasan waktu
Semakin hari semakin mendekati
Semakin menemukan lorong buntu
Itu hanya pikiranku saja yang menghantui
Takut dan diam
Untuk sementara waktu adalah solusinya
Tak ingin melukai perasaannya
Tak ingin mengiris hatinya
Tak ingin air matanya mengalir
Karena ketidak terusteranganku
Berat harus ku pikul
Nyerah akan membawa petaka.
Selagi masih ada waktu
Langitkan doa kepada sang penguasa jagat
Maka akan terjawab yang aku pikirkan
Dan meresahkan
Selamat malam badan
Terima kasih telah menemaniku satu hari penuh
Tenangkan jiwa dan pikiranku
Lepas hawa negatif
Terima energi positif
Laa Haula wa la quata Illa Billahil :aliyil "adzim
====================================================
Garahan, 12 Februari 2026/Kamis, 24 sya'ban 1447 H, 00.57 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
