Kondisi lambung disaat Lebaran (T.761)
Gema takbir berkumandang di segala penjuru sudut kampung, berbagai kegiatan menyemarakkan Idul Fitri di gelar, Barisan obor, petasan kecil sampai segede gaban turut memekikkan telinga dan spot jantung berdetak cepat, sound system keliling kampung, sound system di rumah-rumah penduduk kampung tidak kalah nyaringnya, lampu-lampu Idul Fitri juga memperindah malam takbiran.
Sebulan penuh dibulan Ramadhan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus di siang hari, menahan amarah, menahan hawa nafsu, menahan segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT sehingga nantinya akan memperoleh kemenangan dan kebahagiaan di ujung Ramadhan.
Tibalah lebaran yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia, ikut bertakbir di Masjid dan Musholla, bermaaf-maafan kepada semua orang. Saudara-saudara, teman, sahabat para tetangga yang sedang berbahagia, ucapan mohon maaf lahir batin terucap dari bibir yang tulus. Begitu juga berlaku di keluarga cemara saya, Istri dan anak-anak turut bersalam-salaman dengan saudara dan tetangga. Anak-anak kampung ketika bersilaturahmi meminta maaf kepada saudara dan tetangga mengharap angpao lebaran dengan senang hati si tuan rumah memberikan amplop kecil kepada bocil-bocil.
Lepas dari bersilaturahmi tibalah mengunjungi rumah orang tua dan saudara terdekat yang berada di kampung sebelah dengan membawa oleh-oleh. Seperti yang dilakukan oleh keluarga saya, di hari lebaran yang penuh makanan, minuman dan masakan harus rela berdesak-desakan dengan menu yang tersusun dilambung. Di hari pertama Lebaran ada dua belas parcel yang harus diberikan kepada sanak saudara, di dalam mobil penuh sesak dengan parcel kampung berupa makanan ringan, gula, sirup dan lain sebagainya.
Dua belas rumah artinya ada dua belas kali makan, tradisi di kampung saya memang begitu, setiap berkunjung kerumah saudara akan disuguhkan makanan berat berupa Bakso, rendang, Age, sate, opor ayam, rawon, soto, lalapan, semur dan lain sebagainya menghiasi ruang makan. Bayangkan, setiap rumah harus makan sementara kapasitas lambung sangat terbatas. Ada beberapa rumah yang harus ditolak untuk makan karena sudah tidak muat (overloading), jika di susun dari bawah, lambung ini berisi Bakso, rendang, rawon dan semur dalam hitungan lima jam, belum lagi makanan ringan dan buah. Apakah lambung anda mampu menampung berbagai masakan dalam hitungan lima jam?
Inilah tradisi yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari, walaupun kita berpuasa selama sebulan tidak serta merta balas dendam untuk mengisi lambung dengan makanan dan minuman yang tidak biasanya. Jika memang kita kenyang secara halus kita menolak atas jamuan makan. Maka Allah Swt menganjurkan untuk puasa syawal di hari kedua sampai tanggal 30 syawal agar menjaga kesehatan lambung agar tetap sehat dan terjaga dari makanan yang berlebihan dibulan Syawal.
=================================================================
Garahan, 23 Maret 2026 / Ahad, 02 Syawal 1447 H, 00.26 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
