Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menikmati Air terjun Tujuh Bidadari (T.765)

Menikmati Air terjun Tujuh Bidadari (T.765)

Menyelam sambil minum kopi, nikmat sekali rasanya berada di bulan Syawal Hari Idul Fitri bersama istri dan anak-anak berjalan untuk memperpanjang umur dan Rejeki dengan bersilaturahmi tentunya ke saudara-saudara yang ada di kampung lain.

Hari ini, Agenda Silaturahmi ke Kecamatan sebelah tepatnya di desa Slateng Ledokombo ke rumah keponakan dan cucu, Lah saya masih muda sudah dipanggil kakek karena dari nasab dari bapak kandung. Ada empat rumah yang perlu saya datangi yaitu desa Suren, Slateng dan Ajung Plalangan.

Sejak jauh hari sudah ada rencana untuk bersilaturahmi sambil lalu liburan atau berwisata ke salah satu tempat yang populer di Jember bagian utara, setelah acara bersilaturahmi di rumah keponakan dengan sepeda motor sebanyak tiga sepeda menuju Air terjun tujuh Bidadari yang ada di desa Rowosari Sumber Jambe.

Desa Wisata ini menyajikan pemandangan yang indah sepanjang perjalanan, hamparan sawah yang dibentengi oleh pegunungan memanjang sebelah selatan dan utara. Pegunungan selatan ditumbuhi oleh pohon pinus yang menjulang tinggi sedangkan wilayah pegunungan utara membentuk bebatuan kemiringannya hampir 180 derajat seolah-olah pagar alam batu dan banteng berdiri tegar yang membatasi antara kabupaten Jember dan Bondowoso. Setelah melewati persawahan dan hamparan sawah, tibalah memasuki kawasan desa wisata yang ditandai dengan jalan yang bersemen tebal, vegetasi Jember mulai terlihat yang didominasi oleh kopi, sengon, bambu dan Pinus. Jalan semakin menanjak, perlu ke hati-hatian saat mengendarai sepeda motor.

Tibalah saatnya di pintu masuk kawasan Air Terjun tujuh Bidadari yang dikelilingi oleh pohon pinus yang menjulang tinggi, Hanya Rp. 5.000,00 perorang dan Rp. 2.000,00 untuk parkir kendaraan sepede motor sudah mendapatkan fasilitas pemandangan yang asri, dua kolam anak dan satu kolam untuk dewasa, Gasebo yang banyak, kursi dan meja juga melimpah, taman bermain anak juga tersedia dan tak kalah kerennya adalah Air terjun tujuh Bidadari yang berada di lembah curam.

Untuk menikmati Air terjun tujuh bidadari, kita harus rela berjalan sekitar 200 meter dari pintu tiket dengan jalan menurun yang kemiringannya hampir 90 derajat sebanyak tiga jalan kemiringan yang cukup membuat kita berhati-hati, sepanjang perjalanan pohon kopi, durian, bambu dan sengon akan kita lewati, semak belukar juag turut menghiasi perjalanan, sekitar 7 menit baru akan sampai ke lokasi air terjun yang cukup besar dengan air yang jernih dan sejuk. Air terjun ini berada di lereng gunung Raung dengan suasana hutan pinus yang mendominasi tempat ini. Selama dua setengah jam cukuplah untuk menikmati menu alam yang begitu eksotik.

=================================================================

Garahan, 27 Maret 2026 / Jum'at, 08 Syawal 1447 H, 22.05 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post