Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Musik Patrol di tanah kelahiranku saat di bulan Ramadhan (T.756)

Musik Patrol di tanah kelahiranku saat di bulan Ramadhan (T.756)

Jika hari ini saya menulis artikel tentang Musik patrol pertanda kenangan beberapa puluh tahun lalu kembali terbayang dalam ingatan dan seolah-olah ingin kembali ke masa lalu Jika Allah SWT mengijinkan.

Ada beberapa peristiwa atau hajatan bila terdengar suara music patrol di desa saya misalnya bulan Puasa dan 17 Agustusan, lantunan music yang terdiri dari Bambu, gendang, drum, seruling dan kentongan yang terbuat dari pohon besar yang dilubangi didalamnya berukuran 1-2 meter diameternya 50 cm lebih itu yang paling besar, ada juga yang berukuran kecil .

Bila saat datang bulan Ramadhan, para pemuda bersiap-siap menyiapkan alat musik patrol yang berada di salah satu rumah pemuda, setiap jam 2 mereka berkeliling kampung membangunkan para penunai puasa untuk segera menyiapkan sahurnya, termasuk saya yang berada didalamnya dengan memegang kentongan yang terbuat dari bambu memainkan music sesuai dengan ketukan. Maklumlah di era tahun 80-an di kampung saya belum ada aliran listrik, Obor adalah satu-satunya penerang ketika berpatrol ria.

Musik patrol ini tidak mengganggu orang ketika tidur hanya sesekali musik patrol ini dimainkan karena mereka tahu adab membangunkan orang yang sedang tidur ketika menjalankan ibadah puasa tidak harus membunyikan suara kentongan dengan nyaring dan keras dan suara pembangun tidur yaitu Sahur…. Sahur…..sahuuurrr….. sahurrrrr! Sekali-kali mereka menurunkan nada music patrol pelan-pelan ketika mereka membangunkan orang di depan pintu atau jendela dengan suara pelan, bila ada balasan dari tuan rumah, mereka beranjak pergi sampai ada suara Tarhiman di masjid atau musholla barulah mereka berhenti.

Ada satu cerita yang menyedihkan bila terdengar musik patrol di bulan Ramadhan, salah satu teman dan juga pemain music patrol saat berkeliling kampung, waktu itu alat music patrol sudah agak modern dengan menggunakan Glidik (Madura, red) atau gerobak beroda empat, bernama Sutrisno adik kelas waktu duduk di bangku SD meninggal dunia karena tertabrak truk di saat berpatrol di kampung sebelah tepatnya di jalan raya. Selama beberapa tahun, Musik patrol dilarang berkeliling kampung cukup di lingkungan saja, khawatir orang tua akan terjadi kecelakaan lagi.

Musik Patrol sebagai salah satu sarana membangunkan orang tidur untuk segera sahur adalah kearifan lokal yang tertata dengan kesopanan yang tinggi, tidak membangunkan orang tidur dengan suara yang keras apalagi membangunkannya dengan sound system seperti yang terjadi sekarang ini, terkadang music sound system bukan saatnya dibunyikan sudah dibunyikan dengan suara keras, bukan hanya satu rombongan akan tetapi tiga empat rombongan melintas di depan rumah dengan musik yang bukan pada tempatnya. Alangkah eloknya, Jika membangunkan orang yang sedang istirahat ketika berpuasa dengan suara yang pelan tanpa ada music yang memekakkan telinga.

=================================================================

Garahan, 18 Maret 2026 / Rabu, 28 Ramadhan 1447 H, 00.40 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post