Nyambeli Sapeh (T.757)
Bulan Ramadhan akan segera berakhir tinggal menghitung hari saja, segala keperluan logistik di dapur para emak mulai memenuhi berbagai ruang, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, bahkan diteras mulai terisi berbagai macam makanan ringan. Ups! Itu kalau di desa saya, maklum kehidupan di desa penuh kehangatan menyambut tamu di hari raya Idul Fitri.
Ada salah satu keunikan yang sudah mendarah daging bahkan di jadikan tradisi turun temurun dikalangan masyarakat desa, yaitu Nyambeli Sapeh (Menyembelih sapi) ketika Idul Fitri akan tiba. Dua atau tiga hari dari hari raya Lebaran, semua warga kompak menyembelih sapi satu atau dua ekor. Pemandangan ini dapat kita saksikan di pinggiran sungai, kebun, pekarangan atau di lapangan.
Apa yang menjadi keunikan acara ini? Nyambelih sapeh dilaksanakan satu tahun sekali menjelang lebaran, untuk menyembelih sapi tentunya tidak sembarang orang mendapatkan jatah daging sapi, mereka yang mendapatkan daging sapi adalah orang yang ikut arisan daging sapi setiap satu minggu sekali menabung, biasanya kegiatan arisan ini di awali dengan pembacaan surat yasin, tahlil dan doa bersama baru kemudian menabung arisan daging sapi sampai batas rupiah yang disepakati bersama yang yang menjadi anggota arisan ini adalah kaum sarungan atau bapak-bapak. Ada beberapa orang yang bertanggungjawab menangani arisan ini, ada ketua memantau keuangan arisan, ada bendahara pemegang kekuasaan keuangan dan sekretaris sebagai penanggungjawab keluar masuk keuangan arisan.
Sebelum Lebaran, pemangku jabatan arisan daging sapi bermusyawarah dengan anggota bahwasanya akan membeli sapi di bulan Rajab, selama kurun waktu 3 bulan ini, sapi dipasrahkan kepada salah satu anggota untuk memelihara sapi sampai batas penyembelihan dengan imbalan kepala sapi, jika disepakati oleh semua pihak maka pembelian sapi segera di laksanakan.
Ketika hari H penyembelihan sapi dan telah menentukan tempat untuk penyembelihan, semua anggota ikut berpartisipasi ada yang menguliti, ada yang memotong daging, ada yang menimbang, ada yang menggelar terpal, mengambil daun pisang, ada yang membersihkan jeroan, mendistribusikan daging di atas daun pisang sampai selesai. By the way, ada tukang sembelih yaitu penuka agama atau orang yang dapat dipercaya untuk menyembelih sapi dengan imbalan uang transport. Kini saatnya ketua arisan daging sapi berdiri menyampaikan pemasukan dan pengeluaran keuangan selama satu tahun, baru pemanggilan nama anggota untuk mengambil jatah daging sapi.
Jika beruntung estimasi uang arisan lebih banyak daging sapi daripada uang tabungan yang ditabungkan, ada yang juga yang merasa kecewa karena perbandingan tabungan arisan dengan daging sapi tidak sesuai yang berakhir dengan rasa kecewa yang mendalam. Berapapun berat daging sapi yang mereka dapatkan dalam penyembelihan sapi tidak membuat mereka jera, bahkan mereka bangga bisa ikut arisan daging sapi setiap tahun dan bahkan mereka rela menabung sebelum arisan di tutup.
Apakah anda punya cerita tentang tradisi unik di tempat anda?
=================================================================
Garahan, 19 Maret 2026 / Kamis, 29 Ramadhan 1447 H, 09.31 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
