Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ter-Ater bukah (T.754)

Ter-Ater bukah (T.754)

Indonesia mempunyai banyak pulau, adat budaya, bahasa, tarian, nyanyian, adat istiadat, rumah adat, senjata tradisional, musik tradisional.. kesemuanya itu bermula dari kehidupan sehari-hari dalam lingkungan sosial. Kehidupan sehari-hari akan mempengaruhi adat istiadat pada satu wilayah dan juga mata pencaharian.

Seperti halnya di lingkungan masyarakat desa Garahan kecamatan Silo Jember dan sekitarnya, ada satu kegiatan sosial yang terjadi sampai sekarang dan masih dilestarikan. Ada kebiasaan ini adalah salah satu rangkaian menyambut bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri yaitu Ter Ater bukah (mengantarkan makanan di saat menjelang buka puasa) 

Entah siapa yang memulainya, pergesaran budaya yang tidak terasa telah dilakukan selama beberapa dekade ini, Kegiatan Budaya ini terlahir dari inisiatif satu keluarga yang kemudian di makmumi oleh beberapa keluarga karena efisiensi waktu. Pada awalnya, kegiatan Ter Ater bukah ini dilakukan oleh sepasang suami istri mengantarkan makanan berupa nasi, lauk Pauk seadanya, dan kue kering/basah untuk diberikan kepada orang tua ketika bulan Ramadhan.

Seiring waktu, Ter Ater bukah ini tidak lagi seperti dahulu lagi, ada sedikit perbedaan sedikit, Nah tradisi ini dikembangkan oleh generasi berikutnya dengan menambahkan berbagai menu dan menghemat waktu, maksudnya bagaimana? Satu keluarga terutama yang berbau keponakan, sepupu atau saudara yang lebih muda atau relasi dekat mengantarkan bingkisan makanan berupa masakan basah (nasi, lauk pauk, sayur) kue kering, mie instan, beras dan lainnya pada saat menjelang akhir Ramadhan dengan alasan sekalian mengantarkan kue sambil bersilaturahmi karena kalau di bulan Syawal tidak punya waktu karena silaturahmi ke saudara lainnya.

Pergeseran budaya ini tidak perlu dikritisi lebih lanjut, karena adat istiadat itu bersifat fleksibel sesuai dengan perkembangan zaman asal tidak mengubah tujuan awal adat tersebut ater bukah. Budaya ini memperkaya wawasan kebangsaan Indonesia dan memperkaya adat istiadat yang ada di Indonesia khususnya yang berada di wilayah kabupaten Jember yang wilayahnya di dominasi oleh budaya Madura.

====================================================

Garahan, 16 Maret 2026/Senin, 25 Ramadhan 1447 H, 00.44 WIB

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post