Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Yang penting digaji (T.752)

Yang penting digaji (T.752)

Sejak Makan Bergizi Gratis (MBG) Bergulir beberapa bulan lalu yaitu di awal bulan November 2026 di Madrasah mulai disalurkan, Semangat siswa dan guru menyambut MBG dengan senang hati karena kebutuhan empat sehat lima sempurna akan terpenuhi dengan baik dan membantu meringkan beban keluarga.

Seiring waktu terus berjalan, menu-menu MBG sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pihak madrasah dan masyarakat, di lembaga saya sendiri, menu yang diberikan masih kurang baik bahkan perbandingan harga dengan makanan sering tidak sesuai sehingga mengakibat dilema, MBG diterima menunya tidak sesuai, mau menolak MBG, siswa sering menanyakan menu MBG ketika istirahat berlangsung.

Bukan hanya di wilayah kecamatan atau desa saya sendiri yang mengalami ketidaksesuaian menu MBG bahkan di wilayah Indonesia Raya banyak terjadi hal yang sama. Program MBG yang digagas oleh Presiden Bapak Prabowo Subianto pada dasarnya memang memiliki tujuan yang mulia, yaitu meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia agar siap menuju visi Indonesia Ema 2045.

Namun dalam kebijakan public, tujuan baik itu seringkali menghadapi kendala dan tantangan pada tahap pelaksanaan di dapur SPPG. Masalah ini bukan hanya pada konsep programnya, akan tetapi pada manajemen pelaksanaan di tingkat dapur atau SPPG.

Mari kit baca Program MBG yang bertujuan mulia, yaitu:

1. Mengurangi stunting dan kekurangan gizi pada anak.

2. Membantu siswa agar lebih fokus belajar.

3. Meringankan beban ekonomi keluarga siswa.

Kalau di lihat dari konsep, memang investasi besar untuk masa depan anak-anak Indonesia bukan di gunakan ladang bisnis. Bagaimana Implementasi di lapangan? Ada beberapa masalah yang dihadapi sekarang ini, seperti yang diberitakan di media sosial Jawa Timur menempati peringkat pertama permasalahan SPPG bahkan ada sejumlah dapur/SPPG di tutup karena banyak laporan dari masyarakat yang tidak sesuai dengan SOP, seperti:

1. Menu tidak memenuhi standar gizi seimbang.

2. Harga bahan tidak sesuai SOP atau anggaran.

3. Budaya kerja yang kurang sehat.

4. Kelalaian karyawan menghitung jumlah porsi yang mengakibatkan keterlambatan pengiriman ke sekolah bahkan di berikan pada esok hari.

Ketika ada kesalahan yang dibuat oleh SPPG yang bertanggungjawab adalah manajer dapur dan Tim pengelola menu serta lainnya. Ketika diberi arahan oleh kepala Dapur kepada tim pengelola menu dan pengadaan bahan pangan, salah satu dari mereka berkata:

”Silahkan di marah-marahi yang penting saya dapat gaji.”

Kalimat seperti itu menunjukkan kurang empati terhadap tujuan program dan fokus pada administrasi pekerjaan, bukan pada kualitas gizi anak.

Jika hal ini dibiarkan maka mempunyai dampak yang signifikan yaitu:

1. Gizi anak tidak tercapai sesuai target.

2. Kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah menurun.

3. Program yang sebenarnya baik bisa dinilai buruk oleg public.

Bagaiamana peran seorang guru menghadapi masalah di atas? Sebagai guru tentunya memiliki posisi penting yaitu mengamati kualitas makanan yang diterima siswa, memberikan masukan yang kontruktif kepada pengelola hal ini kepala dapur SPPG baik secara langsung maupun media sosial, jika perlu, melaporkan melalui jalur resmi sekolah atau dinas seperti yang ada di kabupaten Jember yaitu Wadul Guse.

Oleh sebab itu, marilah kita kawal terus MBG ini sesuai apa yang diharapkan oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Prabowo Subianto kepada anak Indonesia sebagai generasi gemilang dimasa yang akan datang agar sehat dan penuh semangat menyongsong masa depan yang cerah.

=================================================================

Garahan, 14 Maret 2026 / Sabtu, 24 Ramadhan 1447 H, 00.05 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post