Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bab 2 Zahra dan Buku Tua yang Misterius (T.798)

Bab 2 Zahra dan Buku Tua yang Misterius (T.798)

Sore itu, langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan. Setelah petualangan singkat di tepi hutan pinus, Zahra dan teman-temannya memutuskan untuk pulang. Meski belum masuk terlalu jauh, hati Zahra masih dipenuhi rasa penasaran.

“Ada sesuatu di dalam hutan itu…” gumamnya pelan sambil berjalan menuju rumah.

Sesampainya di rumah, Zahra langsung melepas tasnya dan duduk di ruang tengah. Namun, pikirannya terus melayang pada hutan pinus tadi terutama saat angin berbisik aneh di antara pepohonan.

“Ibu, Zahra pulang,” katanya.

“Alhamdulillah. Cuci tangan dulu, lalu bantu Ibu, ya,” jawab ibunya dari dapur.

Zahra menurut. Setelah membantu sebentar, ia merasa bosan dan memutuskan untuk mencari sesuatu yang bisa mengalihkan pikirannya. Ia teringat pada gudang kecil di samping rumah tempat yang jarang ia kunjungi.

Gudang itu sedikit gelap dan berdebu. Zahra membuka pintunya perlahan, dan suara kreeeet terdengar memecah keheningan.

“Hmm… sudah lama sekali tidak dibuka,” katanya sambil menutup hidung karena debu.

Ia mulai melihat-lihat isi gudang: kardus lama, kursi rusak, dan beberapa benda yang sudah tidak terpakai. Tiba-tiba, matanya tertuju pada sebuah kotak kayu kecil di sudut ruangan.

Kotak itu tampak berbeda. Ukirannya halus, dengan pola seperti daun dan garis-garis melingkar.

Zahra mendekat.

“Apa ini, ya?”

Dengan hati-hati, ia membuka kotak tersebut. Di dalamnya, terdapat sebuah buku tua dengan sampul cokelat gelap. Permukaannya kasar, dan tampak sudah sangat lama.

Zahra mengambil buku itu perlahan.

“Buku apa ini…?” bisiknya.

Saat ia membuka halaman pertama, debu tipis beterbangan. Kertasnya sudah menguning, dan beberapa sudutnya tampak sobek.

Namun yang membuat Zahra terkejut adalah isi di dalamnya.

Di beberapa halaman, terdapat gambar-gambar aneh seperti simbol, garis, dan tanda yang tidak ia mengerti. Ada juga gambar pohon… yang terlihat sangat mirip dengan pohon pinus.

Jantung Zahra mulai berdebar.

“Jangan-jangan…”

Ia membalik halaman berikutnya. Di sana, ada gambar yang lebih jelas sebuah pohon pinus besar dengan akar yang menjalar ke segala arah. Di bawahnya, terdapat tanda silang merah.

Zahra terdiam.

“Itu… seperti pohon pinus tertua yang tadi…”

Tangannya mulai sedikit gemetar. Ia terus membuka halaman demi halaman, sampai tiba-tiba sesuatu jatuh dari dalam buku.

“Eh?”

Zahra memungut benda itu.

Ternyata, itu adalah selembar kertas tua yang terlipat.

Dengan rasa penasaran yang semakin besar, Zahra membuka lipatan tersebut. Perlahan, sebuah gambar mulai terlihat garis-garis, tanda arah, dan simbol yang mirip dengan yang ada di buku.

“Itu… peta?”

Zahra menatapnya lekat-lekat.

Peta itu tampak sederhana, namun penuh dengan tanda misterius. Ada gambar hutan, jalan setapak, dan satu titik yang diberi tanda khusus tepat di bawah gambar pohon pinus besar.

“Ini benar-benar peta…” katanya pelan.

Ia mencoba memahami arah yang ditunjukkan, tapi simbol-simbolnya terlalu aneh.

“Kenapa ada di gudang rumahku?” pikirnya.

Tiba-tiba, angin berhembus dari jendela kecil di gudang. Halaman buku itu bergetar pelan, seolah ingin membuka bagian tertentu.

Zahra menoleh.

Perlahan, ia mengikuti arah halaman yang bergerak. Sampai akhirnya, buku itu terbuka pada satu halaman dengan tulisan kecil di bagian bawah:

“Hanya yang berani dan jujur yang dapat menemukan rahasia di bawah pinus tertua.”

Zahra membaca kalimat itu berulang-ulang.

“Rahasia… di bawah pinus tertua…”

Ia teringat kembali pada percakapan bersama teman-temannya di pagi hari. Tentang hutan, tentang misteri, dan tentang sesuatu yang tersembunyi.

Perasaan takut dan penasaran bercampur menjadi satu.

Namun, Zahra tersenyum kecil.

“Aku harus memberi tahu mereka,” katanya mantap.

Ia segera membawa buku dan peta itu keluar dari gudang. Debu masih menempel di tangannya, tapi ia tidak peduli.

Di dalam hatinya, ia tahu satu hal

Petualangan mereka yang tadi pagi terasa seperti permainan… kini berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.

Sesuatu yang nyata.

Dan mungkin… berbahaya.

Zahra memandang ke arah hutan pinus yang terlihat samar dari kejauhan.

“Besok,” bisiknya pelan, “kita akan kembali.”

Angin kembali berhembus, seolah menjawab.

Dan tanpa Zahra sadari, di balik rahasia buku tua itu… ada sesuatu yang sedang menunggu untuk ditemukan.

=================================================================

Garahan, 29 April 2026 / Rabu, 11 Dzulqoidah 1447, 06.54 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post