Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Literasi di Madrasah, Dari Membaca ke Bercerita (T.776)

Literasi di Madrasah, Dari Membaca ke Bercerita (T.776)

Budaya literasi merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat Madrasah Ibtidaiyah/sekolah dasar. Namun, tantangan yang sering dihadapi guru adalah bagaimana membuat kegiatan literasi menjadi menarik dan tidak membosankan bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang menyenangkan agar siswa tidak hanya mau membaca, tetapi juga mampu memahami dan menceritakan kembali isi bacaan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah mengembangkan literasi melalui kegiatan storytelling, pojok baca, dan membaca nyaring.

Literasi yang menyenangkan dimulai dari menciptakan suasana yang nyaman dan menarik bagi siswa. Pojok baca, misalnya, dapat menjadi ruang kecil di dalam kelas yang dipenuhi dengan berbagai buku cerita bergambar, majalah anak, serta bacaan ringan lainnya. Penataan yang menarik dengan warna-warna cerah, karpet lembut, dan bantal duduk akan membuat siswa betah berlama-lama membaca. Dengan adanya pojok baca, siswa memiliki akses yang mudah terhadap bahan bacaan tanpa merasa terpaksa.

Selain itu, kegiatan membaca nyaring juga menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan minat literasi. Dalam kegiatan ini, guru membacakan cerita dengan suara yang jelas, ekspresif, dan penuh intonasi. Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak untuk membayangkan alur cerita, tokoh, dan suasana yang ada dalam bacaan. Membaca nyaring membantu siswa memahami isi cerita dengan lebih baik, terutama bagi mereka yang masih kesulitan membaca secara mandiri.

Langkah selanjutnya adalah mengajak siswa untuk melakukan storytelling atau bercerita kembali. Kegiatan ini melatih siswa untuk mengungkapkan kembali isi bacaan dengan bahasa mereka sendiri. Tidak perlu sempurna, yang terpenting adalah keberanian dan kemampuan siswa dalam menyampaikan ide. Storytelling juga dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti bercerita di depan kelas, menggunakan gambar, atau bermain peran sederhana.

Kelebihan dari pendekatan ini adalah siswa menjadi lebih aktif dan percaya diri. Mereka tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga mampu menjadi “pencerita” yang kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kemampuan berbicara, berpikir runtut, serta memahami isi bacaan secara mendalam. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup karena siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Tidak semua siswa memiliki keberanian untuk tampil di depan kelas. Ada juga siswa yang masih kesulitan memahami isi bacaan. Oleh karena itu, guru perlu memberikan bimbingan dan dukungan, seperti memberikan contoh bercerita, menggunakan bahasa yang sederhana, serta memberikan apresiasi atas setiap usaha siswa.

Contoh Penerapan di Kelas:

Dalam kegiatan literasi harian, guru memulai pembelajaran dengan membaca nyaring sebuah cerita pendek berjudul “Petualangan Zahira.” Guru membacakan cerita dengan penuh ekspresi sambil menunjukkan gambar dalam buku.

Setelah itu, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan isi cerita, seperti siapa tokohnya, di mana latarnya, dan apa pesan moralnya. Kemudian, setiap kelompok memilih satu perwakilan untuk menceritakan kembali isi cerita di depan kelas dengan gaya mereka sendiri.

Beberapa siswa bercerita dengan penuh percaya diri, ada yang menggunakan gerakan tangan, bahkan ada yang menambahkan suara tokoh. Siswa lain mendengarkan dengan antusias dan memberikan tepuk tangan setelah temannya selesai bercerita.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya membaca dan mendengarkan, tetapi juga memahami dan mengomunikasikan kembali isi cerita. Dengan demikian, literasi tidak lagi menjadi kegiatan yang membosankan, melainkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

=================================================================

Garahan, 07 April 2026/ Selasa, 18 Syawal 1447 H, 09.03 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post