Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bab 6 Alan Mendengar Bisikan Angin (T.803)

Bab 6 Alan Mendengar Bisikan Angin (T.803)

Udara di dalam hutan terasa semakin dingin. Cahaya matahari hampir tak lagi terlihat, tertutup oleh rimbunnya daun-daun pinus yang menjulang tinggi. Enam sahabat itu berdiri mengelilingi tanah gelap yang tampak seperti bekas galian.

“Tempat ini… membuatku merinding,” bisik Andra.

Zahra masih memegang peta dengan erat. “Tapi ini pasti bagian dari petunjuk.”

Fahmi mengangguk. “Jejak kaki tadi berakhir di sini. Artinya, seseorang pernah berhenti di tempat ini.”

Gilang menatap ke sekeliling. “Tapi sekarang tidak ada siapa-siapa.”

Semua terdiam.

Tiba-tiba

Wuuuuussshhh…

Angin berhembus lebih kencang dari sebelumnya. Daun-daun pinus bergesekan, menghasilkan suara panjang yang aneh… seperti suara seseorang yang sedang berbisik.

Alan menegakkan tubuhnya.

“Kalian dengar itu?” katanya pelan.

“Apa?” tanya Zahra.

Alan menoleh ke arah pepohonan. “Seperti… ada suara.”

Fahmi mengerutkan kening. “Itu cuma angin, kan?”

Alan menggeleng perlahan. “Tidak… ini berbeda.”

Ia melangkah sedikit menjauh dari teman-temannya, mendekati arah datangnya suara.

“Alan, tunggu!” seru Zahra.

Namun Alan tetap berjalan pelan, matanya fokus ke satu arah.

Angin kembali berhembus.

Wuuusshh… wuuusshh…

Kali ini, Alan benar-benar merasa ada sesuatu di balik suara itu.

Seperti… kata-kata.

Alan memejamkan mata sejenak.

Ia mencoba mendengarkan lebih jelas.

Dan di antara gemerisik daun, ia seperti mendengar sesuatu

“…akar… bawah… rahasia…”

Alan membuka mata dengan cepat.

“Ada sesuatu!” katanya.

Teman-temannya segera mendekat.

“Apa maksudmu?” tanya Gilang.

“Aku mendengar kata-kata… seperti petunjuk,” jawab Alan.

Nahda terlihat terkejut. “Kata-kata?”

“Iya,” kata Alan. “Seperti suara yang menyuruh kita melihat ke arah akar.”

Zahra langsung menoleh ke arah akar pohon pinus tertua.

Akar-akar besar itu menjulur ke segala arah, sebagian bahkan menonjol ke permukaan tanah.

“Mungkin… ini bukan kebetulan,” kata Zahra pelan.

Fahmi berjongkok di dekat salah satu akar. “Kalau begitu, kita harus memeriksanya.”

Mereka mulai mendekati akar-akar tersebut.

Andra menyinari dengan senter kecil yang ia bawa.

“Di sini agak gelap,” katanya.

Gilang membantu membersihkan daun-daun kering di sekitar akar.

“Tunggu…” katanya.

“Ada sesuatu di sini!”

Semua langsung mendekat.

Di salah satu bagian akar, terlihat celah kecil yang tertutup tanah dan daun.

Zahra berjongkok. “Seperti lubang…”

Fahmi membantu membersihkannya.

Perlahan, celah itu terlihat semakin jelas.

“Itu bukan lubang biasa,” kata Fahmi. “Seperti… pintu kecil.”

Alan menatapnya dengan serius. “Mungkin ini yang dimaksud oleh suara tadi.”

Nahda mundur sedikit. “Kita tidak tahu apa yang ada di dalamnya…”

Zahra menoleh padanya. “Tapi kita sudah sejauh ini.”

Semua saling berpandangan.

Perasaan takut mulai muncul, tapi rasa penasaran jauh lebih besar.

Gilang menarik napas dalam-dalam. “Kalau ini jalan menuju rahasia… kita harus berani.”

Andra mengangguk. “Aku setuju.”

Fahmi menambahkan, “Tapi kita tetap harus hati-hati.”

Zahra menatap celah itu sekali lagi.

Lalu ia berkata pelan, “Kita buka bersama-sama.”

Mereka mulai membersihkan tanah di sekitar celah itu.

Sedikit demi sedikit, lubang tersebut semakin terbuka.

Dan akhirnya

Terlihat sebuah ruang kecil di dalam tanah, gelap dan misterius.

Angin kembali berhembus.

Namun kali ini, suara bisikan itu terasa lebih dekat… dan lebih jelas.

Alan menatap ke dalam lubang itu.

“Ini bukan akhir,” katanya pelan.

“Ini baru awal.”

Zahra menggenggam peta erat-erat.

Di depan mereka, terbuka sebuah jalan baru jalan menuju rahasia yang selama ini tersembunyi di bawah pohon pinus tertua.

Namun, mereka belum tahu…

apa yang menunggu di dalam kegelapan itu.

Dan apakah mereka siap menghadapinya.

Petualangan mereka kini memasuki tahap yang lebih dalam lebih berbahaya, dan lebih penuh misteri

===================================================================

Garahan, 03 Mei 2026 / Ahad, 16 Dzulqoidah 1447 H, 06.35 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post