Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bab 9 Nahda dan Rahasia yang Tersimpan (T.805)

Bab 9 Nahda dan Rahasia yang Tersimpan (T.805)

Lorong bawah tanah terasa semakin sunyi setelah mereka berhenti mengejar peta yang hilang. Cahaya lampu kecil di tangan Andra dan senter Fahmi menerangi wajah-wajah yang kini dipenuhi kebingungan.

Zahra masih menggenggam potongan peta dengan erat.

“Kita tidak boleh menyerah,” katanya pelan, meski suaranya sedikit bergetar.

Gilang mengangguk. “Iya. Kita sudah sejauh ini.”

Namun suasana tidak lagi sama. Tanpa peta utuh, langkah mereka terasa ragu.

Mereka berjalan perlahan menyusuri lorong yang masih bercabang.

Fahmi memperhatikan setiap jejak di tanah. Alan sesekali memejamkan mata, mencoba mendengar bisikan angin. Andra terus memeriksa kompasnya.

Dan Nahda…

Ia berjalan dengan gelisah.

Tangannya berkali-kali masuk ke saku bajunya.

Seperti menyembunyikan sesuatu.

Tiba-tiba, Zahra berhenti.

“Teman-teman… lihat ini.”

Di dinding lorong, terlihat simbol yang lebih besar dari sebelumnya.

Bentuknya sama,lingkaran dengan garis di tengah namun di bawahnya ada tambahan garis kecil seperti arah.

Fahmi mendekat. “Ini pasti petunjuk baru.”

Andra mengangkat kompasnya. “Arah ini… sejalan dengan simbol.”

Gilang tersenyum sedikit. “Berarti kita masih di jalur yang benar.”

Namun saat mereka hendak melangkah

Nahda tiba-tiba berkata pelan, “Tunggu…”

Semua menoleh.

Zahra mendekat. “Ada apa, Nahda?”

Nahda menunduk.

Wajahnya terlihat ragu.

“Aku… aku ingin mengatakan sesuatu.”

Suasana menjadi hening.

“Apa maksudmu?” tanya Alan.

Nahda menarik napas dalam-dalam.

Tangannya perlahan mengeluarkan sesuatu dari saku.

Semua mata tertuju padanya.

Di tangannya… ada selembar kertas tua.

Zahra terkejut.

“Itu…!”

Fahmi mendekat cepat. “Potongan peta?”

Nahda mengangguk pelan.

“Iya…”

Semua terdiam.

Gilang mengerutkan kening. “Dari mana kamu dapat itu?”

Nahda menggigit bibirnya.

“Aku… sudah menemukannya sejak awal… di dekat pohon pinus…”

Zahra terdiam.

“Kenapa kamu tidak bilang?” tanyanya pelan.

Suara Zahra tidak marah, tapi penuh kecewa.

Nahda menunduk lebih dalam.

“Aku takut…”

“Takut apa?” tanya Andra.

Nahda menjawab dengan suara lirih, “Aku takut kalau… aku tidak dipercaya… atau kalau aku salah…”

Alan mendekat perlahan.

“Kita teman,” katanya lembut. “Kita saling percaya.”

Nahda mengangkat wajahnya sedikit.

Matanya berkaca-kaca.

“Maaf… aku tidak ingin membuat masalah…”

Zahra tersenyum kecil, meski matanya masih serius.

“Kamu tidak membuat masalah,” katanya. “Justru kamu membantu.”

Ia mengambil potongan peta dari tangan Nahda, lalu menyatukannya dengan potongan yang ia miliki.

Dan

“Cocok!” seru Fahmi.

Potongan-potongan itu saling terhubung.

Gilang tersenyum lebar. “Berarti kita punya bagian yang lebih lengkap!”

Andra melihat kompasnya lagi.

Aneh…

Kali ini jarumnya bergerak lebih tenang.

Seolah ikut “mengerti” arah yang benar.

Alan menatap ke depan lorong.

“Aku juga merasa… arah ini lebih jelas sekarang.”

Nahda tersenyum kecil untuk pertama kalinya sejak tadi.

“Terima kasih… sudah tidak marah,” katanya pelan.

Zahra menggeleng. “Yang penting kita jujur dan bersama.”

Fahmi menambahkan, “Petualangan ini bukan soal siapa yang paling hebat… tapi kerja sama.”

Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Langkah mereka kini terasa lebih ringan.

Namun jauh di dalam lorong

Ada sesuatu yang menunggu.

Sesuatu yang mungkin sudah lama tersembunyi.

Dan kini…

mereka semakin dekat.

Di tangan Zahra, potongan peta mulai menunjukkan bentuk yang lebih jelas.

Sementara di hati Nahda…

beban yang selama ini ia simpan akhirnya perlahan menghilang.

Namun, rahasia yang lebih besar masih belum terungkap.

Dan perjalanan mereka…

masih panjang.

===================================================================

Garahan, 06 Mei 2026 / Rabu, 18 Dzulqokdah 1447 H, 07.25 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post