Riswo M.Si

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 ASAL USUL KABUPATEN MESUJI PROVINSI LAMPUNG

ASAL USUL KABUPATEN MESUJI PROVINSI LAMPUNG

Oleh: Riswo, S.E.,M.Si

Pada tahun 1865, tersiarlah kabar bahwa di Pulau Padang Kayu Agung Sumatra Selatan ada seorang Pangeran yang bernama Pangeran Djugal. Pangeran Djugal memiliki dua orang Putra yang bernama Muhammad Ali, dan adiknya bernama Muhammad Batun. Muhammad Ali memiliki wajah yang rupawan. Ia juga dikenal sangat cerdas dan sangat tegas. Maka tak heran Jika Muhammad Ali digadang-gadang sebagai pengganti Sang Ayah untuk memimpin Pulau Padang Kayu Agung Sumatra Selatan.

Begitu juga dengan adiknya, Muhammad Batun. Ia tak kalah tampannya dengan Sang Kakak. Selain memiliki wajah yang sangat mirip, gaya bicara Muhammad Batun juga sama persis seperti Muhammad Ali. Bagaikan pinang dibelah dua, sulit untuk dibedakan. Bukan hanya itu saja, keduanya juga terlihat sangat rukun dan sangat kompak. Dimana ada Muhammad Ali, disitu pasti ada Muhammad Batun. Keduanya tak dapat terpisahkan.

Namun siapa dinyana, kekompakan mereka dianggap sebagai ancaman bagi Pemerintahan Hindia Belanda. Orang-orang bule itu tak suka jika mereka hidup rukun berdampingan secara damai. Sebab jika mereka bersatu, dihawatirkan akan membentuk sebuah kekuatan, dan nantinya akan meberontak kepada Pemerintahan Hindia Belanda. Oleh sebab itu dibuatlah tak-tik adu domba untuk memisahkan keduanya.

Sejak Pangeran Djugal sakit-sakitan, dan tahtanya harus digantikan, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Belanda untuk mengadu domba keduanya. Belanda melancarkan strategi divide et impera, untuk menciptakan api permusuhan diantara mereka. Mulai saat itu benih-benih permusuhan mulai ditaburkan. Pangeran muhammad Batun yang didukung oleh Pemerintahan Hindia Belanda mengobarkan api permusuhan dengan Sang Kakak. Teror dan fitnah pun ia lancarkan untuk meruntuhkan kewibawaannya.

Hingga akhirnya untuk menentukan siapakah yang paling pantas menggantikan Pangeran Djugal untuk pemimpin Pulau Padang Kayu Agung Sumatra selatan, diadakan sebuah pemilihan yang disponsori oleh orang-orang berambut jagung. Wal hasil Pangeran Muhammad Ali kalah dalam pemilihan tersebut dan harus menanggung malu.

Namun Pangeran Muhammad Ali lebih memilih mengalah, ketimbang bersetru dengan adiknya. Ia dan para pengikutnya pergi meninggalkan Pulau Padang Kayu Agung Sumatara Selatan. Dengan berbekal seadanya, mereka berjalan kaki menelusuri hutan belantara yang belum pernah terjamah oleh manusia.

Selama diperjalanan, tak jarang mereka harus bertemu dan berhadapan dengan Si Raja hutan, yang mengancam jiwanya. Namun dengan tenang Pangeran Muhammad Ali menghadapi binatang buas yang tak kenal kompromi itu. Sambil komat-kamit Sang Pangeran menatap tajam pada Raja Rimba yang sedang kelaparan. Anehnya binatang bertaring tajam itu menundukan pandangannya, dan segera berlalu dari hadapan Laki-laki yang pernah gagal untuk memerintah di Pulau Padang Kayu Agung itu. Hal itu membuat para pengikut Pangeran Muda itu bertambah kagum, dan yakin akan kepiawaian junjungannya dalam memimpin.

Kemudian rombongan itu melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan belantara. Namun tiba-tiba mereka dihadang oleh gerombolan perampok yang ingin menyatroni perjalanan mereka. Dengan cara paksa mereka berusaha merampas perbekalan yang dibawa oleh rombongan Muhammad Ali. Namun Pangeran dan para pengikutnya tak mau menyerah begitu saja. Mereka mengadakan perlawanan hingga terjadilah pertarungan sengit antara rombongan Pangeran Muhammad Ali melawan gerombolan para begundal itu.

Pertarungan yang memkan waktu kurang dari setengah jam itu dimenangkan oleh Pangeran Muhammad Ali dan para pengikutnya. Sementara kawanan perampok itu lari terbirit-birit sampai terkencing-kencing dicelana. Pemandangan yang tak biasanya itu pun dijadikan tontonan oleh rombongan Sang Pangeran. Mereka tertawa, terpingkal-pingkal melihat tingkah kawanan perampok yang selama ini sangat ditakuti oleh warga.

Setelah itu mereka tak mau buang-buang waktu lagi dan segera melanjutkan perjalanannya. Kali ini mereka berjalan menelusuri sebuah sungai yang berkelok. Entah sudah berapa lama mereka berjalan ditengah hutan yang penuh rawa yang sangat menguras tenaga mereka. Kini langkah mereka terlihat mulai gontai sambil menyeret kakinya yang penuh lumpur dan dipenuhi oleh lintah yang sudah kenyang menghisap darah mereka.

Sementara perbekalan yang mereka bawa sudah sangat menipis. Pemimpin bijak itu pun tak sampai hati melihat para pengikutnya yang terlihat sudah sangat letih. Ia pun memerintahkan mereka untuk beristirahat. Sekedar untuk mengisi tabung-tabung air yang sudah kosong.

Sedangkan Pangeran Muhammad Ali berdiri tegak menatap hamparan hutan belantara yang dipenuhi rawa-rawa. Pandangannya menyapu pada setiap titik sudut yang ada di depannya. Sementara diwajahnya tersirat guratan letih yang menyatroni jiwanya yang lara. Sambil menghela napas, ia menatap satu-persatu para pengikutnya. Matanya menyipit, diiringi selembar senyum penuh kebahagiaan. Seolah ia telah menemukan sebuah harapan baru diantara pohon-pohon raksasa yang menjulang tinggi ke angkasa.

Lalu Sang Pangeran berjalan mendekati para pengikut setianya, dan memerintahkan mereka untuk membangun gubug-gubug kecil didekat sungai. Sedangkan kaum perempuan memasak umbi-umbian yang dibawanya dari tempat asal. Setelah itu mereka mengganjal perut-perut mereka yang sudah kembang kempis. Pada malam harinya Pemimpin penuh karismatik itu meminta para pengikutnya untuk beristirahat. Sebagian lagi diminta untuk tetap berjaga-jaga, dari segala kemungkinan yang akan mengancam jiwa mereka.

Keesokan harinya Sang Pangeran bersama para pengikutnya membuka hutan untuk bercocok tanam. Namun tiba-tiba kegiatan mereka mendadak terhenti lantaran datang sekelompok laki-laki yang menghentikan kegiatan mereka.

“Hai, hai, hai. Siapa yang menyuruh kalian membabat hutan ini, ha ?” tanya laki-laki berperawakan sedang, namun berotot yang baru datang itu.

Tanpa pikir panjang, Sang Pangeran mendekati laki-laki itu sambil tersenyum ramah. Lalu dengan santun Pangeran muda itu meminta ijin untuk tinggal dan bercocok tanam di Sungai Kabung. Sayangnya laki-laki itu justru menolak mentah-mentah permintaan Muhammad Ali.

“Maafkan kami tuan. Jika kedatangan kami ini telah mengusik ketenangan tuan. Maaf, kalau boleh tahu, siapakah gerangan tuan ini?” tanya Muhammad Ali dengan nada lembut.

“Saya adalah Pak Kabung. Penguasa Sungai Kabung ini. Siapa nama mu ? Apakah kamu pemimpin dari kelompok ini ?” tanya Pak Kabung dengan nada tinggi, sambil berkacak pinggang.

“Nama saya Muhammad Ali tuan. Betul saya adalah pemimpin dari kelompok ini,” jawab Muhammad Ali, penuh hormat.

“Dari mana asal kalian ? Mengapa kalian membabat hutan ini tanpa seijin saya, ha?” tanya Pak Kabung lagi.

“Kami berasal dari Kayu Agung tuan. Mohon kiranya tuan mengijinkan kami untuk tinggal di tempat ini,” ujar Pangeran Muhammad Ali, sambil menundukan pandangannya.

“Enak saja, kamu mau tinggal di tempat ini,” sahut Pak Kabung.

“Tolonglah kami tuan. Andaikan tuan mau berbaik hati dengan kami, niscaya kami akan sangat berterima kasih kepada tuan,” ujar Muhammad Ali..

“Enak saja kamu mau tinggal di tempat ini. Untungnya apa buat saya, ha?” tanya Pak Kabung lagi.

“Kami memang tidak punya apa-apa tuan. Tidak ada yang bisa kami berikan kepada tuan.

Perbekalan yang kami bawa pun telah habis semua. Kami hanya memiliki jiwa persaudaraan. Jika tuan berkenan, angkatlah kami menjadai saudara tuan,” ujar pemimpin bijak yang rendah hati itu.

“Hahaha..., hahaha... Baik-baik. Saya akan mengijinkan kalian untuk tinggal di tempat ini. Tapi dengan satu syarat.”

“Syaratnya apa tuan?” tanya Muhammad Ali.

“Kamu harus dapat mengalahkan saya lewat adu tanding ilmu kanuragan,” jawab Pak Kabung dengan wajah sinis.

“Apakah tidak ada cara lain, selain kita harus adu tanding ilmu kanuragan, tuan? Kenapa kita harus duel, tuan?” ujar Pangeran itu.

“Hahaha..., hahaha... Kamu takut? Kalau takut, sebaiknya kalian pulang saja ke asalmu sana! Jangan pernah lagi menginjakan kaki ke tempat ini,” kata Pak Kabung dengan suara menggelegar.

Dengan sangat terpaksa, akhirnya Muhammad Ali menerima tantangan Pak Kabung, Sang Penguasa Sungai Kabung tersebut.

“Baiklah tuan. Dengan sangat terpaksa, saya menerima tantangan tuan. Kapan kita mulai adu tanding tuan?” tanya Muhammad Ali.

“Sekarang juga,” ujar Pak Kabung, lalu mememasang kuda-kuda.

Melihat lawannya sudah memasang kuda-kuda, Pangeran Ali melompat ke gelanggang lalu melakukan hal yang sama, memasang kuda-kuda. Melihat lawannya sudah siap, Pak Kabung menyarangkan tendangan ke dada Muhammad Ali. Pangeran itu pun berkelit sambil mengangkis serangannya. Melihat serangannya dapat dipatahkan, Pak Kabung terlihat geram. Kini ia mengeluarkan jurus-jurus andalannya. Gerakannya terlihat sangat cepat dan sulit untuk ditebak. Kedua tangannya meliuk-liuk seperti ular kobra yang ingin mematok mangsanya.

Pak Kabung melakukan beberapa serangan ke arah lawannya. Lalu secara tiba-tiba ia menjatuhkan tubuhnya, dan menggunting kaki lawan. Secepat kilat Muhammad Ali melompat sambil melakukan salto tiga kali ke belakang. Pak Kabung terlihat semakin ganas mengejar lawannya, sambil menyerang bertubi-tubi. Sayangnya serangannya selalu mendarat tak mengenai sasarannya. Begitu pula dengan Muhammad Ali. Berkali-kali ia melakukan serangan balasan, melepas tendangan dan pukulan ke arah Pak Kabung, namun selalu saja mengenai ruang hampa.

Pertarungan itu pun berlanjut sampai malam hari dan belum ada tanda-tanda, siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah. Sampai akhirnya Pak Kabung memutuskan untuk menghentikan pertarungan, dan akan dilanjutkan tepat di malam purnama. Tepat dimalam purnama, pertarungan pun kembali dilanjutkan. Kedua kesatria itu pun kembali berlaga di dekat Sungai Kabung sampai pagi hari. Namun tetap saja belum ada yang keluar sebagai pemenang.

Sampai akhirnya mereka bertarung siang dan malam tak ada hentinya. Berhari-hari, bahkan berminggu-minggu mereka bertarung. Namun tetap saja hasilnya seimbang. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menjadi pemenang. Keduanya sama-sama sangat kuat.

Sampai akhirnya Pak Kabung memutuskan untuk menyudahi pertarungannya dengan Muhammad Ali, dan mengijinkannya untuk tinggal di area Sungai Kabung, dan membuka hutan, untuk bercocok tanam. Kemudian di tempat itu berdiri sebuah Kampung yang diberi nama Kampung Wiralaga. Wiralaga artinya pertandingan dua orang pesilat dari kubu yang berbeda. Nama itu sengaja diambil untuk menghormati peristiwa yang sangat bersejarah, tentang pertarungan adu tanding ilmu kanuragan antara Muhammad Ali dengan Pak Kabung.

Sejak itu antara Pangeran Muhammad Ali dengan Pak Kabung saling bahu-membahu membangun Kampung Wiralaga. Hingga Kampung itu menjadi sebuah Kampung yang makmur dan terknal sampai ke tempat lain. Kabar tentang berdirinya Kampung Wiralaga terdengar sampai ke Pemerintahan Hindia Belanda. Berkat jasa-jasa Pangeran Muhammad Ali, Pemerintahan Hindia Belanda menganugerahkan sebuah gelar Pangeran Mat sebagai Raja adat di Mesuji dengan simbol payung obor-obor berwarna putih.

Setelah berdiri Kampung Wiralaga, banyak suku lain yang berdatangan ditempat itu. Seperti Suku Sirah Pulau Padang yang disebut Suku Seri Pulau. Suku Sugi Waras, Suku Kayu Agung,Suku Palembang, Suku Lampung Tulang Bawang dan lain sebagainya.

Kemudian mereka mendirikan perkampungan baru seperti, Sungai Sidang, Sungai Cambai, Sungai Badak, Nipah Kuning, Sri Tanjung, Kagungan Dalam, Talang Batu, dan Labuhan Batin. Dari sinilah cikal bakal berdirinya Kabupaten Mesuji akan dimulai. Begitulah sejarah asal-usul berdirinya Kampung Wiralaga. Sebuah Kampung tua yang berada di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post