Riswo M.Si

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

Oleh : Riswo

Calon Guru Penggerak angkatan 8, SMAN 1 Kalianda

Guru yang baik adalah guru yang mau meningkatkan kompetensinya, untuk mendukung dirinya dalam melaksanakan tugas kesehariannya. Untuk meningkatkan kompetensinya, maka seorang guru dituntut untuk belajar dan belajar. Dengan kata lain, idialnya seorang guru adalah seorang pembelajar sepanjang hayat.

Kemampuan seorang guru harus terus bertambah. Salah satunya adalah kemampuan dalam mewujudkan budaya positif di sekolah. Budaya positif tersebut dapat dijalankan dengan menerapkan konsep-konsep inti yang meliputi:

1. Disiplin positif

Disiplin positif, merupakan suatu cara penerapan disiplin yang mengajarkan anak bertanggung jawab dan menumbuhkan kesadaran diri berdasarkan nilai-nilai kebajikan. Disiplin positif lebih ke arah disiplin diri yang dapat mengontrol diri dalam melakukan segala tindakan. Disiplin diri dapat membuat murid memahami dan menyadari berdasarkan motivasi internal bukan akibat paksaan, pujian atau pun hukuman.

2. memahami motivasi prilaku manusia yang berkaitan dengan hukuman dan penghargaan. Guru harus memahami motovasi prilaku manusia. Sedikitnya ada 3 motivasi prilaku manusia yaitu:

a. Untuk menghindari ketidak nyamanan atau hukuman.

b. Untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain.

c. Untuk menjadi orang yang mereka inginkan dengan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.

Saat seorang guru dapat memahami 3 motivasi manusia, maka seorang guru dapat memilah, motifasi prilaku apa yang ada pada diri murid. Jika murid memiliki motivasi prilaku untuk menghindari ketidak nyamanan atau hukuman, dan untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan maka motivasi yang ada pada diri anak masih berasal dari eksteranl. Sehingga guru berupaya untuk dapat menumbuhkan motivasi internal dalam diri siswa agar dapat memunculkan pribadi yang menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.

Sebaiknya hindari hukuman dan pemberian penghargaan berlebihan untuk menimalisir motivasi eksternal yang tumbuh dalam diri murid.

3. Posisi kontrol yang meliputi,

a. Posisi penghukum

b. Posisipembuat merasa bersalah

c. Posisi teman

d. Posisi pemantau/monitor

e. Posisi manajer

Dari kelima posisi kontrol tersebut sebaiknya seorang guru menggunakan posisi kontrol sebagai manajer. Sebagai manajer guru berbuat sesuatu bersama murid untuk mempersilahkan murid mempertanggungjawabkan prilakunya dan mendukung murid agar menemukan solusi atas permasalahannya sendiri.

Posisi manajer mengacu pada restitusi yang dapat menjadikan murid sebagai manajer bagi dirinya sendiri, sehingga tercipta identitas positif atau berhasil pada diri murid.

4. Pembuatan keyakina sekolah tau kelas.

Guru berperan dalam mewujudkan terbentuknya keyakinan sekolah atau kelas dengan adanya kesepakatan antara guru dan murid. Keyakinan sekolah atau kelas berupa pernyataan-pernyataan universal yang mudah diingat dan dipahami dan harus diterapkan di lingkungan sekolah.

5. Penerapan segitiga restitusi. Dalam penyelesaian masalah.

Guru yang berperan sebagai manajer dalam menggunakan segitiga restitusi dalam penyelesaian masalah melalui tiga tahapan, yaitu :

a. Menstabilkan identitas

b. Validasi tindakan yang salah

c. Menanyakan keyakinan.

Segitiga restitusi memiliki tujuan, agar menghasilkan murid yang mandiri dan bertanggung jawab.Keterkaitan antar materi budaya positif dengan 3 materi di atas yaitu dengan menjalankan budaya positif di sekolah, maka akan mempermudah dalam ketercapaiannya tujuan pendidikan nasional sesuai dengan filosofi Ki hajar Dewantara. Yaitu pendidikan yang berpihak pada murid dan bersifat menuntun, tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada murid.

Budaya positif dapat terwujud jika seorang guru memiliki 5 nila guru penggerak, yaitu:

1. Berpihak pada murid

2. Mandiri

3. Reflektif

4. Kolaboratif

5. Inovatif

Selain 5 nilai guru penggerak di atas, budaya positif dapat terwujud dengan cara kolaborasi antara semua warga sekolah, melalui keyakinan sekolah yang harus disepakati dan dijalankan bersama.

Salah satu perubahan yang diinginkan sesuai visi guru penggerak adalah terbentuknya budaya positif agar diperoleh sekolah yang aman, nyaman, dan berpihak pada murid. Untuk mewujudkan visi guru penggerak tersebut dengan pembuatan prakarsa perubahan, sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara dan Profil Pelajar pancasila.

REFLEKSI:

Sejauh mana pemahaman anda tentang konsep-konsep inti yang telah anda pelajari di modul ini? Adakah hal-hal yang menarik untuk anda tularkan?

Saya sudah memahami konsep-konsep inti dalam modul budaya positif yang berkaitan dengan disiplin positif, teori kontrol, teori motivasi, hukuman dan penghargaan , posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas dan segitiga restitusi. Seluruh inti tersebut harus diresapi dalam diri, diwujudkan dalam tindakan dan dibagikan pada rekan guru di sekolah.

Hal yang menarik bagi saya dan diluar dugaan adalah saat saya mempelajari motivasi prilaku manusia berupa penghargaan. Ternyata penghargaan dapat berdampak kurang baik bagi murid diantaranya adalah dapat merusak hubungan, mengurangi ketepatan, menurunkan kualitas, mematikan kreativitas, dan bersifat menghukum.

Perubahan apa yang terjadi pada cara berpikir anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun di sekolah anda setelah mempelajari modul ini?

Perubahan yang terjadi adalah saya menyadari posisi kontrol yang biasa saya lakukan adalah sebagai manajer dengan cara menangani masalah dengan menggunakan segitiga restitusi.

Pengalaman saat apakah yang pernah anda alami terkait penerapan konsep-konsep dalam modul budaya positif baik di lingkup kelas maupun sekolah?

Saya banyak menangani kasus siswa yang sering datang terlambat, menghilang dari kelas saat ganti jam pelajaran, dan mbolos saat jam pelajaran terakhir. Saya menggunakan langkah-langkah dalam segitiga restitusi yaitu menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah, dan menanyakan keyakinan.

Bagaimana perasaan anda ketika mengalami hal-hal tersebut?

Perasaan saya sangat termotivasi untuk terus memperbaiki diri sesuai dengan nilai-nilai budaya positif di sekolah.

Menurut anda, terkait pengalaman dalam penerapan konsep-konsep tersebut, hal apa sajakah yang sudah baik? Adakah yang baru?

Hal yang sudah baik menurut saya adalah sudah mulai munculnya motivasi internal pada murid untuk melaksanakan budaya positif sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang diyakini.

Yang harus diperbaiki adalah posisi kontrol guru harus sebagai manajer.

Sebelum mempelajari modul ini ketika berinteraksi dengan murid berdasarkan 3 posisi kontrol, posisi manakah yang paling anda pakai dan bagaimana perasaan anda saat itu, setelah mempelajari modul inti, posisi apa yang anda pakai dan bagaimana perasaan anda sekarang? Apa perbedaannya?

Sebelum mempelajari modul ini posisi kontrol yang saya gunakan adalah Pembuat merasa bersalah dan posisi teman.

Perasaan saya saat itu tidak ada beban dengan murid. Karena tidak menggunakan posisi penghukum sehingga murid dekat dengan saya.

Setelah mempelajari modul ini saya mulai menerapkan posisi manajer dalam menyelesaikan masalah. Perasaan saya merasa sangat cocok menggunakan posisi sebagai manajer, dan saya menyadari pentingnya komunikasi yang efektif untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri murid.

Sebelum mempelajari modul ini pernahkah andamenerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan muridanda? Jika iya, tahapan mana yang anda praktekan dan bagaimana anda mempraktekan?

Iya pernah. Tahapannya adalah menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah, dan menanyakan keyakinan, namun saat itu saya belum tahu teori apa yang sedang saya gunakan.

Selain konsep-konsep yang disampaikan dalam modul ini, adakah hal-hal lain yang menurut anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun di lingkungan sekolah?

Hal lain yang penting dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif adalah melakukan kolaborasi antara pihak guru dengan orang tua murid, agar budaya positif ini jangan hanya dilakukan di kelas atau sekolah saja, namun juga dilakukan di rumah agar menjadi suatu pembiasaan dimana pun murid berada.

Salam Guru Penggerak.

Tergerak, bergerak dan menggerakan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post