Riswo M.Si

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

Oleh: Riswo, S.E., M.Si

Nama saya Riswo. Saat ini saya bertugas di SMA Negeri 1 Kalianda Lampung Selatan, mengampu mata pelajaran ekonomi. Saya adalah Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 8. Namun karena jumlah peserta yang lulus diangkatan saya tidak banyak, maka pendidikan Calon Guru Penggerak angkatan 8 digabung dengan angkatan 9.

Saat saya mengikuti program guru penggerak, ada beberapa kawan saya yang yang ikut komentar, mengenai langkah yang saya ambil ini. Ada yang berkomentar mendukung, dan ada juga yang berkomentar kurang mendukung.

“Pak Riswo ikut program guru penggerak? Baguslah, Pak. Kalau saya sih sudah males.”

“Ngapain Pak Riswo ikut guru penggerak? Pak Riswo kan sudah pernah jadi Kepala Sekolah, dan saat ini sudah punya sertifikat Calon Kepala Sekolah (CAKEP) dan punya sertifikat Calon Pengawas (CAWAS)?”

“Saya kagum dengan Pak Riswo. Diusianya yang sudah tidak muda lagi, Pak Riswo masih semangat mengikuti Program Guru Penggerak. Saya saja yang lebih muda dari Pak Riswo kayaknya tidak sanggup.”

Itu lah beberapa contoh komentar dan ungkapan dari teman-teman saya, yang tidak semua komentarnya bernilai positif. Menanggapi komentar-komentar tersebut, saya tersenyum lalu menaggapinya dengan santai.

Memang sih kalau niat mengikuti Program Guru Penggerak hanya untuk mencari syarat untuk menjadi Kepala Sekolah, memang tampak terasa buang-buang waktu saja. Karena saya sudah memiliki semua syarat itu. Bagi saya, mengikuti Program Guru Penggerak ini bukan semata-mata untuk menjadi seorang Kepala Sekolah, melainkan untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang pendidik.

Sebagai seorang guru, saya ingin mengikuti perkembangan pendidikan dan saya tidak mau ketinggalan. Salah satunya adalah dengan mengikuti program ini. Saya yakin program guru penggerak ini selain dapat meningkatkan kompetensi saya, saya juga yakin kelak akan bermanfaat bagi saya, dan bagi murid-murid saya.

Setelah saya mengikuti program ini, ternyata saya merasa sangat beruntung. Saat ini saya sudah sampai pada modul 3.1, yang isi materinya sangat menantang. Dari modul 1 sampai modul 3.1 ini telah mengubah cara pandang saya tentang dunia pendidikan.

Termasuk tentang cara mengajar yang berpihak kepada peserta didik, sampai materi yang membekali seorang Calon Guru Penggerak dengan mater-materi tentang kepemimpinan. Salah satunya materi di modul 3.1 ini adalah tentang pengambilan sebuah keputusan bagi seorang pemimpin. Saya akan memaparkan materi apa saja yang didapat dari program guru penggerak ini?

Pada modul 1.1 ini, saya diajarkan tentang refleksi filosofis pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Di dalamnya memuat materi-materi yang sangat bagus sekali bagi para pendidik. Kemudian pada modul 1.2 kita diajarkan tentang nilai dan peran guru penggerak. Materi ini sangat bagus sekali bukan saja untuk guru penggerak, tetapi juga untuk semua guru.

Modul 2.3 mengajarkan pada kita bahwa guru itu harus memiliki visi ke depan. Guru harus tahu 5 sampai 10 tahun ke depan muridnya harus jadi apa. Dengan kata lain tugas guru bukan saja memberikan materi, akan tetapi harus dapat mengantarkan murid-muridnya untuk mencapai sebuah kebahagiaan.

Pada modul 1.4. guru juga diajarkan tentang nilai-nilai budaya positif. Selama ini tidak jarang di lingkungan sekolah, guru mencari sebuah penyebab suatu kesalahan. Bukan mencari penyelesaian masalah agar menjadi lebih baik lagi. Modul ini mengajarkan kita tentang banyak hal. Baik pada murid, maupun tentang tindakan-tindakan yang harus dimiliki oleh seorang guru.

Yang lebih menarik lagi pada modul 2.1 kita diajarkan tentang cara memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Guru yang selama ini menginginkan semua murid harus dapat mengikuti kemauan gurunya, ternyata selama ini kurang tepat.

Dalam modul ini ternyata justru guru yang harus dapat memenuhi kebutuhan murid yang ada di kelas. Jika di kelas ada 35 siswa, guru harus memberikan pembelajaran yang dibutuhkan mereka. Caranya adalah dengan menggunakan metode berdiferensiasi.

Melalui metode atau pembelajaran berdiferensiasi ini, guru dapat mengelompokan muridnya menjadi beberapa kelompok. Seperti murid dengan pemahaman tinggi, murid dengan pemahaman sedang, dan murid dengan pemahaman rendah.

Atau bisa juga dengan model pembelajaran berdiferensiasi produk. Guru memberikan penugasan yang sama, tapi yang dihasilkan oleh murid berbeda-beda, sesuai dengan kemampuannya. Seperti produknya bisa berupa video, audio, youtube, tiktok, PPT, famplet, dan lain sebagainya. Cara ini sangan menyenangkan dan tidak akan membebani murid-muridnya.

Pada modul 2.2, guru juga diajarkan tentang Pembelajaran sosial Emosional atau KSE. Yang lebih menarik lagi pada modul 2.3 guru diajarkan tentang ilmu Coaching untuk supervisi akademik. Pokoknya mengikuti program Guru penggerak ini tidak rugi, dan sangat menyenagkan deh.

Sampailah kita pada modul 3.1. Di modul ini Calon Guru Penggerak belajar tentang ilmu pengambilan sebuah keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin. Guru diajarkan tentang nilai-nilai kepemimpinan, termasuk cara mengambil sebuah keputusan yang harus memenuhi 3 unsur, seperti berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Dalam pengambilan sebuah keputusan juga harus mengacu pada 4 paradigma dilema etika. Yaitu individu lawan kelompok (individu vs comunity), Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), dan yang terahir adalah jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term).

Cara mengambil sebuah keputusan ini juga harus mengikuti 9 langkah pengambilan sebuah keputusan, yaitu:

1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi tertentu.

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi tersebut.

3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut.

4. Pengujian benar atau salah .

5. Pengujian paradigma benar dan benar.

6. Melakuakan prinsip resolusi.

7. Investigasi opsi trilema.

8. Buat keputusan, dan

9. Lihat lagi keputusan itu, lalu refleksikan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan menambah wawasan untuk kita semua, dan Salam Bahagia.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post