Riswo M.Si

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Badud-Badud Lucu dan Nyanyian Guru

Badud-Badud Lucu dan Nyanyian Guru

Oleh : Riswo

Kata orang aku ini badut lucu

Aku bersembunyi di balik badut ku

Berdiri dan bernyanyi di lampu merah

Berharap mendapat sedekah

Aku berdiri menatap wajah mereka

Wajah nestapa, namun berhati mulia

Aku sodorkan kresek lusuh kepadanya

Hingga terdengar suara denting receh jatuh menerpa

Aku tersentak tak percaya menatap Susi mantan pacar ku

Ia pun berbalik menatap seakan mengenal ku

Aku segera menyembunyikan rasa gugup ku

Untung saja aku mampu menguasai keadan ku

Haaaaa...... Haaa..... Hahaha…

Aku menemukan ide untuk membalas rasa dendamku

Pada Susi yang dulu pernah mutusin aku

Hingga ia tertunduk di hadapan ku

Di sertai goyangan, ku sodorkan kresek ku

Ia kembali menatap seakan mengenali ku

Aku tersentak, tak mampu menguasai diriku

Dan hari ini adalah hari terahir petualangan si badut yang lucu

Aku berbalik badan, lalu ku banting setir

Melipir meninggalkan sambil berpikir

Sejuta kenangan telah kembali terparkir

Kan ku hapus sejuta memori menjadi seorang musafir

Aku pergi ke kota menjadi pengurus sebuah partai

Di musim pemilu memasang wajah memelas untuk ngelabui

Orang-orang kecil terpukau akan gaya bicara ku yang lihai

Sudah saatnya kita lawan ketidak adilan atas nama demokrasi!

Hahaha…. Mereka terpedaya akan kamuflase ku

Suara lantang menggema keluar dari mulut ku

Jika saudara-saudara memberikan mandat kepada ku!

Jalan kelinci, jalan tikus dan jalan curut akan ku buat mulus!, Itu janjiku

Sorak sorai diiringi tepuk tangan telah membawaku

Melenggang ke senayan menikmati hasil kerja keras ku

Hahaha…. bermodal uang badut ku yang tak seberapa

Telah mengantarkan ku bergabung dengan badut-badut yang lucu

Aku dengar suara dan nyanyian yang sangat memilu

Melintas dari setiap penjuru negeri ku

Para pejuang pendidikan yang dianggap ambigu

Jauh dari kata sejahtera namun perjuangan tak pernah berlalu

Lima puluh ribu gajiku

Lima puluh ribu gajiku

Lima puluh ribu gajiku seminggu

Lima puluh ribu gajiku

Hahahah…..hahah…..hahaha….

Lagu basi yang selalu dinyanyikan anak negeri

Menuntut hak-haknya yang telah diamputasi

Aku dengar dan pura-pura ku tanggapi

Agar mereka merasa dihargai

Lima puluh ribu gajiku

Lima puluh ribu gajiku

Lima puluh ribu gajiku seminggu

Lima puluh ribu gajiku

Tuntutan kesejahteraan guru kembali diperdengarkan

Dari pelosok penjuru negeri dilantunkan

Masih punya uratkah tuan?

Masih ada rasa malukah tuan?

Berpestapora dan berjoget di atas penderitaaan

Hatiku terenyuh mendengar nyanyian guru

Lima puluh ribu gajiku

Lima puluh ribu gajiku

Lima puluh ribu gajiku seminggu

Lima puluh ribu gajiku

Mereka terus bernyanyi namun tuan tetap tak perduli

Seoalah tuan berkata, persetan dengan gaji seminggu!

Persetan dengan gajih lima puluh ribu!

Tuan hanya berjoged sambil bertopang dagu

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post