Kesenjangan
Oleh : Riswo
Ku telusuri jalan sepi, berdiri gubuk kecil
Bangunan reot tampak usang terpencil
Tergusur oleh peradaban jauh dari pemukiman
Asap hitam menyeruak di atap daun rumbia
Dari dalam terdengar lirih nyanyian
Lagu penghantar tidur sedang diperdengarkan
Membujuk si kecil yang menahan lapar
Aku lapar, mak…. lapar….
Bocah kecil itu meraung, menangis pilu
Tubuh kurusnya berbalut keriput
Menahan lapar, menahan sakit perut
Sambil menitikan air mata sang ibu berkata lembut
Sambar ya nak bapak mu tak sampai larut
Aku diam dengan dada berkecamuk
Menatap iba dengan perasaan semrawut
Tangis bocah itu tak kunjung reda
Lapar yang tak terpuaskan, penuh kesulitan
Di tempat terpencil ini, kehidupan berat tak terkatakan
Ini berbanding terbalik dengan kehidupan para penguasa
Mereka berlomba-lomba mencari harta
Merampas hak rakyat, membabi buta
Mereka lupa akan tanggung jawabnya
Sengaja menciptakan kesenjangan yang makin lebar
Aku berjalan menyusuri jalan sepi
Dengan rasa sesak kian bertubi
Kapankah keadilan akan menepi
Hinga tersenyum semua anak negeri
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
