Perjuangan Raden Intan 2
Oleh : Riswo
Sebelum Lampung resmi menjadi sebuah provinsi, Lampung adalah bagian dari karesidenan yang tergabung dalam provinsi Sumatera Selatan. Akan tetapi, Lampung bukanlah wilayah biasa. Kekayaan yang dimiliki oleh Lampung sangat melimpah, terutama adalah rempah-rempah dan lada. Oleh karena itu Lampung menjadi incaran banyak kekuatan besar. Dimana pada abad ke-17, Lampung berada di bawah pengaruh Kesultanan Banten yaitu Sultan Agung Tirtayasa.
Akan tetapi pada waktu yang bersamaan, di Kesultanan Banten terjadi konflik internal yaitu Sultan Haji yang merupakan putra dari Sultan Agung Tirtayasa berhianat dan bersekutu dengan VOC untuk merebut Tahta Sultan Agung tirtayasa, ayahnya sendiri. Sebagai imbalannya Sultan Haji menyerahkan hak monopoli perdagangan rempah-rempah Lampung kepada VOC. Walaupun VOC telah menguasai perdagangan, rakyat Lampung tetap setia kepada Sultan Agung Tirtayasa.
Pada awal abad ke-19 Belanda masih memperkuat kekuasaannya di Lampung, namun perjuangan rakyat Lampung tak pernah padam. Raden Intan tokoh pejuang Lampung menolak tunduk kepada Belanda, walaupun Belanda menawarkan bantuan keuangan sebagai taktik licik mereka. Tawaran bantuan tersebut ditolak mentah-mentah oleh oleh Raden Intan. Mendengar penolakan tersebut Belanda meradang dan berusaha menangkap Raden Intan. Sejak itu terjadilah permusuhan dan perlawanan antara Belanda dengan Raden Intan.
Pada tahun 1825 Raden Intan berhasil membunuh perwira Belanda yang bernama Diliver. Tewasnya Diliver membuat Belanda sangat murka hingga ia menangkap dan mengasingkan pejuang Lampung tersebut. Perjuangan pun dilanjutkan oleh Raden Intan 2. Dimana ia yang masih tergolong sangat muda mempertahankan kehormatan bangsanya.
Namun penghianatan yang keji menutup kisah hidupnya di usia yang sangat muda. Dari sinilah kisah tragis Raden Intan 2 yang lahir pada tanggal 1 Januari tahun 1834. Raden Intan 2 adalah cucu dari Raden Intan 1 dan putra dari Raden imba 2 dengan Ratu Mas. Sejak kecil ia tumbuh dalam lingkungan penuh perlawanan terhadap Belanda.
Raden Intan 2 hidupnya berubah drastis ketika ia tahu ayahnya ditangkap dan diasingkan ke Pulau Timor. Sejak itu beban perjuangan kini ada di pundaknya. Dalam perjuangan melawan Belanda, Raden Intan 2 dibantu oleh para pejuang hebat yaitu Haji wahiya seorang tokoh Banten yang ahli dalam strategi perang dan Singa Berantah yang merupakan pemimpin Marga Rajabasa siap mengangkat senjata melawan Belanda. Dengan keberanian dan strategi yang merekamiliki, mereka berkali-kali dapat memukul mundur pasukan Belanda.
Akan tetapi Belanda menyusun siasat licik untuk mengakhiri perjuangan Raden Intan 2. Belanda memanfaatkan paman dari Raden Intan 2 yang memiliki dendam pribadi dimana ia merasa sakit hati setelah dihukum oleh keponakannya. Dengan keji ia berkhianat dan menjual darah dagingnya sendiri kepada Belanda dengan tipu daya. Ia mengundang Raden Inten 2 untuk makan bersama, tapi tak ada yang tahu makanan itu telah diracuni.
Racun mulai bekerja, tubuh Raden Intan 2 melemah. Sebelum raden Intan 2 berbuat sesuatu, pasukan Belanda yang telah menunggu langsung menyerap Raden Intan 2. Saat itu Raden Intan 2 sempat melakukan perlawanan bersama beberapa pengikutnya. Namun karena perbedaan kekuatan membuat mereka tak berdaya. Darah mengalir tubuhnya pun roboh. Di usia yang baru 22 tahun Raden Intan 2 gugur sebagai pahlawan.
Pada tanggal 23 Oktober tahun 1986 pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar pahlawan nasional kepada Raden Intan 2, melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 082 TK 1986. Raden Intan 2 telah gugur sebagai kesuma bangsa. Tapi semangatnya tetap hidup dalam sejarah dan hati kita.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
