Guru Kunci Kebangkitan
Oleh : Riswo
Saat itu langit Jepang merah merona
Asap hitam mengepul membubung tinggi
Radiasi panas membakar tak terkendali
Tangis dan jeritan, memilukan menghantui
Gedung-gedung pencakar langit
Hancur berkeping-keping
Pada tanggal 6 dan 9 Agustus tahun 1945
Dummmm…..Dummmmm….
Amerika menjatuhkan bom atom
Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak
Rata dengan tanah
Pengamat mengatakan
Jepang akan pulih kembali setelah tuju turunan
Namun Kaisar Jepang tak tinggal diam
Data guru yang masih tersisa, dan kumpulkan
Hirohito memerintahkan
Empat puluh lima ribu guru yang masih tersisa
Tonggak kebangkitan Jepang dimulai
Dalam kurun waktu 20 tahun
Setelah perang dunia kedua
Jepang bangkit dari keterpurukan
Menjadi macan asia
karena siapa? Guruuu…
Kaisar Jepang menyadari
Pentingnya pendidikan
Hirohito menyadari
Kekalahan jepang bukan karena lemahnya militer
Tapi, kekalahan jepang karena tidak belajar
Dan guru adalah kunci kebangkitan
Tapi…
Nun jauh di sana tercengang
Nasib guru terabaikan
Guru dijadikan kelinci percobaan
Gonta ganti kurikulum, guru yang dipersalahkan
Guru tetaplah guru
Nasibnya memang harus begitu
Ketika malam tiba, kami mengabaikan keluarga
Mengembangkan diri, membaca lembaran demi lembaran
Kertas-kertas yang berserakan
Mempersiapkan pelajaran
Kami datang pagi tak dipuji
Datang telat akan dicaci
Mendisiplinkan murid dikriminalisasi
Di sepertiga malam, berdoa
Ya Rabb, mudahkan anak-anak didik kami dalam menuntut ilmu
Agar kelak berbakti pada negeri
Mudahkan dan limpahkan berkah untuk mereka
Agar menjadi kebanggaan bagi orang tuanya
Sepuluh tahun kini telah berlalu
Si polos yang dulu tak pandai menulis
Kini telah menjadi analis
Si polos yang dulu tak pandai membaca
Kini telah menjadi jaksa
Jasa guru menjadikan polisi
Bupati
Gubernur, bahkan menjadi Presiden
Apakah guru hebat? Tidak!
Guru tetaplah guru
Berangkat pagi tak dihargai
Pulang petang tak dihormati
Mendisiplinkan anak, dikriminalisasi
Demi anak negeri
Kami terkadang lupa diri
Keringat dingin mengucur tak ku sadari
Perut kosong, keroncongan, mengabaikan isi
Kami selalu dituntut mengembangkan diri
Berbagai narasi mendeskriditkan kami
Hingga ekonomi carut-marut, serasa ingin mengakhiri
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
