Pengajian Rutin PWP Provinsi Lampung di Kalianda
Warga Ngapak Didorong Kompak Lestarikan Bahasa dan Perkuat Silaturahmi
Kalianda – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan pengajian rutin Paguyuban Warga Penginyongan (PWP) Provinsi Lampung yang digelar di Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (28/9/2025). Kegiatan yang menjadi agenda tetap setiap dua bulan sekali ini dihadiri ratusan warga Penginyongan dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Acara berlangsung khidmat sejak pagi hari, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori, Ustadz Arifin, S.Pd.I., yang suaranya menggema di seantero ruangan dan menambah kekhusyukan jalannya kegiatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PWP Provinsi Lampung, Biyung Dewi, jajaran pengurus PWP kabupaten se-Lampung, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua PWP Provinsi Lampung, Biyung Dewi, menekankan pentingnya menjaga persatuan sekaligus melestarikan identitas budaya yang melekat pada warga Penginyongan atau masyarakat Jawa Ngapak. Menurutnya, bahasa ngapak yang dikenal khas dengan logatnya kini menghadapi tantangan zaman, sehingga generasi muda perlu terus didorong untuk mencintai dan menuturkannya dalam keseharian.
“Warga Penginyongan berasal dari berbagai daerah seperti Brebes, Cilacap, Tegal, Banyumas, Pemalang, dan sekitarnya. Kita perlu bersatu dan melestarikan bahasa ngapak agar tidak punah, karena bahasa adalah jati diri dan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama,” ujar Biyung Dewi dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Ketua PWP Kabupaten Lampung Selatan, Riswo, S.E., M.Si., dalam pidatonya yang menggunakan logat ngapak khas menekankan pentingnya kebersamaan warga Jawa Ngapak di Lampung. Ia menegaskan, meski jumlah warga Ngapak di provinsi ini diperkirakan hanya sekitar 5–6 persen, namun kontribusi mereka dapat menjadi energi positif dalam mengawal pembangunan daerah.
“Warga Ngapak kudu kompak. Kita kudu siap ngawal lan kolaborasi karo pemerintah, utamane Pemerintah Provinsi Lampung, ben luwih maju maneh,” tegas Riswo yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Sementara itu, pengajian kali ini semula dijadwalkan menghadirkan Prof. Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag sebagai penceramah utama. Namun, karena berhalangan hadir, panitia menunjuk Ustadz Muhadi, S.Pd. untuk mengisi tausiyah. Dalam ceramahnya, Ustadz Muhadi menyampaikan pesan moral dan religius tentang kehidupan di akhirat.
“Kelak di syurga, manusia tidak ada yang terlihat tua. Semua akan tampak sama, yaitu muda, cantik, dan tampan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memperbanyak amal dan kebaikan selama hidup di dunia,” tutur Ustadz Muhadi.
Pengajian rutin ini bukan sekadar wadah untuk memperdalam pengetahuan agama, melainkan juga momentum mempererat silaturahmi antarwarga Penginyongan di tanah rantau. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kekompakan warga Ngapak semakin terjaga, baik dalam hal pelestarian budaya maupun partisipasi dalam mendukung pembangunan di Provinsi Lampung.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan warga Penginyongan di Lampung. Suasana keakraban terlihat jelas ketika para hadirin saling berjabat tangan, bercengkerama, dan berbagi cerita setelah acara usai.
Pengajian rutin PWP ini menjadi bukti nyata bahwa budaya dan tradisi bisa berjalan beriringan dengan kehidupan beragama, serta menjadi pondasi kuat dalam memperkokoh persaudaraan sesama anak bangsa di tengah keberagaman masyarakat Lampung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
