Doa Dan Air Mata
Karya : Riswo
Setiap gores spidol di papan tulis
Adalah doa tulus tanpa batas
Setiap coret aksara dan angka
Adalah cinta yang tak mengharap balas
Usia kini mengukir keriput di wajahnya
Langkah gemetar, tatap matanya memudar
Namun tubuh rentanya, meski dikhianati waktu
Tetap tegak di sudut kelas
Murid-murid yang dulu ia tempa
Telah jadi pejabat, pemimpin, penguasa negeri
Namun siapakah yang ingat guratan wajah tuanya?
Siapakah yang menoleh pada pengabdiannya?
Air mata jatuh di atas kertas nilai
Bukan karena murid tak lulus meraih asa
Namun karena sang guru, dinilai begitu murah
Seakan pengabdian paruh hidupnya tiada arti
Tapi ia tetap tersenyum dalam hening
Sebab ia tahu, ilmu takkan pernah sia-sia
Dan di hati setiap murid yang ia didik
Namanya terukir lebih kokoh
Dari sekadar tinta penghargaan negara
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
