SEKOLAH TOXID
Kas Pani
Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan berita seorang yang berprofesi guru tiba-tiba memutuskan untuk " hengkang " dari sekolahnya dengan alasan tempatnya mengajar berlingkungan Toxic.
Terlepas benar tidaknya berita itu, sebenarnya ini sebuah tamparan bagi dunia pendidikan. Betapa tidak ? Semestinya sekolah, stril dari perilaku negatif seperti dengki, sirik sesama guru, membully, tidak saling menghargai dan melindungi ternyata tidak. Lingkungan sekolah menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.
Bagaimana mungkin sekolah yang dicita-citakan bisa diraih bila perilaku negatif terus berjangkit. Bukan hanya orang tua, murid pun merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.
Pada hal tujuan orang tua menyekolahkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan yang baik dari guru-guru yang terbaik. Tapi, ternyata tidak. Apa kata dunia.
Diakui, tidak semua warga sekolah Toxic. Ada sekolah yang nihil dengan lingkungan seperti itu. Karena mereka menyadari, perilaku yang mereka tampilkan di depan muridnya menjadi contoh buat mereka. Sangat ironis, yang seharusnya mereka gugu dan tiru, justru tidak jadi tauladan.
Pertanyaannya, mengapa Toxic ini bisa tumbuh di sekolah ?
Banyak analisa dan alasan diungkapkan. Tapi, saya hanya lihat dari dua pelaku pendidikan.
Di sekolah ada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan ( GTK ).
Kepala sekolah pemimpin di sekolahnya, ia ibarat nakhoda sebuah kapal, membawa penumpang ke tujuan dengan selamat. Karena itu, sebagai kepala sekolah bisa meminimalisasi Toxic yang ada di sekolahnya. Dengan cara mengayomi, melindungi, melayani, mendampingi, dan mengarahkan anggotanya menuju kebaikan.
Begitu pula GTK, mesti bisa dan mau diarahkan kepada kebaikan, bukan saling " mengintip dan mengintai " kelemahan, suka egois, merasa paling benar dan suci, ingin jadi hero, suka mengeluh, menyebarkan gosip, dan penyebar virus pesimisme di lingkungan sekolah.
Perilaku GTK seperti ini tentu berdapak buruk bahi motivasi belajar siswa dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Namun, semuanya tentu bisa berubah, jika semua menyadari Toxic adalah tidak baik. Masih ada kesempatan untuk memperbaikinya. ]]
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
