Jangan Menua Tanpa Karya (T.802)-21
Jangan Menua Tanpa Karya (T.802)-21
Karya: Kharirotus Sakdiyah
...
Setelah lelahku hilang, kubuka kembali laptopku yang berada di atas meja kerjaku. Aku baru teringat jika harus mengikuti pelatihan Pintar Kemenag. Aku pun duduk untuk menyimak kembali pemaparan materi oleh Widia Iswara (WI).⁹
Sungguh aku terhenyak, ketika di dinding tembok yang berada di belakang pemateri terdapat tulisan "Jangan Menua Tanpa Karya." Tulisan itu pun aku perlihatkan kepada teman yang duduk di sampingku.
"Bu! Coba dilihat tulisan yang ada di belakang WI ini!" Tanyaku.
Temanku pun segera memerhatikan layar laptopku
"Jangan Menua Tanpa Karya," ucapnya.
"Waduh, betapa menyinggungku, Bu."
"Kalau ibu tersinggung, berarti mari kita berkarya, Bu" jelasku.
Aku pun kemudian mengutip kata-kata bijak Pramoedya Ananta Toer, seorang sastrawan beda yang pernah dimiliki bangsa Indonesia.
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
