Hujan Sore (T.915)-116
Hujan Sore (T.915)-116
Karya: Kharirotus Sakdiyah
...
Lanjutan…
“Ibu tetap tidak mengizinkanmu untuk kuliah, Yesinta!” Ucap Ibu Yesinta sedikit keras.
“Saya juga akan bekerja mencari uang untuk tambahan, Bu,” jelas Yesinta sambil menangis.
Ibu Yesinta tak menghiraukan penjelasan dari Yesinta, anaknya. Sebab, ada putra dari temannya yang kuliah dengan biasiswa, tetapi masih tetap mengeluarkan biaya. Di awal masuk semester satu butuh biaya yang banyak untuk masuk asrama yang hukumnya wajib.
Yesinta kemudian masuk ke kamar. Ia meratapi dirinya yang tidak mendapati izin dari orang tuanya untuk kuliah. Ia berfikir, cita-citanya untuk menjadi seorang guru IPA telah kandas. Tak ada harapan lagi bagi dirinya untuk bisa kuliah.
(Bersambung)
Salam Literasi!
Jombang, 24 Jombang 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan