Empat. Tiga Perkara Penting
Kedai Kopi Literasi ke-17
Empat. Tiga Perkara Penting
( Tagur hari ke-139 )
Oleh. Khusrur Rony Djufry
. Dari hari ke hari, Kedai kopi Cak Ifin tampak semakin bertambah banyak pengunjung, tidak hanya orang-orang sekitar dalam desa, tapi kini juga ada yang datang dari beberapa tetangga desa. Ketepatan malam itu cuacanya cukup cerah., apalagi ketepatan pas Padhang mbulan, jadinya suasananya kelihatan ramai.
Sementara itu anak-anak remaja dan dewasa yang mempunyai kesadaran mengasah literasi baca dan tulisnya pada berlalu lalang lewat depan kedai Cak Ifin menuju “rumah baca” yang berada di samping kanan belakang kedai Cak Ifin. Meskipun perbendaharaan buku bacaan belum cukup banyak, namun setidaknya sudah bisa sedikit membantu yang mereka butuhkan.
Kang Brahim sedari tadi senyum-senyum sendiri WA-an, di sudut pojok kedai sambil sesekali makan jajanan gorengan dan menyeruput kopi yang ada dihadapannya. Kang Dul Ngadi dan Kang Karim entah sedang ngobrol berdua. Beberapa saat kemudian Cak Zain, Cak Udin, dan rombongannya datang. Mereka berasal dari desa sebelah , namun sudah sering ke Kedai kopinya cak Ifin, dan selalu tambah teman baru.
“Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka yang ada di Kedai Kopi serentak, seperti paduan suara. “Kopi thok ae seperti biasanya, Cuma tambah manis sedikit Cak,,”.pesannya.
“ Dulur-dulur, ada empat. Tiga perkara penting yang harus kita perhatikan dalam hidup ini. “ Ungkap Cak Ibnu Djufry. “ Apa saja Cak. “ sahut Cak Zain. Kemudian Cak Ibnu Djufry memembacakan sebuah hadist dari Abu Hurairah RA berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda ; “ Ada tiga perkara yang menyelamatkan (dari adzab), tiga perkara yang merusakkan (membawa orang kepada kerusakannya), tiga perkara meningkatkan derajat (beberapa tingkatan di akhirat), tiga perkara menghapuskan dosa.” Jelasnya.
Adapun tiga perkara pertama yang menyelamatkan adalah: 1.Takut kepada Allah dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan. 2. Sedang dalam kondisi fakir miskin maupun kaya. 3. Seimbang dalam ridha dan marah (yaitu Ridha karena Allah dan marah karena Allah).
“ Sedang (tiga) perkara kedua yang merusakkan adalah: 1.Bakhil yang keterlaluan (dengan tidak mau memberikan apa yang menjadi hak Allah dan haq makhluk). Dalam riwayat lain bakhil yang diperturutkan. (Adapun apabila sifat bakhil itu ada dalam diri seseorang akan tetapi tidak diperturutkan, maka tidaklah yang demikian ini merusakkan karena sifat bakhil adalah sifat yang lazim ada pada manusia). 2. Hawa nafsu yang selalu diikuti. 3. Takjub (‘ujub) manusia terhadap diri sendiri. (Artinya seseorang memandang dirinya dengan pandangan kesempurnaan dirinya disertai lalai terhadap ni’mat Allah Ta’ala dan merasa aman dari hilangnya ni’mat itu).”, tambahnya.
“.Santai saja Cak, sambil disruput kopinya, dan dimakan jajan gorengannya”. Kata Cak Ibnu Djufry. “ Cak Ifin, Aku sampean buatkan mie kua rasa soto Cak “,pinta Cak Udin, Aku pisan Cak.” Kata Cak Zain.
“Selanjutnya, tiga perkara ketiga yang meninggikan derajat adalah: 1. Menebarkan salam (artinya menebarkan salam kepada orang lain yang dikenal maupun yang tidak dikenal).. 2. Memberikan hidangan makanan (kepada tamu atau orang yang kelaparan). 3. Shalat malam (shalat tahajud) saat manusia sedang tertidur lelap terangnya.” Jelasnya.
“Terakhir, tiga perkara keempat yang dapat menghapus dosa adalah :. 1.Menyempurnakan wudhu pada saat yang sulit (artinya menyempurnakan wudhu pada saat udara sangat dingin dengan menjalankan sunah-sunahnya). 2. Malangkahkan kaki untuk mengerjakan shalat berjama’ah. 3. Menunggu shalat sesudah shalat (Untuk mengerjakan shalat berikutnya di masjid atau mushallah yang sama).” tambahnya.
Semoga kita bisa melaksanakan empat dari tiga perkara tersebut. Karena sudah malam, Acara disudahi rehat dulu, besok dilanjutkan dengan topik yang lain. “Terima kasih Cak,.” Kata Kang Brahim. Semua yang hadir juga menyampaikan hal yang sama. “Jangan lupa tahajud dan jamaah shalat shubuh,” pesannya. Assalamu’alaikum “ Kemudian Cak Ibnu Djufry pamit pulang terlebih dulu. “Wa’alaikumussalam wr wb.
Sumber rujukan : Kitab Nashoihul Ibad.
Salam literasi
Wismah Berkah, Jombang,27 Maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan