Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kedai Kopi Literasi ke-15

Kedai Kopi Literasi ke-15

Nasihat Imam Ghazali Kepada Muridnya

( Tagur hari ke-137 )

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Sejak sore hari cuacanya cukup cerah Bakda jamaah shalat magrib Mushallah yang berada dekat dengan Kedai kopi Cak Ifin yang berjarak sekitar 75 meter yang besarnya hampir setara masjid yang pembangunan masih belum selesai dan sudah menghabiskan dana lebih dari 350 juta malam itu cukup ramai, hampir dipenuhi jamaah.

Seperti biasanya setiap malam jumat legi, di Mushallah tersebut setiap bakda magrib diadakan acara tahlil bersama untuk kirim doa pada ahli kubur. Dan masing-masing kepala keluarga yang berjamaah membawa makanan empat atau lima nasi kotak, ada juga yang membawa buah-buahan.

Makanan dan buah-buahan tersebut dibagikan kepada jamaah usai acara tahlil. Dan juga dibagikan kepada orang-orang janda dan fakir miskin di sekitar mushallah. Sesuai time sechedule acara tahlil selesai sepuluh menit menjelang shalat isyak. Kemudian dilanjut dengan jamaah shalat isyak.

Sehabis jamaah shalat isyak, malam itu rembulan mulai muncul dan menampakkan sinarnya, dan terus merangkak naik ke atas semakin terang bercahaya menambah suasana semakin terang cerah ceriah. Sedang sebagian pelanggan kopi Cak Ifin tidak pulang ke rumah tapi langsung menuju kedai kopi Cak Ifin. Pelanggan kopi sudah mulai terus berdatangan, termasuk mereka yang dari desa sebelah.

Sementara itu seperti biasa, anak-anak remaja dan dewasa yang mempunyai kesadaran mengasah literasi baca dan tulisnya juga pada saling berdatangan lewat depan kedai Cak Ifin menuju “rumah baca” yang berada di samping kanan belakang kedai Cak Ifin. Meskipun perbendaraan buku bacaan belum cukup banyak, setidaknya sudah bisa sedikit membantu yang mereka butuhkan.

“Kemarin Cak Ibnu Djufry sudah membahas dua nasihat Imam Ghazali yaitu tentang Apa yang paling dekat dan paling jauh. Tinggal empat, yaitu apa yang paling besar, paling berat, paling ringan, dan paling tajam.” Ungkap Kang Brahim. “ Trus apa ya kira-kira yang paling besar itu?. Tanya Kang Karim. .

“Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka yang ada di Kedai Kopi serentak, meskipun tanpa dikomando. “Kopi thok ae seperti biasanya, tapi agak manis sedikit Cak,,”.pesannya.

“Mari kita lanjutkan, pertanyaan yang ketiga Imam al-Ghazali bertanya kepada murid-murid beliau, ” Apa yang paling besar di dunia ini. Murid-muridnya ada yang menjawab, gunung, bumi, dan matahari. “Jawaban semuanya itu benar, tapi jawaban yang paling benar adalah nafsu.” kata Imam Ghazali. Nafsulah yang akan membawa manusia terjerumus ke neraka. “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampunl lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Yusuf;53).

Lalu Imam Ghazali melanjutkan pertanyaannya yang keempat. ” Apa yang paling berat di dunia ini. Murid-muridnya banyak yang menjawab, bajah, besi dan gajah. “Jawaban semuanya itu tidak salah, tapi jawaban yang paling benar adalah memegang amanah.” kata Imam Ghazali. “Sesungguhnya Kami te;ah mengemukakan kepada langit, bumi, gunung-gunung, maka semua enggan untuk memikul itu, dan mereka khawatir akan menghianatinya. Dan dipikulkan itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.” (Q.S. Al Ahzab:72).

Mereka yang hadir di kedai kopi, hanya bisa manggut-manggut, sambil sesekali menyeruput kopi, dan makan jajan gorengan.

Imam Ghazali melanjutkan pertanyaannya yang kelima. ” Apa yang paling ringan di dunia ini. Murid-muridnya ada yang menjawab, kapas, angina, debu dan daun daunan. “Jawaban semuanya itu benar, tapi jawaban yang paling benar adalah meninggalkan shalat.” kata Imam Ghazali. Sekarang dapat kita perhatikan, begitu mudahnya orang meninggalkan shalat engan berbagai alasan, malas, sibuk kerja, rapat, dsb. Firman Allah.

“ Peliharalahsemua shalat (mu) dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untu Allah (dalam shalatmu) dengan khusu’.” (Q.S. Al Baqarah: 238).

Pertanyaan Imam Ghazali yang keenam. ” Apa yang paling tajam di dunia ini. Murid-muridnya banyak yang menjawab, pedang, dan pisau. “Jawabanya itu benar, tapi jawaban yang paling benar adalah lidah manusia.” kata Imam Ghazal. Karena dengan lidah, manusia dengan mudahnya melukai hati dan perasaan orang lain.

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. “ (Q.S. Al Ahzab: 58).

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari enam nasihat tersebut. Karena sudah malam, kita rehat dulu, besok dilanjutkan dengan topik yang lain. “Terima kasih Cak,.” Kata Kang Brahim. Semua yang hadir juga menyampaikan hal yang sama. “Jangan lupa tahajud dan jamaah shalat shubuh,” pesannya. Kemudian Cak Ibnu Djufry pamit pulang terlebih dulu.

Salam literasi

Wismah Berkah, Jombang,25 Maret 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post