Malam Nisfu Syaban
Kedai Kopi Literasi ke-16
Malam Nisfu Sya’ban
( Tagur hari ke-138 )
Oleh. Khusrur Rony Djufry
Meskipun hujan gerimis, awan di langit hitam tebal. Namun selepas jamaah shalat isyak, kedai kopi cak Ifin sudah ramai jamaah diskusi. termasuk pelanggan yang datang dari desa sebelah.
Sementara itu seperti biasa, anak-anak remaja dan dewasa yang mempunyai kesadaran mengasah literasi baca dan tulisnya juga pada saling berdatangan lewat depan kedai Cak Ifin menuju “rumah baca” yang berada di samping kanan belakang kedai Cak Ifin.
“ Kalau tidak salah hari ahad depan ini malam tanggal lima belas mbulan, orang-orang menyebut dengan istilah ‘malam nisfu sya’ban”, tentang amalan apa dan bagaimana keutamaannya malam nisfu sya’ban . Topik ini saja yang kita bahas dalam diskusi malam ini” Ungkap Kang Brahim. “ Setuju, Kang, agar kita tahu, mengerti dan bisa ikut mengamalkannya. “ ujar Kang Karim. .” Iya, saya juga setuju.” kata Kang Dul Ngadi. Semua yang hadir semua sependapat.
“Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka yang ada di Kedai Kopi serentak, bagaikan paduan suara. “Kopi thok ae seperti biasanya, tapi agak manis sedikit Cak,,”.pesannya.
“Cak Ibnu Djufry, dulur-dulur tadi sepakat topik diskusi malam ini masalah seputar “malam nisfu sya’ban” bagaimana menurut pendapat sampean Cak.” Kata Kang Brahim, selaku kordinator diskusi. “Wah, itu pas banget dulur-dulur, karena ins sya Allah hari Ahad malam Senin depan itu pas malam tanggal lima belas mbulan.” Jawab Cak Ibnu Djufry.
Sya’ban adalah salah satu bulan istimewa, bulan yang dihormati. Keistimewaan bulan ini dimulai semenjak dari awal bulan hingga akhir bulan. Keistimewaan yang lebih terutama pada malam nisfu Sya’ban. Yaitu malam ke lima belas pertengahan bulan sya’ban.” Jelasnya.
“Pada malam inilah sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih dari Mu‘az bin Jabal Radhiallahu ‘anhu, “Allah mendatangi semua makhlukNya dan memberikan ampunan kepada mereka atas segala dosa kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan” (HR. Ibnu Majah, at-Thabrani dan Ibnu Hibban)
Dalam riwayat lain. ,Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, “Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?”Aku menjawab, “Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?” Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”Beliau bersabda, “Ini adalah malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya’ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.” (HR Al-Baihaqi)
Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: "Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing." (H.R. Ibnu Majah).
“Sedang beberapa amalan yang dapat dilakukan, yaitu : Pertama. Melasanakan shalat Sunnah mutlak 2 rakaat, bakda shalat magrib, Pada rakaat pertama setelah membaca al-fatihah, kemudian membaca surah al-Kafirun. Pada raka’at kedua, setelah membaca al-fatihah kemudian membaca surah al-ikhlas.”, jelasnya.
“Kedua. Membaca surat Yaa siin tiga kali. Setelah membaca surat Yaa siin pertama: Berdoa mohon dipanjangkan umur yang manfaat berkah karena ibadah kepada Allah (Usia yang sehat jasmani rohani & penuh manfaat, diridhoi Allah swt). Setelah membaca surat Yaa Siin kedua: Berdoa mohon rizki yang banyak, halal, dan berkah untuk bekal ibadah kepada Allah. Kemudian setelah membaca surat Yaa Siin ketiga: Berdoa memohon Keteguhan Iman, dan islam. Supaya tetap istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran sampai akhir hayat (khusnul khotimah).. Kemudian setelah itu bisa memperbanyak berdzikir dengan membaca kalimat-kalimat thayyibah. Kemudian membaca doa lagi. Sebagaimana doa yang ada dalam risalah majmu’ syarif”:
“Ketiga. Di siang harinya tanggal lima belas mbulan melasanakan puasa Sunnah, dan ini otomatis juga bagian dari puasa yaumul bidh (puasa putih). termasuk hari hari purnama (tanggal 13-14-15 Hijriyah) yang dianjurkan untuk berpuasa di setiap bulan.”, tambahnya. Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Bulan Ramadhan.
Karena sudah malam, kita rehat dulu, besok dilanjutkan dengan topik yang lain. “Jangan lupa tahajud, jamaah shalat shubuh,” pesannya.“Assalamualaikum,” Kemudian Cak Ibnu Djufry pamit pulang terlebih dulu. ‘ Walaikumussalam wr wb. Jawab mereka.
Dari berbagai sumber.
Salam literasi
Wismah Berkah, Jombang,26 Maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan