Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pentingnya Rasa Malu

Kedai Kopi Literasi ke-18

Pentingnya Rasa Malu

( Tagur hari ke-140 )

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Kedai Cak Ifin malam itu cukup ramai. Tidak saja pelanggan tetap yang sudah jadi jamaah kedai kopi literasi, tetapi mulai banyak yang datang dari luar desa. Rupanya, mereka datang di samping ingin membuktikan kopi murni Cak Ifin yang terkenal sedap dan mak nyus, dan aneka macam jajanan gorengan yang murah meriah,

Selain itu, mungkin juga karena nama kedai kopi yang berubah dengan nama baru dengan tambahan literasi dibelakangnya. Menjadikan orang semakin tahu, kalau ngopi di kedai Cak Ifin tidak hanya sekedar menikmati kopi, jajan gorengan, dan ngobrol ngalor ngidul hanya pepesan kosong belaka, tapi obrolannya dikemas menjadi diskusi yang sangat bermanfaat, sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Yang hadir merasa dapat pencerahan. Apalagi naskah kiprah kedai kopi literasi telah menjadi salah satu pemenang dalam lomba menulis buka :literasi Masyarakat”.

“Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak meski tanpa dikomando. Setelah memesan kopi, seperti biasanya tidak pahit-pahit. “Wah, sepertinya tambah teman, tambah ramai, seru banget,” tanya Cak Ibnu Djufry’

“Dalam kehidupan yang semakin modern saat ini, sepertinya rasa malu kian hari semakin hilang di tengah kehidupan masyarakat sehingga banyak orang yang tidak mempunyai rasa malu lagi, baik malu pada diri sendiri, malu pada orang lain, apalagi malu kepada Allah Swt. ” ungkap Kang Brahim. ”Realitas ini dapat kita perhatikan di mana-mana, hampir dalam semua aspek kehidupan.”, tambahnya.

”Benar, Cak. Orang yang tidak punya rasa malu biasanya akan melakukan apa saja yang diinginkan dengan seenaknya. Kini banyak orang yang tak segan-segan mengabaikan kewajiban agama, tidak malu mengambil uang rakyat, tidak malu lagi melakukan perbuatan keji, asusila, maksiat dan tindak kriminalitas lainnya secara terang-terangan. Bahkan yang namanya mengumbar aurat sudah menjadi hal yang biasa.”, ujar Cak Udin. ”Sungguh memprihatinkan.”, tegasnya..

Padahal Rasulullah Saw sudah berwasiat agar menghiasi diri dengan pekerti malu. Beliau bersabda : ”Rasa malu itu tidak mendatangkan apapun, kecuali hanya kebaikan.” (H.R. Bukhari). Sedangkan malu itu, juga sebagian dari iman.” Jelasnya.

”Sifat malu itu penting bagi manusia, karena: 1. Malu adalah pekerti Islam. Setiap agama itu memiliki pekerti, dan pekerti Islam adalah malu. 2. Malu itu sebagian dari iman, sementara orang yang memiliki iman itu akan masuk surga. Jadi malu itu adalah cabang dari sekian banyak cabang keimanan. 3. Apabila manusia memiliki rasa malu, Allah Swt akan melindunginya. Dalam sebuah pepatah lama dikatakan ; ”Barang siapa yang menghiasi dirinya dengan pekerti malu, maka orang lain tidak dapat melihat kelemahannya.”

4. Malu dapat menghidupkan hati, orang yang memiliki rasa malu , maka ia akan bersyukur kepada Allah Swt, sabar atas cobaanNya, bersikap rendah hati dengan orang lain, dan khusu’ dalam shalatnya. Seorang gadis yang mempunyai rasa malu, akan dapat memelihara kesucian dirinya. 5. Malu dapat menebarkan rasa cinta dan kasih sayang di antara umat Islam.”

Cak Ibnu Djufry menjelaskan bahwa Salman Al Farisi pernah berkata : ”Apabila Allah hendak menghancurkan seorang hamba, maka Allah akan mencabut rasa malu dalam dirinya. Apabila rasa malu telah tercabut dalam dirinya, maka engkau akan menjumpainya sebagai orang yang tidak disukai (manusia) lagi dibenci (Allah). Apabila mereka menjadi orang yang dibenci (Allah), maka sifat amanah akan dicabut darinya, sehingga ia akan menjadi seorang penghianat. Apabila ia menjadi penghianat, maka rahmat Allaakan dicabut darinya, sehingga ia akan menjadi orang yang berpekerti buruk lagi tidak memiliki kasih sayang. Apabila hal ini terjadi, maka ia akan menjadi seperti setan yang terlaknat.” Naudzu billah.

”Lalu bagaimana caranya Cak , agar kita bisa menghiasi diri dengan sifat malu.” tanya Kang Karim, ”Di antara caranya; 1. Kita harus ingat bahwa Allah itu maha mengetahui segala sesuatu meskipun yang paling lembut, sehingga tahu gerak gerik kita, bahkan apa yang ada dalam hati kita. Dengan begitu kita tidak akan berani lagi berbuat maksiat atau dosa. Dalam hal ini kita dapat belajar dari kisah seorang penggembala kambing yang diuji oleh Umar bin Khatab ra. agar menjual kambingnya padanya. ”Ini bukan kambingku, Aku hanyalah seorang budak,” kata sang penggembala. ”Katakan pada tuanmu kambing itu telah dimakan serigala,” bujuk Umar ra. Sang penggembala berkata, ”Lalu di mana Allah.” Mendengar jawaban tersebut Umar ra. menangis, dan akhirnya sang penggembala itu dimerdekakannya.” tambahnya.

2. Kita harus selalu ingat dan sadar bahwa yang memberi banyak nikmat itu Allah, kita tidak bisa mengklaim bahwa keberhasilan dalam kedudukan atau jabatan, kesuksesan dalam berkarir, kekayaan dan kepintaran yang kita miliki itu hakekatnya bukanlah hasil usaha kita semata. Bahkan tak ada seorang pun yang bisa mengelak jika suatu saat diambilNya. Karena itu harus senatiasa bersyukur kepada Allah Swt.

3. Kita harus ingat dan sadar bahwa Allah akan meminta pertanggung jawaban atas segala sesuatu yang kita perbuat, baik yang besar atau yang kecil, yang banyak atau yang sedikit, dan yang terang maupun yang samar.” jelanya.,

Karena sudah malam kita rehat dulu, jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh, ya!.. “Saya dulu, Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang duluan. . Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka semua. Mereka juga menyusul pulang.

Sumber : buku ’ Min Washaayaa Ar Rasuul Lil Athfaal’ Dr. Hamid Ahmad At Thahir, Edisi Bahasa Indonesia, Nasihat Rasulullah SAW untuk Anak. 2006.

Salam literasi

Wisma Berkah, Jombang,28 Maret 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post