Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Penyakit Hati, dan Obatnya

Kedai Kopi Literasi ke-20

Penyakit Hati, dan Obatnya

( Tagur hari ke-142)

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Meskipun hujan gerimis, awan di langit hitam tebal. Udara pun terasa dingin hingga menelusup ke pori-pori. Namun tak mengurangi semangat pelanggan kopi Cak Ifin. Buktinya selepas jamaah shalat isyak, kedai kopi cak Ifin sudah ramai jamaah diskusi. Lebih-lebih pembahasan kemarin, tentang Penyakit hati, dan obatnya masih belum tuntas. Terutama tentang apa saja macam-macamnya obat penyakit hati. Mereka pada penasaran, segera ingin tahu jawabannya, tidak ingin ketinggalan, karena itu yang paling penting..

Sementara itu, seperti biasa anak-anak remaja dan dewasa yang mempunyai kesadaran mengasah literasi baca dan tulisnya pada berlalu lalang lewat depan kedai Cak Ifin menuju “rumah baca” yang berada di samping kanan belakang kedai Cak Ifin.

“Dulur-dulur, jangan-jangan, tanpa kita sadari kita ini juga telah dihinggapi penyakit hati.” Kata Kang Brahim, . membuka obrolan malam itu. “ Karena perasaan, masih belum bisa merasakan manisnya ibadah, shalat saja masih terasa terpaksa karena kewajiban. Belum merasa menjadi kebutuhan“, tambahnya..

“ Benar sampean Kang. Lha whong kurang setengah bulan lagi bulan Ramadhan, tanpa kita sadari, kadang kita bilang, “wah wis arep poso neh (Wah sudah mau puasa lagi) seakan terasa terbebani. Padahal semestinya harus merasa senang, disambut dengan suka cita.” Ungkap. Cak Zain. “ Barang siapa yang merasa senang bahagia menyambut datangnya bulan ramadhan, maka diharamkan jasadnya dari api neraka.” tambahnya dengan menyitir sebuah hadist.

Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak seperti paduan suara. “: Kopi, seperti biasanya,Cak, tapi agak manis sedikit, sama mie kuahnya rasa bakso . “Wah, sepertinya tambah teman, tambah ramai, seru banget,” kata Cak Ibnu Djufry.

“ Dulur-dulur, Dari tanda-tanda orang yang dihinggapi penyakit hati kemarin, dapat disimpulkan penyebabnya adalah :

1. Tidak ada atau kurangnya memperhatikan pendidikan nilai-nilai keagamaan atau (keimanan).

2. Berteman dengan orang-orang yang tidak baik orang fasik dan arti maksiat.

3. Menykbutkan diri dengan istri, anak, dan harta dari pada taat kepada Allah.

4. Sibuk dengan urusan jabatan, pangkat, dan kekuasaan namun melupakan kewajiban dari Allah.

5. Berlebih-lebihan dalam makan minum sehingga merusak pencernaan dan juga menyebabkan malas dalam beribadah.” Jelasnya.

Rehat sejenak, Cak Ibnu Djufry makan mie kua, sedang yang hadir ada nyeruput kopi, ada yang makan mie, makan jajan gorengan, tahu isi, pisang goreng, dsb.

“Tidak ada orang yang dapat terhindar dari penyakit hati, hanya saja kadar sakitnya berbeda, ada yang ringan, sedang, dan berat. Karena penyakit hati dapat merusak amal ibadah, maka kita harus berusaha sedini mungkin mengobatinya secara rutin.” Ujar Kang Dul Ngadi.

Cak Ibnu Djufry menjelaskan, dalam kitab ‘Athariiqatu Ilallah” diterangkan, bahwa obat penyakit hati itu ada lima.

1. ‘Qiroaatul qur’an bittadabburi’ (Membaca qu’ran dengan memahami maksudnya). K arena Al Quran dapat menjadi rahmat dan penyembuh penyakit hati. Allah berfirman yang artinya ; “Dan kami turunkan dari Al Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.“(Q.S. Al I:sra 82). Sehubungan dengan hal ini Rasulullah SAW, bersabda yang artinya, “Sebaik-baik obat adalah Al Quran.” (H.R. Ibnu Majah).

2. Khallaaul bathni ( perut yang lapar) mengosongkan perut dengan membiasakan puasa sunnah karena dapat membuat hati terasa enak badan terasa ringan untuk beribadah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Hidupkanlah hatimu dengan sedikit ketawa dan sedikit kenyang, cuci,lah hatimu dengan lapar maka hati itu akan menjadi bersih dan lembut.” Dalam hadist lain beliau bersabda ; “Tiga hal yang menyebabkan hati menjadi keras, suka tidur, suka menganggur, dan gemar makan.”, jelasnya.

3. ‘Qiyaamul lail’ ( Beribadah di malam) ini merupakan kebiasaan orang orang shalih karena dapat mengusir tipu daya setan, mencegah perbuatan dosa, dan menolak penyakit jasmani maupun rohani. Sehubungan dengan hal ini Allah swt berfirman yang artinya ; “Dan pada sebagian malam hari shalat tahajud lah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”: (Q.S. Al Isra’ : 79.).”, tambahnya.

4. Attadharru’u fissharri” ( Ndepe-ndepe di waktu sahur). sepertiga akhir malam ada lah waktu mustajab untuk berdoa dan bermunajat pada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya : “Keputusan Tuhan kita setiap malam turun ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga yang akhir Dia berfirman barangsiapa yang berdo’a kepadaKu akan Aku kabulkan, barangsiapa yang meminta kepadaKu maka Aku akan memberinya, dan barangsiapa minta ampunan kepadaKu maka aku akan mengampuninya.”

5. “Mujaalasatus Shaalihiin” ( Bergaul dengan orang-orang shalih. Sering bergaul dengan orang-orang shalih dapat mendorong untuk meneladani perilaku mereka baik dari segi perkataan, perbuatan dan pola gaya hidup mereka. Dalam masalah berteman Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya, yang artinya: "perumpamaan teman yang shalih adalah seperti pemilik minyak wangi seandainya kamu tidak mendapatkan sesuatu darinya maka kamu akan mendapatkan bau (wanginya). Dan perumpamaan teman yang jelek adalah seperti pemilik ubupan(alat alat peniup api) tukang besi. kalau kamu tidak mendapatkan percikan (apinya), maka kamu akan mendapatkan asapnya." (HR.Abu Daud).” Jelasnya.

Karena sudah malam waktunya rehat. “Untuk diskusi malam ini kita cukupkan dulu, besok kita lanjutkan. jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh, ya!.. “Saya dulu, Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang duluan. . Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka semua. Mereka juga menyusul pulang.

Sumber rujukan : Berbagai sumber.

Salam literasi

Wisma Berkah, Jombang,30 Maret 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post