Penyakit Hati, dan Obatnya
Kedai Kopi Literasi ke-19
Penyakit Hati, dan Obatnya
( Tagur hari ke-141)
Oleh. Khusrur Rony Djufry
Kedai kopi Cak Ifin dari hari ke hari tampak semakin bertambah banyak yang datang, tidak hanya orang-orang sekitar dalam desa, tapi kini juga mulai banyak yang datang dari beberapa tetangga desa. Ketepatan malam itu cuacanya cukup cerah., apalagi tepat tanggal lima belas sya’ban, Padhang mbulan, jadi kelihatan terang. Suasananya semakin ramai.
Sementara itu anak-anak remaja dan dewasa yang mempunyai kesadaran mengasah literasi baca dan tulisnya pada berlalu lalang lewat depan kedai Cak Ifin menuju “rumah baca” yang berada di samping kanan belakang kedai Cak Ifin. Meskipun perbendaraan buku bacaan belum cukup banyak, setidaknya sudah bisa sedikit membantu yang mereka butuhkan.
“Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak seperti paduan suara. Setelah memesan kopi, seperti biasanya tidak pahit-pahit. “Wah, sepertinya tambah teman, tambah ramai, seru banget,” tanya Cak Ibnu Djufry’
“Di zaman modern saat ini, telah terjadi perubahan hampir dalam semua bidang kehidupan akibatnya terjadi pergeseran tata nilai, baik nilai budaya, sosial, politik, lebih lebih nilai ajaran agama.” Ugkap Cak Udin..
“Gaya hidup pun menjadi cenderung pragmatis materialistik. Sedang dalam dunia kerja kian hari terasa semakin sulit, penuh persaingan dan serba kompetitif sehingga siapa yang tidak dapat menyesuaikan diri bisa, pusing, gelisah, cemas,stress,gila, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Naudzu billah” tambahnya.
“Dalam kondisi sulit ini banyak orang peteng Cak, Bila imannya lemah, bisa nekat, cari jalan pintas, melakukan apa saja, misalnya mencuri, merampok, menipu, cari pesugihan, njambret, korupsi, jadi kurir obat terlarang, jadi wanita penghibur bahkan jadi wanita tuna susila (WTS) dan sebagainya.” Ujar Kang Brahim.
“Benar Ca. Padahal kondisi sulit kan dirasakan bersama, .Ironisnya seringkali pelakunya itu ya juga shalat. Ini barangkali hatinya telah dihinggapi penyakit hati.” Kata Cak Zain. “Lalu apa Cak tanda-tandanya orang yang dihinggapi penyakit hati. “ tanya Cak Zain.
Seusai menyeruput kopi, :Cak Ibnu Djufry menjelaskan bahwa orang yang dihinggapi penyakit hati tanda-tandanya di antaranya ;
1. Hatinya terasa keras. Banyak orang mengeluh tidak bisa merasakan manisnya ibadah. Hatinya tak tak terpengaruh oleh bacaan ayat-ayat qur’an maupun nasihat agama. “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu bahkan lebih keras lagi .”(Q.S. Al-baqarah : 74).Dalam ayat lain juga disebutkan misalnya dalam Al –An’am:43, Al-Maidah:13. Al-Hadid:16.”
2. Hatinya terkunci.. Allah berfirman yang artinya: “ Demikianlah kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas. “ (Q.S. Yunus :74), Ayat senada disebutkan dalam Q.S. Al-A’raf:101, Ar Rum:59.” Jelasnya.
3. Hatinya lalai dari berdzikir kepada Allah, Sehingga shalat tida khusu’, tenggelam dalam urusan dunia. Allah berfirman yang artinya ; “Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (. QS.Al- Kahfi :28).” tambahnya.
4. Riya’ dan malas dalam melakukan ibadah. Allah berfirman yang artinya ; “ Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas mereka bermaksud riya’ (dalam salat ) di hadapannya manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (Q.S. An-Nisa’:142.). Ayat serupa ada dalam Q.S. At- Taubah: 54.”
5. “Hubbu riyaasah” (senang menjabat sebagai pemimpin) atau “sum’ah” (senang popularitas), sombong, membanggakan diri, dan merasa takjub pada dirinya sendiri Allah swt berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Q.S. Luqman : 18).”, jelasnya.
6. Melakukan perbuatan yang haram. Bahkan terperosok dalam kemaksiatan. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di dalam tubuh itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh tubuhnya.Dan apabila ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya.Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
“ Jadi jika seseorang telah dihinggapi penyakit hati maka akan mudah dikuasai oleh setan banyak berteman dengan orang-orang fasik atau orang sesat. Karena imannya semakin lemah maka penyakit hatinya kian bertambah sehingga hatinya tertutup tak mau tahu yang diperbuat itu berdosa atau tidak. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Orang yang terbiasa berbuat dosa (fajir) melihat dosa-dosanys seperti lalat yang lewat pada hidungnya. Dia berkata ini, hanyalah seperti ini.” (H.R. Bukhaqri). “terangnya
Karena sudah malam waktunya rehat. “Untuk diskusi malam ini kita cukupkan dulu, besok kita lanjutkan. jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh, ya!.. “Saya dulu, Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang duluan. . Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka semua. Mereka juga menyusul pulang.
Sumber rujukan : Berbagai sumber.
Salam literasi
Wisma Berkah, Jombang,29 Maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan