10 Hari Kedua Bulan Ramadan (2)
Kedai Kopi Literasi ke-28
10 Hari Kedua Bulan Ramadan (2)
( Tagur hari ke-167)
Oleh. Khusrur Rony Djufry
Meskipun sebelum magrib sempat hujan sebentar. Alhamdulillah malam hari ini, bakda shalat tarawih, cuacanya tidak mendung lagi, berangsur-angsur semakin cerah. Rembulan pun semakin menampakkan sinarnya. Sehingga semakin terang, apalagi dengan adanya penerangan lampu di pinggir jalan dan lampu-lampu di disudut-sudut mushallah yang berjarak kurang lebih 50 meter dari kedai kopi Cak Ifin.
Seusai jama’ah shalat tarawih empat serangkai yaitu ; Kang Dul Ngadi, Kang Karim, dan Kang Brahim, serta Kang Paijan, tidak pulang, tapi lansung menuju Kedai kopi Cak Ifin. Seperti biasa untuk menikmati jajan gorengan dan ngopi, yang terpenting mereka juga ingin dapat tambah ilmu dan wawasan.
Sehabis Cak Ifin membuatkan kopi rombongan empat serangkai. Kemudian datang rombongan Kang Majid, Kang Rohib, dan Kang Paidi datang bersamaan. Di belakangnya disusul rombongan Cak Zain, Cak Udin, dan Cak Lan, serta Cak Nur dari desa sebelah. Yang mana mereka merupakan anggota jamaah diskusi yang selalub hadir.
Beberapa menit kemudian. “Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab merek serentak tanpa dikomando. “ Cak Ifin, kopinya agak manis sedikit.” pesan Cak Ibnu Djufry . Kemudian mengambil pisang goreng.
“Dulur-dulur, Pokok bahasan malam ini, yaitu melanjutkan kemarin yang belum tuntas, yaitu tentang bertobat, pengertian, syarat, dan cara taubatan nasuha, serta bagaimana kita bisa terbebas dari dosa haqqul adam,.”ungkap Kang Brahim membuka obrolan diskusi malam itu.
“Baiklah dulur-dulur. Tobat itu berasal dari bahasa Arab, taba-yatibu-tawbat yang berarti penyesalan atau kembali. Menyadari dan menyesali kesalahan itu disebut dengan tobat. Dalam hadits Rasul dikatakan,“Menyadari kesalahan adalah tobat,” (HR Ibnu Majah). Bentuk tobat tergantung pada besar atau kecilnya kesalahan seseorang. Sedang tobat nasuha merupakan bentuk penyesalan tertinggi dalam agama Islam, yang disertai dengan permohonan ampun dan berniat tidak akan mengulangi kesalahan yang sama..”ungkap Cak Ibnu Djufry.
Sedang syarat-syaratnya tobat adalah : Pertama. Orang Islam. Sebagaimana firman Allah : "Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih".( QS. An-Nisa ayat 18)
Kedua. Ihlas, harus benar-benar menyesal atas kesalahan yang telah diperbuat, dengan sungguh-sungguh bertobat dan mengharap ridho Allah. Sebagaimana firman Allah. "Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu. (Q.S. At-Tahrim ayat 8:)
Ketiga. Mengakui segala kesalahan atau dosa yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak beristighfar pada Allah SWT berdoa, memohon ampunan kepada Allah dengan penuh penyesalan..
Keempat. Sangat menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan, menghadirkan rasa takut yang kuat kepada Allah. Sehingga muncul perasaan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
“Sepertinya yang berat bagi orang-orang itu pada umumnya syarat yang nomor empat, Setelah melakukan dosa katanya tobat, eh ternyata kembali lagi berbuat dosa Apalagi bagi mereka yang masih mudah-mudah.” Ungkap Cak Zain, sambil sesekali menghisap panjang-panjang rokok Gudang Garam Surya kesukaannya.
Kelima. Berhenti melakukan perbuatan dosa. dengan selalu berusaha menghiasi diri dengan amal ibadah dan amal kebaikan yang lebih baik. Allah berfirman : "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui". (Q.S. Al-Imran ayat 135).
“Kemudian caranya bertobat bagaimana Cak, apa ya terus dengan memperbanyak membaca istighfar.” tanya Kang Karim.
“Kemarin sudah sempat kita singgung, bahwa kesalahan dan dosa seseorang itu ada yang terkait dengan haqqullah dan haqqul Adam. Kalau yang berhubungan dengan haqqullah, maka seseorang harus memohon ampunan Allah, tergantung dengan berat kecilnya kesalahan atau dosa yang telah diperbuat. Kalau khilaf atau dosaa kecil bisa dengan membaca istighfar,” ungkap Cak Ibnu Djufry. Yang kemudian menyeruput kopinya.
Tapi bila dirasa salah atau dosanya termasuk sudah tingkatan menengah atau tergolong besar ya sebaiknya dengan bertobatan nasuha.Bertobat dengan sungguh-sungguh dengan hati yang ihlas dengan memohon ridho Allah SWT. Sedang cara melaksanakan shalat tobat. Sebaiknya dilaksanakan di saat sepertiga akhir malam dengan melaksanakan shalat tahajud terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan shalat taubat.” Jelasnya.
“Usai shalat taubat, lalu berdizikir dengan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil, misalnya masing-masing dibaca minimal 100 kali. Rasulullah saw :bersabda, yang artinya ; “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan, tetapi berat dalam timbangan amalnya, serta dicintai Allah yang Maha Rahman, yaitu Subhanallah wa bihamdihi, subhaanallah hil adziim. “ (H.R. Bukhari, Muslim, Turmudzi, Nasai, dan Ibnu Majah).
Sedang tentang keutamaan bacaan tahlil, Rasulullah SAW bersabada : “Dzikir yang paling utama adalah “laa ilaaha illallah. “(H.R. Tirmidzi). Dalam hadist lain “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘laa ilaaha illallah, maka dia akan masuk surga.” (H.R. Abu Dawud).tandasnya. Yang kemudian menyeruput kopi yang masih tersisa.
“Karena sudah jam 22.35 wib, Kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya. waktunya rehat dulu. Mari dihabiskan dulu kopinya. Jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka. Mereka semua pun menyusul pulang.
Wisma Berkah, Jombang, 24 /4/2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan