Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

10 Hari Kedua Bulan Ramadan (3)

Kedai Kopi Literasi ke-29

10 Hari Kedua Bulan Ramadan (3)

( Tagur hari ke-168)

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Seusai shalat tarawih hujan cukup deras. Untungnya sebagian besar jama’ah diskusi sudah datang terlebih dulu di kedai Cak Ifin sebelum hujan. Mereka yang lebih dikenal dengan empat serangkai, yaitu ; Kang Dul Ngadi, Kang Karim, dan Kang Brahim, serta Kang Paijan. Mereka juga selalu ada bersama saat shalat jamaah lima waktu di mushalla Al Barokah

Sehabis Cak Ifin membuatkan kopi dan mie rombongan empat serangkai. Kemudian datang rombongan Kang Majid, Kang Rohib, dan Kang Paidi datang bersamaan.

Beberapa menit kemudian. “Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak seperti koor paduan suara. “ Cak Ifin, kopinya agak manis sedikit sama mie kuanya.” pesan Cak Ibnu Djufry .

Ketika acara akan dimulai, rombongan Cak Zain, Cak Udin, dan Cak Lan, serta Cak Nur dari desa sebelah, dikira tidak datang, eh ternyata datang juga. Memang mereka merupakan anggota jamaah diskusi yang selalu hadir.(aktif).

Dulur-dulur, Pokok bahasan pada diskusi malam hari ini, yaitu melanjutkan kemarin yang belum tuntas, yaitu setelah melasanakan shalat tobat, kemudian memperbanyak berdzikir dengan membaca tasbih, tahmid, dan, tahlil. Masing-masing minimal dibaca seratus kali, ingat saya begitukan dulur-dulur.” ungkap Kang Brahim yang juga merupakan Koordinator majlis diskusi di Kedai kopi literasi, membuka obrolan diskusi malam itu.

“Baiklah dulur-dulur. Setelah membaca tasbih, tahmid, dan, tahlil, kemudian berdzikir membaca Istighfar “ Astaghfirullahal ‘adhiim”, dan lebih baik lagi jika membaca sayyidul istighfar.” ungkap Cak Ibnu Djufry.

“Mohon maaf Cak, bacaan sayyidul istighfar itu yang bunyi bacaannya bagaimana ?”tanya Kang Dul Ngadi.

Sayyidul istighfar itu artinya gustinya atau penghulunya istighfar. Sedang bacaannya yaitu ; Allahumma anta rabbii laailaaha illa anta, khalaqtanii wa ana abduka wa ana ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzu bika minsarrima shana’tu abuu’u laka bini’matika ‘alaiyya wa abuu’u bidzanbii faghfirlii fainnahu laayaghfiru dzunuuba illa anta.” Memang bacaan ini jarang orang yang hafal.” tuturnya.

Sehubungan dengan hal ini, Cak Ibnu Djufry menyampaiakan sebuah hadist yang artinya ; “ Siapa yang membiasakan diri beristighfar, maka Allah akan memberikan kesenangan ketika menghadapi kesedihan,dan akan memberikan jalan keluar dari masalah serta memberikan rizeki tanpa diduga sebelumnya.” (H.R. Abu Daud dan Nasai).” Ungkap Cak Ibnu Djufry.

“Sehabis berdzikr membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan shalat hajat, dan ditutup denganshalat witir, ini dilakukan setiap malam sampai dirasa hati sudah merasa tenang dan tidak merasa gelisah karena dihantui perasaan ada beban dosa.”:tambahnya.

. “:Jika mempunyai banyak waktu luang di rumah, hendaknya rumah itu dihiasi dengan banyak membaca Al Quran. Agar menjadikan rumah sebagai tempat yang menyenangkan,, “”baitii jannatii.” Rumahku adalah surgaku. Sebab rumah yang tidak pernah dipakai membaca qur’an dan shalat itu bagaikan kuburan.” Tandasnya.

“Sedang di antara keutamaannya membaca Al Quran di hari kiamat nanti. Bahwa al Qur’an akan memberikan syafaat kepada yang membacanya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Yang artinya : “Bacalah olehmu Al qur’an, karena ia sesungguhnya pada hari kiamat kelak akan datang memberi syafaat. (HR. Muslim).

Disamping itu membaca Al Qur’an pahalanya cukup besar. Rasululullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf Al Qur’an, ia akan memperoleh satu kebaikan, dan satu kebaikan itu nilainya sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif, lam, mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf .” (H.R. At Turmudzi). “Selain dengan membaca Al Qur’an, bisa juga dengan membaca shalawat, yang nilai keutamaanya juga cukup besar. Rasulullah SAW bersabda ; artinya ; “ Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali. Maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. “(H.R. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i). Kemudian menghiasi diri dengan amal ibadah dan perbuatan yang baik.”jelasnya Cak Ibnu Djufry lalu menyeruput kopinya.”

“Sedang dosa atau kesalahan yang berhubungan dengan haqqul adam ( hak-hak manusia), maka tobatnya tidak cukup hanya meminta maaf, tapi juga harus membebaskan diri dari hak-hak tersebut. Kalau terkait dengan mengambil materi (mencuri, merampok, menipu), orang lain dengan cara yang tidak halal. Maka tobatnya harus mengembalikan materi tersebut kepada pemiliknya

. “Misalnya, mau mengembalikan barangnya tapi tidak tahu pemiliknya itu bagaimana Cak.”: tanya Kang Karim. “Jika pemiliknya sudah meninggal maka diberikan kepada ahli warisnya. Kalau tidak diketahui pemiliknya dan ahli warisnya, disedekahkan atas nama pemiliknya. “ jawab Cak Ibnu Djufry, setelah itu menyeruput kopi hangatnya.

“Kemudian kalau mau mengembalikan barangnya, tapi sudah habis atau sudah tidak ada barangnya, terus bagaiamana Cak.” tanya Kang Paijan. “ Caranya harus menggantinya dengan nilai yang sama.” Jawabnya.

“Kalau dosa atau kesalahan yang berhubungan dengan haqqul adam ( hak-hak manusia), sifatnya non materi, mendhalimi secara fisik misalnya mencelakai . atau memukul, maka tobatnya, selain meminta maaf, juga harus memberi ganti rugi atas biaya pengobatan orang yang didhalimi itu, sampai orang yang didhalaimi ridha dan memaafkannya.

“Sedangkan kalau karena menyakiti hati misalnya, memfitnah, ghibah, mengadu domba, menipu, dsb,, maka tobatnya harus. meminta maaf kepada orang yang didhalimi. sampai orang yang didhalimi memaafkan dan ridha. Dan sebaiknya juga mendoakan kebaikan pada orang yang didhalimi.

“Karena sudah jam 22.35 wib, waktunya rehat dulu. Mari dihabiskan dulu kopinya. Jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka. Mereka semua pun menyusul pulang.

Salam literasi

Wisma Berkah, Jombang, 25 /4/2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post