Aroma KopiLiterasi
Puisi ke-48
Aroma KopiLiterasi
( Tagur hari ke-157
Oleh. Khusrur Rony Djufry
Di saat malam
Gelap sepi
Sunyi senyap
Hujan gerimis
Udara dingin
Menulusup pori-pori
Tanpa sadar menghirup
Semerbak menyengat kuat
Aroma kopi sangat sedap
Menyeruak dinding hidung
Menggoda selera
Menelan ludah
Para pecandu kopi
Bangkit berdiri
Berburu mencari
Di mana aroma kopi
Berarah
Secangkir kopi hitam
Panas pahit manis
Menggelorakan cita-cita
Membangkitkan rasa cinta
Memunculkan inspirasi
Menggalirkan ide-ide
Baru murni
Salam Literasi
Wismah Berkah, 14/4/2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan