Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Hakikat Orang Pintar

Kedai Kopi Literasi ke-23

Hakikat Orang Pintar

( Tagur hari ke-145)

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Malam ini, cuacanya cukup cerah, meskipun rembulan baru terbit di ufuk timur. Namun sinar terangnya sudah mulai nampak. sayang tidak secerah wajah Kang Brahim yang kelihatannya suram seperti mendung. Entah apa yang terbesit dalam benak pikirannya.

Sementara Kang Karim, senyum-senyum sendiri WA-an di sudut pojok kiri kedai, sambil sesekali makan pisang goreng dan menyeruput kopi yang ada dihadapannya. Sedang Kang Dul Ngadi dan Kang Paijan ngobrol berduaan di pojok kanan kedai. Sesekali mereka tertawa, entah apa yang ditertawakan.

Kemudian, Kang Majid dan Kang Paidi datang hampir bersamaan dengan Cak Zain, Cak Udin, Cak Lan, dan Cak Nur dari desa sebelah. Mereka sudah sering ke Kedai kopinya cak Ifin. Bahkan sudah menjadi jamaah diskusi .

Melihat wajah Kang Brahim yang sejak tadi tidak cerah , tidak sumringah seperti biasanya, “Ada apa Kang Brahim, tumben kok tidak seperti biasanya, tidak ceriah dan kurang bergairah.” tanya Kang Karim.

“Benar Kang, setelah mendengar penjelasan Cak Ibnu Djufry kemarin malam, bahwat, dunia adalah ladang untuk mempersiapkan bekal kehidupan di akhirat, dan yang kita cari di dunia ini bukanlah harta, kedudukan, pangkat atau jabatan. Sebab dunia ini nanti akan hancur musnah, kesenangan dunia hanyalah semu, penuh tipuan. Kehidupan yang sebenarnya adalah di akhirat,”

Kemudian ”Ketika di akhirat nanti, semua aktivitas manusia saat di dunia akan ditanyakan, harta atau kekayaannya diperoleh dari mana?, dipergunakan untuk apa? Umurnya dihabiskan untuk kegiatan apa saja?, dan seterusnya. ketika sampai di rumah saya tidak bisa tidur, saya merenung,terus..” Demikian ungkap Kang Brahim, tentang .apa yang menjadi penyebab wajah dirinya tidak cerah dan tidak sumringah.

“ Sebenarnya, saya juga demikian. Sama dengan sampean Kang Brahim. Saya kepingin segera tahu bagaimana penjelesannya Cak Ibnu Djufry. Karena itu saya tadi berangkat agak awal, ” Sahut Cak Zain.

Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak meskipun tanpa dikomando. “: Kopi, seperti biasanya,Cak, tapi agak manis sedikit,. Cak.” pesen Cak Ibnu Djufry.

Setelah makan jajan gorengan dan meminum kopi.“Dulur-dulur tentu ingin tahu bekal apa yang harus dipersiapkan untuk kehidupan di akhirat. “ kata Ibnu Djufry.

“Benar Cak, saya penasaran segera ingin tahu. Saya kira semua dulur-dulur ini semua juga sama,” kata Kang Brahim.

Kemudian menyampaikan riwayat dari Abi Bakar As-Shiddiq RA (Barang siapa yang memasuki kubur tanpa membawa bekal yaitu berupa amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu).” Jelasnya.

“Bagaimana menurut sampean, jika ada orang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu atau kapal.” tanya Cak Ibnu Djufry. “Sangat kecil kemugkinannya bisa berhasil. Lebih banyak tenggelamnya, dan tidak mungkin akan selamat kecuali mendapatkan pertolongan. “ kata Kang Karim. Dan mereka semua sependapat...

Dalam kitab ‘Nashaih al-Ibad,’ Imam Nawawi Al Bantani mengutip nasihat-nasihat dari Syafiq Al Bakhli, seorang ulama yang wara’ dan zahid. yang patut kita merenungkannya.

1.Teruslah beribadah kepada Allah SWT sebab manusia pasti membutuhkan-Nya. Fitrah manusia itu beriman kepada-Nya. Ketika masih di alam arwah sebelum lahir ke dunia, Allah SWT telah mengambil janji seluruh keturunan Adam untuk meyakini bahwa hanya Allah SWT satu-satunya Tuhan yang harus disembah.

2. Ambillah harta duniawi sekadar cukup memenuhi hidup. Sebagaimana ketika sedang makan, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengatur perut kita, dengan tidak memenuhi perut. Sepertiga isi perut untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga lagi untuk bernapas. Maka, begitu juga dengan urusan dunia, kita diperintahkan Allah SWT untuk mengambil seperlunya saja sebagai penguat untuk beribadah kepada-Nya.

3. Maksiatlah kepada Allah jika kalian kuat menahan siksa-Nya. Apa tidak malu telah dikaruniai banyak nikmat, tapi berani bermaksiat kepada Allah.

4. persiapkan bekal di dunia menurut ukuran lamanya tinggal di akhirat. Jika sadar di dunia hanya sesaat. Dan di akhirat abadi, tentu tak akan menjadikan hidupnya sia-sia belaka. Akan berusaha semakin dekat dan takut kepada Allah SWT.

5. beramallah untuk meraih surga sesuai dengan tingkatan yang diinginkan. Allah SWT telah menjanjikan surga-surga yang indah kepada mereka yang dekat dan bertakwa kepada Allah SWT. “ Jelasnya.

‘ Dari Umar RA berkata, (kemuliaan dunia dengan banyaknya harta. Dan kemuliaan akhirat adalah dengan bagusnya amal.” “Dari ‘Utsman RA. (Sibuk urusan dunia akan menggelapkan hati. Dan sibuk dengan urusan akhirat akan menerangkan hati).” tambahnya.

“Jadi, sebaik-baik bekal adalah bekal iman dan takwa. Karena dengan iman dan takwa yang sungguh-sungguh, sesorang akan senantiasa melaksanakan semua apa yang diperintahkan Allah SWT, dan menjauhi apa yang dilarangNya.”

.”Tidak hanya dalam bibir saja, namun dibuktikan dalam perilaku, amal perbuatan dalam kehidupan sehari hari, baik kaitannya dengan hablum minallah (hubungan dengan Allah) maupun hablum minannas.(hubungan dengan manusia). Baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, berusaha melaksanakan amalan-amalan ibadah yang dianjurkan maupun disunnahkan, misalnya melaksanakan shalat rawatib, shalat tahajud, shalat dhuha, shalat witir, dsb, Berdzikir dengan bacaan-bacaan kalimat thayyibah. Rajin membaca Al Qur’an. Banyak membaca shalawat nabi..

Kemudian berpuasa senin kamis, dan puasa Sunnah lainnya. Bersedekah dan infak. Berusaha ‘bertaqarruban ilallah’(mendekatkan diri kepada Allah) dengan berbagai amalan ibadah sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya.

“Karena sudah jam 22.45 wib, kita rehat dulu, monggo dihabiskan dulu kopinya, jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka semua. Mereka semua pulang.

Salam literas

Wisma Berkah, Jombang, 2 April 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post