Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Secangkir Kopi Hitam

Puisi ke-49

Secangkir Kopi Hitam

( Tagur hari ke-158 )

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Secangkir kopi hitam pekat

Rasanya kondang kaloka

Sejak zaman dahulu kala

Penyemangat dalam merangkai kata

Teman setia saat suka

Maupun dalam duka nestapa

*****

Secangkir kopi hitam pekat

Di antara sajian nenek moyang

Tuk arwah para leluhurnya

Yang pulang lebih dahulu

Pada Sang Yhang Tunggal

Penggenggam mayapada

*****

Secangkir kopi hitam pekat

Minuman akrab jagongan

Sebagi tanda kekerabatan

Dalam hidup keseharian

Maupun jamuan pertemuan

*****

Secangkir kopi hitam pekat

Pahit manis nan panas

Namun, ketahuilah……

Hitamnya tak selamanya jelek

Pahitnya tak selalu menyakitkan

Manisnya tak selalu menyenangkan

*****

Salam Literasi

Wismah Berkah, 15/4/2021

Salam Literasi

Wismah Berkah, 15/4/2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post