Secangkir Kopi Hitam Pekat (2)
Puisi ke-51
Secangkir Kopi Hitam Pekat (2)
( Tagur hari ke-160 )
Oleh. Khusrur Rony Djufry
Secangkir kopi hitam pekat
Menjadi temanku paling setia
Di keheningan setiap malam
Saat aku belajar merangkai kata
Menyusun kalimat indah bermakna
******
Ketika malam dalam kesendirian
Tanpamu ada di sisiku
Terasa macet jalan pikiranku
Inspirasi jadi beku tak tahu
Gagasan, ide-ide jadi buntu
*****
Secangkir kopi hitam pekat
Meskipun kau hitam pekat
Aku tetap slalu bersamamu
Meskipun kau pahit nyelegit
Akupun tetap slalu menyuka
*****
Salam Literasi
Wismah Berkah, 17/4/2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan