10 Hari Terakhir Bulan Ramadan
Kedai Kopi Literasi ke-30
10 Hari Terakhir Bulan Ramadan
( Tagur hari ke-175 )
Oleh. Khusrur Rony Djufry
Malam ini, Ramadan sudah masuk hari yang ke 20. Udaranya cukup panas, Cuacanya cerah, langit bersih tak ada awan. Rembulannya bersinar terang meskipun sinarnya tak seterang saat bulan purnama. Sedang jama’ah shalat tarawih di mushala Al Barokah, alhamdulillah masih banyak. Semoga tetap semangat hingga akhir Ramadan.
Sehabis jama’ah shalat tarawih, empat serangkai yaitu ; Kang Dul Ngadi, Kang Karim, dan Kang Brahim, serta Kang Paijan tidak pulang ke rumah, tapi langsung bersama-sama menuju Kedai kopi Cak Ifin. Di samping untuk menikmati jajan gorengan dan ngopi, yang jelas mereka juga ingin dapat tambah ilmu dan wawasan.
Sehabis Cak Ifin membuatkan kopi rombongan empat serangkai. Kemudia datang rombongan Kang Majid, Kang Rohib, dan Kang Paidi datang bersamaan. . .
Setelah itu beberapa menit kemudian hadir juga rombongan Cak Zain, Cak Udin, dan Cak Lan, serta Cak Nur dari desa sebelah. Yang mana mereka sudah masuk menjadi anggota jamaah diskusi
“ Dulur-dulur besok kita sudah masuk pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadan. Kemudian apa saja yag seharusnya kita kerjakan” ungkap Kang Brahim membuka obrolan diskusi malam itu.
“Benar Kang, masalah ini penting. kemarin pas Jum’atan, di Masjid At Taqwa Cak Ibnu Djufry dalam khutbahnya sudah menjelaskan tentang amalan apa saja yang sebaiknya dikerjakan ketika memasuki sepuluh terakhir bulan Ramadan, dan kaitannnya dengan bagaimana caranya mendapatkan Lailatul Qodar, tapi, saya masih belum jelas sepenuhnya, saat itu mau bertanya kan ya tidak boleh ” ujar Kang Dul Ngadi, di antara jamaah majlis taklim yang paling tua.
Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab merek serentak tanpa dikomando. “ Cak Ifin, kopinya agak manis sedikit ya.” pesan Cak Ibnu Djufry
“Panjang umur Cak, baru saja dirasani, tentang apa yang sampean sampaikan dalam khutbah jum’at kemarin. Yang mana Cak Dul Ngadi mau tanya karena ada beberapa masalah yang belum jelas.” kata Kang Karim.
“Baiklah dulur-dulur, Ketika bulan Ramadhan memasuki sepuluh hari yang terakhir, Rasulullah Saw menyuruh para sahabat dan keluarganya, untuk mencari Lailatul Qodar, karena besar sekali keutamaan malam itu.” ujar Cak Ibnu Djufry.
”Sehubungan dengan hal ini Rasulullah Saw bersabda :”Carilah Lailatul Qodar dengan sungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (Muttafaqun Alaih). Perintah Rasulullah tersebut, berarti juga kepada kita umatnya. Dalam sabda lain yang artinya ; ”Carilah Lailatul Qodar dengan sungguh-sungguh pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari).” tambahnya.
” Lailatu Qadar itu artinya kan suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, Tolong Cak, dijelaskan pengertiannya yang lerbih terinci.” kata Kang Dul Ngadi.
” Baiklah, Kang Dul Ngadii dan dulur-dulur semua, apa sih artinya Lailatul Qodar itu? Lailatun berarti malam. Sedang Qodar ada tiga makna.” kata Cak Ibnu Djufry.
” Pertama. Qodar berarti sempit. Jadi malam yang sempit. Mengapa sempit? Karena Jibril membawa jutaan bahkan miliaran malaikat dari alam malakut ke alam nasut (alam manusia), sehingga semua manusia dikerubungi malaikat, semua daun berisi malaikat, alam dunia penuh dengan malaikat sehingga ruang terasa sempit.” jelasnya.
”Kedua. Qodar berarti ketentuan, keputusan, atau bagian.Saat itulah Allah Swt menetapkan ketentuan untuk memberi rahmat, takdir, dan ampunanNya. Ketiga. Qodar berarti Nur. Alam dunia penuh cahaya. Karena malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Sedang malaikat di malam itu yang turun ke alam dunia jumlahnya jutaan, bisa jadi miliaran.” tambahnya, kemudian menyeruput kopinya.
”Jadi Lailatul Qodar adalah malam kemuliaan, malam di saat Allah berkenan menetapkan ketentuan yang dikehendaki dalam masa mendatang yang berkaitan dengan proses hidup dan kehidupan alam semesta, termasuk proses hidup dan kehidupan manusia. Lailatul Qodar merupakan suatu malam yang nilai pahalanya lebih baik dari 1000 bulan, sebagaimana dijelaskan dalam Qur’an surat Al Qodar.”tandasya..
”Lantas bagaimana caranya mencari Lailatul Qodar?. Sehubungan dengan hal ini Siti Aisyah ra berkata : ’Apabila telah masuk sepuluh har terakhir bulan ramadhan, Rasulullah Saw, menghidupkan malam, dengan membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan sarungnya’.” (Muttafaqun Alaih).
”Menghidupkan malam maksudnya mengurangi tidur atau bahkan tidak tidur malam untuk shalat malam, membaca Al Qur’an, berdzikir dan berdoa.” jelasnya..
“Sedang amalan yang sebaiknya dikerjakan di saat memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan agar mendapatkan keberkahan dari “Lailatul Qodar” adalah.
1. Bersedekah setiap hari, meskipun tidak banyak misalnya Rp. 5000,- dimasukkan kotak amal, atau diberikan pengemis
2. Berusaha mengerjakan shalat sunnah, baik shalat sunnah qabliyah, bakdiyah, shalat sunnah tarawih, witir, tahajud, hajat, shalat tasbih, dsb.
3. Tadarus Qur’an bakda shalat maktubah, membaca surat ihlas setiap malam minimal tiga kali.
4. Mengajak bangun anggota keluarga, anak istri untuk melakukan qiyaamul lail.
5. Tidak makan minum terlalu kenyang agar tidak mudah tidur, dan supaya bisa melakukan qiyamul lail.
6. Memperbanyak mohon ampun kepada Allah dengan membaca doa; Allahumma innaka ’affuwwun kariim tuhibbul afwa fa’fuannii.” Urai secara rinci Cak Ibnu Djufri. Yang kemudian menyeruput sisa kopinya hingga habis.
“Karena sudah jam 22.35 wib, waktunya rehat dulu. Karena tema yang dibahas belum tuntas, dilanjut pada pertemuan selanjutnya..” Mari dihabiskan dulu kopinya. Jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka. Mereka semua pun menyusul pulang.
SumberGambar:**(censored)**
Wisma Berkah, Jombang, 2/5/2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan