Renungan HUT Kemerdekaan RI Ke 76
Puisi
Renungan HUT Kemerdekaan RI Ke 76
Oleh. Khusrur Rony Djufry
(Tagur Hari Ke -283)
Kawan....
Besok adalah HUT Kemerdekaan RI ke 76
Berarti kita sudah lama merdeka
Kawan...
Biasanya setiap memasuki bulan Agustus
Hiruk pikuk acara memperingati HUT kemerdekaan RI digelar di mana-mana
Di kota hingga pelosok-pelosok desa
Ada berbagai macam perlombaan, gerak jalan, karnaval, pagelaran wayang kulit, konser dangdut, dsb.
Kalangan intelektual cendikiawan mengadakan seminar dan sarasehan
Sedang kaum santri mengadakan pengajian, tahlil dan istghosah
Namun sejak masa pandemi covif-19 acara acara tersebut sudah tak begitu tampak lagi.
Kawan....
Kini yang sedang trend adalah memasang tribon ucapan selamat HUT Kemerdekaan RI ke 76
Baik pada kawan, sanak famili, kerabat, dan handai tolan
Kawan...
76 tahun bukanlah waktu yang sebentar
Jika usia manusia sudah tidak muda lagi, sudah tergolong manula menjelang senja.
Kawan...
Mari kita renungkan ...
Wilayah negara Indonesia sangat luas
Terbentang dari Sabang hingga Merauke
Terdiri dari ribuan pulau
Kaya akan hasil bumi dan tambang
Ada berbagai macam rempah rempah melimpah ruah
Ada batubara, timah, minyak bumi, emas dan nikel juga tersedia
Itu belum kekayaan lautnya.
Kawan....
Mestinya Indonesia menjadi negara kaya raya
Rakyatnya hidup makmur sejahterah aman sentosa
Namun kenyataannya masih banyak rakyat yang hidupnya susah
Terlebih di masa pandemi covid yang sudah hampir dua tahun ini
Kehidupan rakyat makin menderita
Kawan...
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Memperingati HUT Kemerdekaan RI tak cukup dengan menggelar berbagai perlombaan dan tak hanya seremoni dengan berbagai acara peringatan semata
Tapi bagaimana bisa merdeka
Merdeka dalam menentukan kebijakan untuk kesejahteraan rakyat
Merdeka dalam mengelolah hasil bumi dan tambang
Merdeka dalam membawa kapal besar Indonesia hendak dibawa ke mana
Tidak bisa dintervensi oleh kekuatan luar.
Kawan .....
Meskipun di era globalisasi kita tidak bisa lepas dari negara lain.
Itu adalah keniscayaan.
Namun seharusnya ada simbiosis mutualisme, yang saling menguntungkan.
Kebijakan yang menguntungkan rakyat
Bukan justru untuk segelintir orang
Kawan....
Bisakah bangsa kita merdeka yang hakiki?
Merdeka tanpa intervensi kekuatan asing!
Tanpa ada penghiatan dalam pembangunan!
Pejabatnya tidak korup
Pengusahanya tidak memonopoli kekayaan sendiri?
Jawabnya berpulang pada kita semua anak bangsa
Semua elemen bangsa harus bangkit berkarya sesuai kompetensi dan kapasitasnya
Berkomitmen untuk mensejahterahkan rakyat
agar bisa merdeka
Merdeka yang sesungguhnya
Meeeerdeka
Semoga
*****
Jombang, 16 Agustus 2021.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan