Ibu Kau Segalanya dalam Hidupku
Renungan Untuk Hari Ibu
Ibu Kau Segalanya dalam Hidupku
Oleh. Khusrur Rony Djufry
(Tagur Hari Ke-403)
Ibu…
Setiap berbicara sosok Ibu
Tak terasa buliran air mata meleleh pada pipiku
Tubuh pun terasa bergetar
Tak kuasa menahan rasa sedih piluh
Seakan rasa bersalah menyelimuti diriku
Karena aku belum sempat membahagiakanmu
Ibu ..
Bagaimana perjuanganmu ketika aku belum terlahir di dunia
Kau jaga, kau rawat, kau lindungi dalam setiap waktu
Tak lupa kau lantunkan bait bait doa indah setiap waktu
Untuk kebaikanku, untuk kesehatanku, untuk Keselamatanku
Bahkan untuk saat itu sudah Kau doakan untuk kesukseskanku di masa depan kelak
Agar menjadi anak shalih, dan berilmu yang bermanfaat untuk umat manusia.
Ibu
Saat menjelang kelahirannku
Ayah dan keluarga menungguimu dengan harap harap cemas
Seraya berdoa demi kemudahan, kelancaran, dan keselamatan dalam persalinan
Sementara Kau berjuang maksimal antara hidup dan mati demi kelahiranku
Ketika aku terlahir dengan suara tangisan
Semua bernafas lega, dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah
Setelah dibersihkan dan dibalut kain bersih
Dalam timangan sang ibu, ayah melantunkan bait bait azan pada telinga kananku
Dan ayah pun melantunkan bait bait iqamah di telinga kiriku.
Dengan harapan kalimat tauhidlah yang pertama kali didengar saat terlahir di dunia
Ibu
Perjuanganmu belumlah usai
Di saat balita, dengan telaten dan sabar kau merawatku
Tak peduli badanmu payah, letih, dan lesuh
Bahkan tak jarang di malam hari kau terjaga
Karena terdengar suara tangisan anakmu
Yang risih oleh pipisnya atau beraknya
Belum lagi ketika anakmu dapat ujian sakit
Ibu
Perjuanganmu masih panjang
Ketika aku mulai sekolah
Pagi pagi Kau harus menyiapkan sarapanku
Juga seragam sekolah dan uang sakuku
Kau antarkan aku ke sekolah dengan penuh harapan
Agar kelak menjadi anak yang shalih dan berprestasi
Ibu
Kau relah mengalah demi kebaikan anakmu
Kau hidup sederhana, makan seadanya
Kau jual kalung, gelang kesukaanmu
Kau jual sawah ladang bahkan terpaksa berhutang
Asal anakmu bisa sekolah, mondok, dan kuliah
Ibu
Kau pelindungku
Kau pahlawanku
Kau segalanya dalam hidupku
Kau malaikat tanpa sayap yang dikirimkan padaku
Ibu…
Kau begitu tulus ihlas, sabar, dengan penuh kelembutan
Telah merawat, membimbing, dan mendidikku
Air susu, air mata, dan air keringatmu telah menyertai hidupku
Kasih sayangmu membersamaiku sepanjang masa
Semua pengorbananmu tak bisa tergantikan oleh apapun yang ada
Tanpamu, tentu tak ada aku
Maka wajar jika Surga terletak di kaki ibu
Karena ridha Allah juga tergantung pada ridha sang ibu
Ibu
Kini Kau telah lama tiada
Tapi yakinlah, Kau tetap selalu ada dalam diriku
Ada pada doa dalam sujud panjangku
Ada pada doa usai salat lima waktu
Ada dalam doa usai tilawatil quranku
Ada juga dalam sedekah jariyahku
Ibu
Semoga kini Kau tenang, bahagia, dan damai di sisi Rabmu
Rabbighfirlii waliwalidaiyya warham humma kamaa rabbayaani shaghiira
Wismah Berkah, Jombang 22/12/21
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan