Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menjemput Rezeki

Kedai Kopi Literasi ke-37

Menjemput Rezeki (2)

( Tagur hari ke-411 )

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Sudah hampir satu minggu setiap sore turun hujan. Udaranya cukup dingin, Cuacanya mendung, langit berawan. Untungnya kalau menjelang salat maghrib terang. Alhamdulillah meskipun musim hujan jama’ah salat di mushala Al Barokah tetap banyak hingga salat isyak. Rembulannya bersinar terang meskipun sinarnya tak seterang saat bulan purnama.

Sehabis jama’ah shalat isyak Kang Dul Ngadi, Kang Karim, dan Kang Brahim, seperti biasanya tidak pulang ke rumah, tapi langsung bersama-sama menuju Kedai kopi Cak Ifin. Eh, ternyata Kang Paijan sudah datang duluan di kedai kopi Cak Ifin. Duduk sendiri di pojokan sebelah selatan, sambil sesekali menghisap dalam-dalam rokok favoritnya rokok Grendel biru.

Mereka selalu datang di Kedai Kopi Cak Ifin. di samping untuk menikmati jajan gorengan dan ngopi, yang jelas mereka juga ingin dapat pencerahan, tambah ilmu dan wawasan.

Kang Paijan datang lebih awal dengan harapan, sebelum diskusi dimulai, ada berita baik terkait dengan permasalahan yang telah disampaikan kemarin.

Sementara itu Cak Ifin sibuk menggoreng pisang, pohong, tahu isi dan tempe menjes, serta membuatkan kopi jamaah yang hadir.

Rembulan di ufuk timur terus merangkak naik dan mulai menampakkan sinarnya, yang semakin terang, meskipun tak seterang saat bukan purnama.

“Assalamualaikum, “ sapa Kang Majid yang datang bersama Kang Rohib, dan Kang Paidi. “Waalaikumussalam,

Setelah itu beberapa menit kemudian hadir juga rombongan Cak Zain, Cak Udin, dan Cak Lan, serta Cak Nur dari desa sebelah.

Cak Zain belum sempat memesan kopi, tiba tiba Cak Ifin berujar, “ Dulur dulur untuk malam ini semuanya gratis, baik kopi, jajanan gorengan, maupun mi gratis.”

“Lha kok gratis. ada apa ta Cak Ifin,” kata Kang Rohib. “ Ya, ingin saja investasi akhirat,” kelakarnya. “ kebetulan hari ini hari ‘weton’ (hari kelahiran) saya.”jelasnya.

“Mabruk alfa mabruk Cak Ifin, “ kata Cak Udin. “Semoga panjang umur berkah, umur dan rizekinya Cak Ifin. Semua yang hadir pada mengucapkan selamat dan mendoakannya.

“ Oh iya, Kang Paijan, kalau kebetulan masih nganggur di rumah, barangkali sampean mau ikut kerja saya, banyak kok dulur dulur dari desa sekitar yang ikut kerja saya.” Kata Cak Zain. “Lha, sungguhan ta Cak, kebetulan saya lagi nganggur, karena proyeknya sementara diliburkan.” Jawab Kang Paijan. “Iya, benar sungguhan, kemarin saya dibisiki, Kang Brahim, katanya sampean lagi di rumah, tidak kerja.

“Siap, saya mau Cak. Alhamdulillah, terima kasih Cak Zain, terima kasih juga Kang Brahim yang sudah menyampaikannya ke Cak Zain.

Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak tanpa dikomando. “ Cak Ifin, kopinya agak manis sedikit, sama tolong buatkan mie rebus rasa Soto saja, ” pesan Cak Ibnu Djufry, Karena cuacanya agak dingin sepertinya enak juga makan mi rebus.

“Oh iya Cak Ibnu Djufry, hari ini semuanya gratis, kata Cak Ifin.” Kata Kang Dul Ngadi. “Lho iya ta Cak Ifin.” Iya benar, benar Cak Ibnu Djufry. Terus Mengapa kok digratiskan, tanyalebih lanjut Cak Ibnu Djufry.

Sebagaimana disampaikan pada jamaah yang hadir. “ Ya, ingin saja investasi akhirat,” kelakarnya. “ kebetulan hari ini hari ‘weton’ (hari kelahiran) saya.”jelas Cak Ifin..

“Oh, begitu. Barakallah fi umrika Cak Ifin,.

“Wah malam ini, judul diskusi yang akan kita bahas momentnya pas dengan yang baru terjadi, tadi Kang Paijan dapat tawaran kerja Cak Zain, Caik Ifin menggratiskan kopi, mi, dan jajan gorengannya.” Ungkap Kang Brahim Koordinator diskusi.

“Materi pokok yang akan kita bahas pada malam hari ini adalah tentang macam-macam atau jenis jenis rezeki, dan amalan-amalan yang bisa menjemput rezeki. Karena itu langsung saja waktu sepenuhnya saya serahkan pada Cak Ibnu Djufry.”ujar Kang Brahim.

“ Bismillah, Alhamdulillah, amma bakdu. Dulur-dulu idealnya rezeki itu kalau bisa kita jemput, dengan amalan amalan yang bisa mendatangkan rezeki yaitu :

Pertama. Salat dhuha. minimal 4 rakaat. Lebih dari itu lebih baik, hingga 8 rakaat waqiila sampai 12 rakaat.

Dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghathafaniy radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,; “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat pada awal siang (pada waktu Dhuha) supaya engkau tercukupi pada akhir siang.” (HR. Ahmad).

“Cak, kalau mau salat dhuha tapi belum hafal suratnya yang dibaca, apa boleh membaca surat lainnya.”, tanya Kang Karim. “Boleh, dari pada tidak salat.

Selanjutnya yang kedua yaitu membaca surah Waqi’ah setiap malam. "Barangsiapa membaca Surah Al- Waqiah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya". (HR. Abu Ya'la dan Ibnu Asakir)

Ketiga. Membaca Surat Al-Ikhlas "Barangsiapa membaca Surah Al-Ikhlas ketika masuk rumah maka berkat bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya." (HR. At-Thabrani).

Keempat. Dengan memperbanyak dzikir,"La ilaha illallah, al-Malikul haqqul mubin" setiap hari 100 kali. ." Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illalla al malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur. (HR Abu Nu’aim dan Ad-Dailami)

Kelima. Memperbanyak Dzikir La Hawla wa La Quwwata Illa Billah "Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata." Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan La hawla Wala Quwwata Illa billah. (HR. At-Thabrani)

Keenam.Mengistiqomahkan membaca istighfar "Barangsiapa melazimkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak pernah diduga." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

“Ayo, mari diminum dulu kopinya, atau jajan gorengannya dimakan dulu.” Ajak Cak Ibnu Djufry. Setelah kurang lebih rehat lima menit, acara dilanjutkan kembali.

Selanjutnya amalan yang Ketujuh. Banyak membaca salawat atas Nabi. Dari Umar bin Khattab, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali maka Allah akan membalas sepuluh kali sholawat dan mengangkatnya sepuluh derajat." (HR Al-Bukhari), “jelasnya.

“Kedelapan. Bersedekah. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Rasulullah SAW bersabda :

“Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’” (HR. Bukhari),”jelasnya.

“Sedang, Kesembilan. Berbakti kepada kedua orangtua dan betsilaturrahmi.

Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” (HR. Ahmad)

“Yang saya sebutkan itu adalah di antaranya yang bisa dilakukan, tentu saja masih ada juga amalan-amalan lainnya yang bisa dilakukan.” Jelas Cak Ibnu Djufry.

“Dan yang harus dipahami bahwa semua amalan-amalan tersebut harus didasari dengan rasa takwa, tawakkal dan istiqamah. Sebagaimana firman Allah SWT.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Thalaq: 2-3)

“Jadi tidak boleh, misalnya mengamalkan amalan tersebut, tapi salatnya bolong-bolong, tetap berbuat maksiat, atau tidak menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT. Lagi pula harus dilakukan dengan istiqamah.” Tambahnya. Jadi tidak hanya dilakukan beberapa kali, apalagi hanya sekali dua kali.”tegasnya. Seabagaimana firman Allah.

Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap istiqamah (berjalan lurus di atas jalan

itu, pada jalan agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka

air yang segar (rezeki yang banyak).” (QS. Al-Jin: 16-17)

”Kita rehat dulu, sudah pukul 22.30 wib,, besok kita lanjutkan kembali dengan tema macam-macam atau jenis jenis rezeki, Mari bersama sama kita akhiri dengan membaca tahmid, Alhamdulillahi rabbil “aalamiin , semoga manfaat berkah, ”ujar Kang Brahim menutup acara majlis ta’lim.

“Mari dihabiskan dulu kopinya. Jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka yang hadir, dan. mereka semua pun menyusul pulang

Wismah Berkah, Jombang, 29/12/2021`

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post