Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menjemput Rezeki

Kedai Kopi Literasi ke-36

Menjemput Rezeki

( Tagur hari ke-407 )

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Tidak seperti biasanya, Kang Paijan malam itu sudah datang duluan di kedai kopi Cak Ifin. Duduk sendiri di pojokan sebelah selatan, sambil sesekali menghisap dalam-dalam rokok favoritnya rokok Grendel biru, rokok kelas sederhana bagi orang kampung. Padahal biasanya ia datang bersamaan empat serangkai yaitu ; Kang Dul Ngadi, Kang Karim, Kang Brahim, serta Kang Paijan. Rupanya Kang Paijan setelah salat isyak tidak ikut wiridan hingga selesai.

“Lha Kang Paijan sudah ada di sini duluan. Sapa Kang Brahim, yang datang bersama dengan Kang Dul Ngadi dan Kang Karim.

“Tumben, kenapa kok melamun saja sih Kang?, tanya Kang Karim. “Ehh, heem..ya apa ya …ya. “Bilang saja, kita kan sudah berteman lama, sudah seperti saudara, selalu ngopi bersama, yaa… barangkali saya dan teman lainnya bisa membantu.”tambahnya..

“Oh, iya Cak, sampai lupa, Kopi manis satu, yang dua agak pahit, terus mi goreng dua, mi rebusnya satu.” pesan Kang Brahim pada Cak Ifin yang sedang mengoreng, pohong dan pisang, Selain itu juga jual gorengan tahu isi, ote-ote, jemblem, dan tempe menjes.

“ Begini lho Kang, aku kan sudah semingguan tidak kerja, lha kalau seminggu lagi tidak kerja, terus anak istri makan apa, di proyek sudah tidak ada garapan, kata bos libur dulu, jadi lanjut tidaknya proyek menunggu dulu keputusan bos besar. Eh besoknya saya dapat telepon, kata bos proyeknya berhenti . Sementara tabunganku sudah menipis” ungkap Kang Paijan,

“Oh jadi itu masalahnya. Insya Allah kita akan berusaha membantu, iya kan Kang Dul Ngadi, Kang Karim,” kata Kang Brahim. “Iya .. iya… insya Allah.

Di malam itu cuaca kurang bersahabat, agak mendung, udaranya dingin, sepertinya di daerah sekitar sudah hujan.

“Assalamuaiaikum,” sapa Kang Rohib yang datang bersama Kang Majid, dan Kang Paidi yang memang selalu datang bersama sama karena rumah mereka berdekatan.

Belum sempat rombongan Kang Rohib memesan Kopi, jamaah yang berasal dari tetangga desa, yaitu ;Cak Zain, Cak Udin, Cak Lan, dan Cak Nur, Cak Imam dan Cak Nurul sudah datang dengan naik mobil, karena mendung mungkin antisipasi kalau pas pulang jangan jangan nanti hujan... “Seperti biasa Cak, Kopi jahenya dua, kopi manisnya empat, tambah mi rebus tiga, mi goreng satu, “pesan Cak Zain. “Siap Cak, sekalian membuatkan kopi rombongannya Kang Rohib,”jawab Cak Ifin.

Sementara itu, anak-anak remaja dan para pemuda yang datang di Rumah Baca tidak begitu banyak, maklum cuacanya memang mendung. Rumah Baca yang berada di belakang samping kanan kedai Cak Ifin itu dikelola oleh adik putrinya Cak Ifin. di buka bersamaan dengan dibukanya Kedai dan ditutup setengah jam sebelum ditutupnya Kedai Kopi.

Di Rumah Baca free Wifi, pengunjung bebas membaca buku-buku yang tersedia.

Baru dikenakan biaya bila pengunjung pinjam buku untuk dibawah pulang,

Di saat jamaah diskusi pada menikmati jajanan gorengan, ada yang menyeruput kopi, dan ada yang merokok , tiba- tiba dari jauh terdengar ucapan salam yang sudah tak asing lagi suaranya., yakni suara Cak Ibnu Djufry.

“Assalamualaikum wr wb.”. Sapa Cak Ibnu Djufry. . “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak seperti suara paduan suara. Lantas Cak Ibnu Djufry berjalan menuju tempat biasanyan kemudian duduk di dekat tempat Cak Ifin menyeduh kopi. “ Cak Ifin, kopinya agak manis sedikit, sama mi kua, pesan Cak Ibnu Djufry. “ Siap Cak., “jawab Cak Ifin.

“Dulur-dulur, Tema diskusi kita malam ini adalah seputar masalah, rezeki ” ungkap Kang Brahim Koordinator jamaah diskusi membuka obrolan diskusi malam itu.

Mengingat waktunya sudah malam, dan lagi pula Cak Ibnu Djufry sudah ada di tengah-tengah jamaah, maka acaranya langsung bisa dimulai.

Dulur dulur, selama ini kita sering dengar kata-kata rezeki, misalnya Si fulan dapat rezeki, rezeki Si fulan lancar, seret, luas, berkah, dst. Ada rezeki halal dan haram, dan. Dan rezeki itu diberikan kepada manusia, hewan atau binatang, dan tumbuhan. Lalu apa sih rezeki itu.,.”ujar Kang Brahim.

“Menurut sepengetahuanku, rezeki itu adalah sesuatu yang kita dapat baik berupa benda atau uang.” Jawab Kang Karim singkat.

“Sepakat, dengan yang sudah diutarakan Kang Karim, hanya saja sesuatu yang kita dapatkan itu sudah kita nikmati atau kita manfaatkan.” Ujar Kang Dul Ngadi, anggota jamaah yang paling tua,

Dulur dulur, pernah ada kejadian, seorang ayah dari kondangan pulang membawa berkat, sampai dirumah berkat jadi rebutan anak-anaknya,sehingga tumpah, akhirnya tidak jadi dimakan, padahal rezeki itu sudah didapat dan dibawa pulang, tinggal dimakan, dinikmati, morat marit berantakan akibat jadi rebutan anak anak yang tidak bisa saling berbagi, dan pada ingin minta menang sendiri.” Tambah Kang Dul Ngadi mencontohkannya.

“Apa yang diutarakan baik oleh Kang Karim maupun Kang Dul Ngadi semuanya memang sudah benar, hanya saja rezeki itu tidak hanya berupa secara fisik tapi juga non fisik. Dan juga berdampak positiif, berkah maslahah di dunia akhirat.” Ujar Cak Ibnu Djufry.

“Mempunyai istri salihah atau suami salih adalah rezeki, mempunyai putra putri salih salihah adalah rezeki, Sekeluarga diberikan kesehatan jasmani rohani itu ya rezeki, keluarga bisa rukun itu rezeki, selamat dari kejahatan atau kecelakaan itu juga rezeki.”jelasnya mencontohkan.

“Rezeki itu diberikan Allah SWT kepada semua makhluk, manusia, hewan, tumbuhan, dst. Allah SWT berfirman, yang artinya:

"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah SWT rezekinya." (Q.S. Surah Hud : 6).

Tidak peduli manusianya itu beriman atau kafir, Namun syariatnya rezeki itu ya harus dicari, dengan berihtiar (berusaha) ,dengan bekerja atau melakukan sesuatu. Bahkan bisa jadi dengan cara dijemput, dan hal ini sifatnya lebih pro aktif. Sehingga menjadikan rezeki orang itu tidak sama, Allah SWT berfirman yang artinya;

" Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?" (Q.S.An Nahl ayat: 71).

Jadi ada yang rezekinya sedikit, sedang, Bahkan melimpah, tergantung juga bagaimana ikhtiarnya.” tambahnya.

“Cak, yang dimaksud dengan mencari rezeki dengan cara dijemput itu bagaima?, “tanya Cak Zain, anggota jamaah yang datang dari tetangga desa.

“Jadi mencari rezeki itu, tidak hanya dengan sekedar bekerja semata, tapi bisa juga dengan melakukan suatu hal lain yang bisa memudahkan atau bisa melancarkan datang atau turunnya rezeki. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan mengamalkan membaca zikir lafadz tertentu, membaca suatu surat dalam Quran, salat Sunnah, dsb..”jelas Cak Ibnu Djufry.

” Karena sudah pukul 22.30 wib, waktunya rehat, besok kita lanjutkan kembali tentang macam-macam atau jenis jenis rezeki, dan amalan-amalan yang bisa menjemput rezeki. Mari bersama sama kita akhiri dengan membaca tahmid, Alhamdulillahi rabbil “aalamiin , semoga manfaat berkah, ”ujar Kang Brahim menutup acara majlis ta’lim.

“Mari dihabiskan dulu kopinya. Jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka yang hadir, dan. mereka semua pun menyusul pulang

Wismah Berkah, Jombang, 25/12/2021`

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post