Pemicu Bencana Alam
Kedai Kopi Literasi ke-35
Pemicu Bencana Alam
( Tagur hari ke-404 )
Oleh. Khusrur Rony Djufry
Hampir setiap hari turun hujan, Siang tadi langit diselimuti awan tebal hitam, sebentar kemudian hujan turun lebat hingga menjelang salat ashar, sehabis salat ashar hujan turun lagi sebentar hingga menjelang shalat maghrib.
Habis shalat maghrib, alhamdulillah awan tebal mulai berangsur angsur menghilang, cuaca semakin cerah, hingga bersih tidak ada awan. Cak Ifin duduk di depan Kedainya, menunggu mengisi air tandon yang sudah habis dipakai cuci tangan para pelanggannya. Selain itu ia tak lupa juga menyiapkan sabun dan hand sanitizer dii dekat kran tempat cuci tangan Setelah beberapa menit menjelang adzan isyak, tandonnya sudah penuh.
Tandon air untuk cuci tangan yang berada didepan samping kiri kedai, masih tetap tersedia berikut sabun dan hand sanitizer. Ini tak lain adalah untuk kepentingan dan kebaikan bersama, meskipun kasus penularan virus korona.sudah melandai, kita tak boleh lenga, kita harus tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.
Sementara itu suara adzan isyak sudah mulai terdengar dari masjid dan beberapa mushalla sekitar. Cak Ifin pun segera bergegas berangkat menuju mushalla yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari kedainya.
Malam ini cuaca cukup cerah. Di ufuk timur rembulan mulai beranjak menampakkan sinarnya. Sepeti biasa, sehabis jama’ah shalat isyak, empat serangkai yaitu ; Kang Dul Ngadi, Kang Karim, dan Kang Brahim, serta Kang Paijan tidak pulang ke rumah, tapi langsung bersama-sama menuju kedai Cak Ifin. Di samping untuk menikmati jajan gorengan dan ngopi, yang jelas mereka juga ingin dapat tambah ilmu dan wawasan terbaru.
Di saat Cak Ifin membuatkan kopi rombongan empat serangkai. kemudian datang rombongan Kang Majid, Kang Rohib, dan Kang Paidi. Mereka selalu datang bersama sama. Karena kebetulan rumah mereka berdekatan, sehingga selalu janjian kalau berangkat.
Selang beberapa menit hadir rombongan yang berasal dari tetangga desa, yaitu ;Cak Zain, Cak Udin, Cak Lan, dan Cak Nur, Cak Imam dan Cak Nurul. Mereka sudah masuk menjadi anggota jamaah diskusi.. “Kopi jahenya dua, kopi manisnya empat Cak, “pesan Cak Zain.
Di sisi lain, terlihat juga anak-anak remaja dan para pemuda berdatangan menuju rumah baca yang berada di belakang samping kanan kedai Cak Ifin.
Untuk menjaga kebaikan dan keselamatan bersama, Kang Brahim juga senantiasa mengingatkan pada semua jamaah yang hadir di kedai kopi Cak Ifin, agar mematuhi protokol kesehatan, “ Kita harus mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penularan covid -19. Apalagi belakang ini muncul varian baru yaitu ‘omicron “yang lebih ganas dan cepat penularannya.”tegas Kang Brahim.
“Benar, sepakat Kang Brahim,” ungkap Cak Zain. Mereka yang hadir juga sepakat untuk selalu tetap menjaga protokol kesehatan.
“Dulur-dulur, Tema diskusi kita malam ini adalah seputar masalah, Pemicu terjadinya bencana ” ungkap Kang Brahim Koordinator jamaah diskusi membuka obrolan diskusi malam itu.
“Belakangan ini manusia dihadapkan pada musibah, bencana alam maupun non alam yang datang silih berganti. Sudah dua tahun kasus pandemi korona yang melanda dunia, telah menelan banyak korban manusia meninggal, hingga kini belum usai, disusul dengan meletusnya gunung Merapi, gempa bumi, banjir bandang angin puting beliung, tanah lonsor, dst. Di berbagai willayah di Indonesia. Apa faktor penyebabnya..” tanya Kang Brahim.
“Bukankah segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini juga diperuntukkan buat manusia. Lagi pula manusia adalah sebaik baik ciptaan, dan makhluk yang mulia dibanding makhluk lainnya.” Ujar Kang Karim.
“ Iya, benar.Kang. Tapi kita bisa melihat realitasnya tidak semua manusia seperti yang sampean sebutkan. Yang sampean sebutkan itu manusia yang idealnya.”ungkap Cak Udin.
Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak meskipun tanpa dikomando. Lantas Cak Ibnu Djufry mencari duduk dekat tempat Cak Ifin menyeduh kopi. “ Cak Ifin, kopinya agak manis sedikit, pesan Cak Ibnu Djufry. “ Siap Cak., “jawab Cak Ifin.
Setelah Cak Ibnu Djufry makan pisang goreng dan menyeruput berapa kali kopi jahenya, tanpa menyia nyiakan waktu, Kang Brahim langsung menyampaikan tentang masalah terjadinya bencana alam yang datang silih berganti di belahan wilayah nusantara ini. Dan menanyakan tentang akar masalah atau faktor yang menjadi penyebabnya.
“Cak Ibnu Djufry tolong dijelaskan Faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya bencana alam yang terus datang silih berganti, “ tanya Kang Brahim.
“Faktor penyebabnya sangat kompleks, tapi yang utama penyebabnya adalah manusia itu sendiri.,”jawab Cak Ibnu Djufry tegas.
Lebih lanjut dijelaskan, di antara penyebabnya adalah, pertama. Karena banyak terjadi kemaksiatan di mana-mana. Zaman sekarang ini banyak manusia yang melakukan sesuatu diluar ketentuan yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Artinya telah melewati batas ketentuan Allah. Misalnya pergaulan bebas, ngumbar aurat, pelacurann, homoseks, lesbi, meminum minuman keras, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, perjudian, dsb. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya ;
“Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (Q.S. Yaa Siin :19)
Kedua. Karena banyak manusia yang berbuat zalim. Di zaman modern ini banyak anak berani (durhaka) kepada orangtuanya, murid berani mecelakai gurunya, istri durhaka kepada suaminya, begitu sebaliknya, guru, ustadz, atau kiyai menghamili santrinya, bahkan ada yang orangtua menghamili anaknya, menjadi pemimpin tidak amanah, dst. Allah berfirman yang artinya ;
“Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman”. (QS. Al-Qashas Ayat: 59)
Ketiga. Karena banyak tangan tangan kotor manusia yang membuat kerusakan di bumi. Kini banyak manusia yang melakukan penebangan liar ( illegal logging) dan penambangan liar. Akibatnya lingkungan bisa banjir, tanah longsor, dan tanah jadi gersang, dsb. Sedang dengan penambangan liar akibatnya bisa terjadi pencemaran air,tanah longsor, dan rusaknya lingkungan. Allah SWT berfirman yang artinya ;
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka . Agar mereka kembali (ke jalan yang benar) “. (Q.S. Ar Rum ayat 41)
Ketika jamaah di kedai kopi pada serius mendengarkan penjelasan Cak Ibnu Djufry. Tiba tiba Cak Ibnu Djufry diam, sebentar terus menyeruput kopi jahenya. “Sambil santai saja lur dulur, ayo diminum dulu kopinya dan dimakan gorengannya,”ajaknya. Setelah lima menit kemudian Cak Ibnu Djufry melanjutkannya
Keempat. Penyebabnya banyak para tokoh atau pemimpin yang zalim, maksiat, dan tidak amanah. Memperkaya diri, korupsi, nepotisme,tidak memperhatikan aspirasi rakyat, agama sebagai alat untuk meraih jabatan dan mendapatkan harta benda. Allah SWT berfirman yang artinya : “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Q.S. Al Isra’ ayat :16)
Kelima. Karena orang-orang yang baik atau shalih diam ketika melihat kemaksiatan. Kini tidak sedikit orang baik atau shalih lebih memilih diam atau amannya jika ada kemaksiatan, terlebih yang melakukan kemaksiatan atau kemungkaran seorang pejabat. Mereka seakan tak berdaya. Sehingga lebih memilih diam. Padahal diam membiarkan adanya kemaksiatan sama halnya dengan menyetujuinya. Dalam hal ini Allah berfirman yang artinya;
“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya”. (QS. Al-Anfal :ayat :25)
Demikian lima penyebab yang dapat memicu terjadinya bencana alam.“Jelas Cak Ibnu Djufry.
“Alhamdulillah, kini sudah paham, jelas tentang masalah yang memicu terjadinya bencana alam. ”Lantas bagaimana sikap kita dalam menghadapi musibah atau ujian tersebut, ” tanya Kang Dul Ngadi.
”Dalam menghadapi setiap musibah atau ujian yang berupa bencana alam atau non bencana alam (misalnya pandemi covid) kita harus hadapi secara wajar, tenang, sabar, dan selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT.” Allah berfirman yang artinya;
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (Q.S. Al Baqarah ayat : 155). Demikian jelas Cak Ibnu Djufry.
”Karena itu kita harus yakin tiada sesuatu yang terjadi tanpa qudrat dan iradah Allah. Jadi harus kita kembalikan kepada Allah.” tambahnya. Selanjutnya Cak Ibnu Djufry membacakan firman Allah yang artinya ;.
.(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpah musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Q.S. Al Baqarah ayat : 156).
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka. Itulah orang orang yang mendapat petunjuk.” Q.S. Al Baqarah ayat : 157).
“Jadi orang yang ketika ditimpah musibah bisa menerima dengan ihlas, sabar, dan semuanya dikembalikan pada Allah. Maka akan mendapat rahmat dan ampunan dari Allah, Dan ia termasuk orang yang mendapat petunjuk.” pungkasnya
” Karena sudah jam 22.30 wib, waktunya rehat.” Mari dihabiskan dulu kopinya. Jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka yang hadir, dan. mereka semua pun menyusul pulang
Wismah Berkah Jombang 21/12/21
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan