Agar Terhindar Dari Sifat Sombong
Kedai Kopi Literasi ke-42
Agar Terhindar Dari Sifat Sombong
( Tagur hari ke-427 )
Oleh. Khusrur Rony Djufry
Orang yang berjamaah di mushalla “Al Barakah” yang tempatnya tidak jauh dari kedai kopi Cak Ifin, pada malam itu cukup banyak, hampir penuh hingga sampai teras. Ternyata sebagaian dari mereka adalah para jamaah majlis taklim kedai kopi literasi Cak Ifin yang datang lebih awal. Mereka berasal dari beberapa desa sekitar, yaitu desa Semaden, Kedung Betik, dan Pojok Kulon.
Sehabis salat isyak mereka langsung menuju kedai kopi Cak Ifin. bersama Kang Brahim, Kang Dul Ngadi, Kang Karim, dan Kang Paijan. Beberapa menit kemudian datang rombongan Kang Rohib yang datang bersama dengan Kang Majid, dan Kang Paidi. Berikutnya disusul rombongan Cak Zain dari desa Jati Pandak, bersama lima temanya, Cak Udin, Cak Lan, Cak Nur, Cak Imam dan Cak Nurul. Mereka sudah hampir tujuh bulan bergabung di majlis taklim ini..
Suasana malam itu cukup ramai, di jalan sebelah banyak lalu lalang orang berjualan, mulai dari jualan bakso, tahu tek, pentol, nasi goreng, kacang godog, dsb. Maklum malam itu tidak hujan, cuacanya cerah.
“Assalamu’alaikum wr wb’, sapa Cak Ibnu Djufry . ‘Waalaikumussalam” jawab mereka semua yang hadir hampir bersamaan.” Alhamdulillah, sepertinya semua sudah pada datang, , ujar Cak Ibnu Djufry, sambil berjalan menuju tempat biasanya. “Benar Cak”, jawab Kang Brahim. “Sebagian sudah ada yang datang sebelum isyak, sehingga tadi salat isyak di mushalla ‘ Al Barakah”.,” jelas Kang Dul Ngadi.
Setelah para jamaah memakan “jajanan gorengan’ ada pisang goreng, pohong, tahu isi, ote-ote, jemblem, lempung dan beberapa kali menyeruput kopinya. Kang Brahim, selaku koodinator majlis taklim kemudian memulai acara.
“Assalamu’alaikum.wr wb, Dulur dulur, oleh karena Cak Ibnu Djufry sudah datang, marilah acara ini kita awali dengan membaca surat .al Faatihah. “ala hadzihin niyah wa ala kulli niyatin shaalihah bi syafaati rasulillah SAW al faatihah.” Ucap Kang Brahim. Semua yang hadir membaca surat al faatihah. Selanjutnya waktu sepenuhnya diserahkan kepada Cak Ibnu Djufry.
“Assalamu’alaikum wr wb. Bismillah, Alhamdulillah, amma bakdu. Dulur-dulur sekali lagi kita patut bersyukur.kini pembangunan perluasan ‘emperan’ kedai sudah jadi, lebih luas, lebih nyaman, dan semoga kita bisa istiqamah dalam. Majlis ini, ” kata Cak Ibnu Djufry
“Dulur-dulur kemarin sudah kita bahas tentang siapa sih orang sombong itu. Orang sombong itu intinya, orang yang menolak kebenaran, merasa lebih hebat dari orang lain”..
“Sombong Itu bisa dalam hal merasa lebih tampan, merasa lebih cantik, merasa lebih kaya, merasa lebih pandai dan pintar, merasa lebih salih, lebih alim, merasa lebih rajin dalam beribadah, merasa paling dekat dengan Allah SWT, Bahkan merasa paling berhak atas surgaNya.”Ungkap Cak Ibnu Djufry. “Dan bisa jadi tanpa kita sadari, jangan-jangan kita masuk dalam katagori itu.”tegasnya. “ Naudzu billahi min dzalik”.
Lebih lanjut dijelaskan, Sifat sombong jelas sifat yang tercelah, tidak disukai oleh Allah, Allah SWT berfirman yang artinya;;
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman Ayat 18).
Dalam ayat lain disebutkan ;
“Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-gunung.” (QS. Al-Isra' Ayat 37).
Rasulullah pernah SAW bersabda yang artinya ;
“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak disucikan oleh-Nya, dan baginya adzab yang pedih; (yaitu) Orang yang sudah tua berzina, penguasa pendusta dan orang miskin yang sombong.” (H. R. Muslim).”jelasnya.
“ Ayo mari dimakan dulu ‘ jajan gorengan’nya dan juga diminum dulu kopinya. Kita santai saja.” Cak Ibnu Djufry mengajak jamaah memakjan jajan dan meminum kopinya. Setelah lima menit kemudian baru dilanjutkan.
“Kasus Iblis diturunkan Allah SWT dari surga ke dunia adalah karena sifat sombong. Iblis enggan, tidak mau atau menolak perintah Allah SWT, sujud (memberi penghormatan) kepada nabi Adam. Karena Iblis merasa lebih mulia dari nabi Adam, dengan alasan ia diciptakan dari api, sedang nabi Adam diciptakan dari tanah. Lantas Cak Ibnu membacakan firman Allah SWT yang artinya;
: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." (QS. al-A’raf: 13)
“Ini adalah gara gara sombong.. Sifat sombong sangat merugikan baik pada diri sendiri dan orang lain, baik ketika di dunia terlebih ketika di akhirat. Di akhirat akan dimasukkan neraka,”tegasnya. Sebagaimana, Rasulullah SAW bersabda: "Maukah kalian aku beri tahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang kasar, rakus, dan sombong." (HR Bukhari dan Muslim).” Jelasnya..
“Bahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya, "Seseorang tidak akan masuk surga jika ia memiliki kesombongan walau seberat atom di hatinya.”tambahnya.
Sedang yang termasuk dalam katagori sombong adalah orang yang tidak mau berdoa. Allah SWT berfirman yang artinya;
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Ghāfir ayat : 60)
Selain itu, adalah orang yang tidak berbakti kepada kedua orang tuanya. Allah berfirman yang artinya :
“Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka” (Q.S. Maryam ayat : 14). Demikian jelas panjang lebar Cak Ibnu Djufry.
“Cak apakah ada kiat atau caranya agar kita bisa terhindar dari sifat sombong. Sebab ketika kita di jalan berpapasan dengan orang lain, misalnya terbesit dalam hati bisa merasa lebih tampan, lebih cantik, lebih pintar.
Kemudian saat ketemu dengan pengemis, merasa berstatus sosial lebih tinggi. Bertemu dengan penjudi, pemabok, hati seolah merasa lebih salih, lebih alim, dst Ini urusan rasa, wilyahnya hati, sangat samar dan lembut, tolong dijelaskan Cak.” tanya Cak Zain dari Jati Pandak, dengan disertai gambaran contoh.
“Benar, perasaan itu wilayah hati yang sangat samar dan lembut, orang lain tidak tahu, yang tahu hanya kita sendiri dan Allah serta malaikat yang mencatat amal baik buruk kita.” Jawab Cak Ibnu Djufry. Agar kita terhindar dari kesombongan. Hujatul Islam, Imam al-Ghazali telah memberikan trik atau kiat kiatnya yaitu ;
Pertama, jika Anda berjumpa dengan anak anak kecil, anggaplah mereka itu lebih mulia daripada kita, karena mereka belum banyak melakukan dosa.
Kedua, apabila Anda bertemu dengan orang tua, anggaplah ia lebih mulia dari pada kita karena dia sudah lama beribadah, sudah banyak pahalanya.
Ketiga, jika Anda berjumpa dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena mereka telah mempelajari dan mengetahui banyak ilmu.
Keempat, jika Anda melihat orang bodoh, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena mereka melakukan dosa dalam kebodohan karena tidak tahu, sedangkan kita melakukan dosa dalam keadaan mengetahui.
Kelima, apabila Anda melihat orang jahat, jangan merasa kita lebih mulia karena mungkin suatu hari nanti dia akan bertobat atas kesalahannya sehingga menjadi baik.
Keenam, apabila Anda bertemu dengan orang kafir, berhusnudzanlah bahwa mungkin suatu hari nanti mereka akan mendapatkan hidayah, sehingga segala dosa mereka diampuni oleh Allah SWT. Demikian pungkas Cak Ibnu Djufry.
Sudah pukul 22.30 wib,, waktunya rehat, besok kita lanjutkan kembali dengan tema lain, Mari bersama sama kita akhiri dengan membaca tahmid, Alhamdulillahi rabbil “aalamiin , semoga manfaat berkah, ”ujar Kang Brahim menutup acara majlis ta’lim.
“Kopinya.dihabiskan dulu. Jangan lupa salat tahajud dan jamaah salat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka yang hadir, dan. mereka semua pun menyusul pulang
Wismah Berkah, Jombang, 15/01/2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan