Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Macam macam Rezeki

Kedai Kopi Literasi ke-38

Macam-macam Rezeki

( Tagur hari ke-418 )

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Beberapa hari belakangan ini tidak turun hujan. Udaranya cukup panas, cuacanya cerah, langit terang. Padahal para petani berharap agar hujan segera turun, karena musimnya ‘tandur. (menanam padi). Jika hujan tidak turun, maka para petani harus sabar menunggu giliran aliran air sungai, tapi jika tidak sabar, ya terpaksa harus memompa air dengan diesel. Hal ini tentu akan menambah biaya operasional.

Sehabis jama’ah shalat isyak, meskipun tidak ‘padhang mbulan’ cuacanya cerah, banyak anak-anak ramai di luar rumah, banyak juga orang yang lalu lalang di jalanan, Sementara itu, Kang Dul Ngadi, Kang Karim, Kang Paijan dan Kang Brahim, seperti biasanya tidak pulang ke rumah, tapi langsung bersama-sama menuju Kedai kopi Cak Ifin.

Mereka adalah anggota tetap sehingga selalu datang di Kedai Kopi Cak Ifin. Di samping untuk menikmati jajan gorengan dan ngopi, yang jelas mereka juga ingin dapat pencerahan, tambah ilmu dan wawasan.

Sementara itu Cak Ifin sibuk menggoreng pisang, pohong, tahu isi dan tempe menjes, serta membuatkan kopi jamaah yang hadir.

“Assalamualaikum, “ sapa Kang Majid yang datang bersama Kang Rohib, dan Kang Paidi. Mereka selalu datang bersama sama. Karena kebetulan rumah mereka berdekatan “Waalaikumussalam,

Beberapa menit kemudian hadir juga rombongan Cak Zain, Cak Udin, dan Cak Lan, serta Cak Nur, Cak Imam dan Cak Nurul dari desa sebelah. “Kopi jahenya dua, kopi manisnya empat Cak, “pesan Cak Zain, kordinator jamaah dari tetangga desa.

Sementara anak-anak remaja dan para pemuda pada berdatangan menuju rumah baca yang berada di belakang samping kanan kedai Cak Ifin. Maklum tidak hujan sehingga banyak yang datang. Kebanyakan mereka adalah anak anak MAN/SMTA danAnak anak MTs/SMTP, dan ada juga dua- tiga anak yang sudah kuliah.

Assalamu’alaikum,” Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalaikumussalam wr wb,” jawab mereka serentak seperti paduan suara. Cak Ibnu Djufry berjalan menuju tempat biasanyan kemudian duduk di dekat tempat Cak Ifin menyeduh kop. “ Cak Ifin, kopi jahenya agak manis sediki, ” pesan Cak Ibnu Djufry. “Siap Cak.

Setelah Cak Ibnu Djufry makan pisang goreng dan menyeruput berapa kali kopi jahenya, tanpa menyia nyiakan waktu Kang Brahim segera memulainya.

“Assalamu’alaikum wr wb, dulur dulur, malam ini, tema diskusi yang akan kita bahas masih terkait masalah rezeki, khususnya masalah jenis atau macam-macam rezeki, “Ungkap Kang Brahim Koordinator diskusi. “Untuk itu langsung saja waktu sepenuhnya saya serahkan pada Cak Ibnu Djufry.” tambah Kang Brahim.

“Assalamu’alaikum wr wb. Bismillah, Alhamdulillah, amma bakdu. Dulur-dulur kemarin sudah kita bahas, bahwa rezeki itu diberikan kepada manusia, binatang, dan tumbuhan, itu sudah kita nikmati atau kita manfaatkan.” Ujar Cak Ibnu Djufry.

“Dan yang harus dipahami, bahwa rezeki itu tidak semata mata bersifat materi. Mempunyai istri salihah atau suami salih adalah rezeki, mempunyai putra putri salih salihah adalah rezeki, Sekeluarga diberikan kesehatan jasmani rohani itu ya rezeki, keluarga bisa rukun itu rezeki, selamat dari kejahatan atau kecelakaan itu juga rezeki. Dulur-dulu idealnya rezeki itu kalau bisa kita jemput, dengan amalan amalan yang bisa mendatangkan rezeki .”Jelasnya mengingatkan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa,jenis jenis atau macam macam rezeki itu banyak di antaranya adalah. Pertama..Rezeki yang telah dijamin.oleh Allah SWT. Jadi semua makhluk baik itu manusia, hewan, baik yang besar , kecil, sudah dijamin rezekinya, bahkan sebelum makhluk itu diciptakan rezekinya sudah ditetapkan. Allah SWT berfirman, yang artinya ;

"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah SWT rezekinya." (Q.S. Surah Hud : 6).

Kedua. Rezeki karena faktor usaha. Manusia di samping makhluk individu juga

makhluk sosial, sehingga butuh interaksi dan komunikasi. Untuk mendapatkan sesuatu

wajib ikhtiar (usaha). Siapa yang ingin kaya, ya harus bekerja lebih keras, yang ingin

pintar-pandai ya harus rajin belajar. Pokoknya kalau ingin sukses dalam sesuatu hal, ya

harus berusaha maksimal. Jika sudah berupaya maksimal barulah tawakkal, kita

pasrahkan hasilnya kepada Allah. Allah berfirman yang artinya ;l

"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."

(Q.S. An-Najm : 39).

Jadi intinya kalau ingin sukses dalam sesuatu hal, ya harus berusaha maksimal.

Jika sudah berupaya maksimal barulah tawakkal, kita pasrahkan hasilnya kepada Allah.

Ketiga. Rezeki karena bersyukur. Bersyukur tidak hanya dengan mengucapkan hamdalah, dalam arti luas bersyukur berarti menggunakan sesuatu sesuai dengan tuntunan syariat, tidak dipergunakan untuk maksiat atau yang dilarang syariat. Dan siapa yang mau bersukur akan ditambah rezekinya. Sebagaimana firman Allah, yang artinya;

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."

(Q.S..Ibrahim : 7).

“Dulur dulur, santai saja ayo sambil diminum kopinya, juga dimakan dulu kue-kue

Gorengannya.” Ajak Cak Ibnu Djufry. Setelah lima menit kemudian baru dilanjutkan.

Keempat. Rezeki yang tak terduga. Orang orang yang bertakwa, sebagaimana

para nabi dan rasul, wali wali Allah, dan orang orang salih, mendapatkan sesuatu, men

dapat pertolongan, mendapat kemudahan, dihindarkan dari bahaya dsb. Yang menurut

orang secara umum itu sulit, terjadi, tapi tidak bagi orang yang bertakwa. Allah berfir

man yang artinya ;

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan

(Q.S.At-Thalaq:2-3).

Kelima. Rezeki karena menikah. Rezeki orang yang belum nikah dan orang

yang sudah nikah itu berbeda. Baik dari segi nilai guna, manfaat , maupun keberka

hannya. Biasanya anak muda ketika masih bujang, padahal gaji tinggi, tapi tidak punya apa apa. Namun ketika menikah justru bisa beli macam-macam kebutuhan rumah tangga, bahkan bisa membuat atau membeli rumah. Firman Allah SWT artinya ;

"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."

(Q.S. An-Nur : 32).

Keenam. Rezeki karena anak. Setelah menika mempunyai anak, dan anak

adalah amanah. Setelah menika saja dimudahkan dan dicukupkan rezekinya, apalagi

kalau mempunyai anak. Sebab anak adalah amanat yang harus dijaga keselama

tannya baik di dunia lebih lebih di akhirat. Allah SWT berfirman yang artinya ;

"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (Q.S. Al-Israa' : 31).

Ketujuh. Rezeki karena sedekah. Pada dasarnya sesuatu atau apa yang kita

Sedekahkan atau kita infakkan itu tidak hilang. Tidak sebagaimana hitungan mate

matika. Bahkan diganti dengan lebih banyak, dilipat gandakan. Allah SWT berfirman

yang artinya ;

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” (Q.S. Al-Baqarah : 245).

Kedelapan. Rezeki karena istighfar. Memohon ampun kepada Allah dengan

banyak membaca istighfar, Allah SWT berfirman yang artinya;

"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”

(Q.S.Nuh :10-11).

“Jadi Allah sangat suka pada hambanya yang banyak beristighfar menangis dalam sujud panjangnya. Maka Allah akan mengabulkan apa yang dimintanya.”pungkasnya..

Sudah pukul 22.30 wib,, waktunya rehat dulu, besok kita lanjutkan kembali dengan tema lain, Mari bersama sama kita akhiri dengan membaca tahmid, Alhamdulillahi rabbil “aalamiin , semoga manfaat berkah, ”ujar Kang Brahim menutup acara majlis ta’lim.

“Mari dihabiskan dulu kopinya. Jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka yang hadir, dan. mereka semua pun menyusul pulang

Wismah Berkah, Jombang, 05/01/2021`

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post