Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Orang Bangkrut itu Siapa?

Kedai Kopi Literasi ke-39

Orang Bangkrut itu Siapa?

( Tagur hari ke-420 )

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Kedai Kopi literasi Cak Ifin malam itu cukup ramai, Yang datang sekarang bukan saja pelanggan tetap yang sudah menjadi jamaah kedai kopi, tapi dari beberapa tetangga desa terdekat, mungkin mereka pada penasaran dengan kopi Cak Ifin yang mana gula dan kopinya asli, tidak ada campuran, sehingga aromanya sedap, rasanya manis legit, punya rasa khas tersendiri,

Di samping itu, ada juga ‘jajan gorengan’ pohong, pisang, tahu isi, jemblem, ote ote dan tempe menjes. Juga sedia mi goreng dan mi rebus dengan aneka rasa. Harga nya boleh dibilang cukup murah jika dibanding dengan warung-warung yang ada di desa dan daerah sekitarnya.

Sejak awal berdirinya kedai Cak Ifin, memang tidak ‘profit oriented’, yang semata-mata untuk mencari keuntungan, tapi lebih untuk ajang sillaturahmi, arisen ide, diskusi, saling ada masukan antara warga di sekitar. Selanjutnya ada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan adanya pencerahan, harapan selanjutnya warga ada kemajuan tidak statis dan dapat meningkatkan tarap hidup, serta kesejahteraan warga sekitar.

Malam itu tidak seperti biasanya, kedai Cak Ifin penuh banyak yang tidak mendapat tempat duduk, akhirnya dengan terpaksa Cak Ifin minta bantuan sama Kang Paijan dan Kang Rohib untuk menggelar terpal di halaman depan kedai. Untungnya malam itu cuacanya cerah, terang dan halaman kedai Cak Ifin sudah ‘plesteran’ .

“Assalamu’alaikum wr wb’, sapa Cak Ibnu Djufry . ‘Walaikumussalam” jawab mereka semua yang hadir hampir bersamaan.” Alhamdulillah, tambah banyak yang hadir, sampai tidak muat hingga meluber di halaman, artinya tambah banyak juga sedulur’, ujar Cak Ibnu Djufry. “Benar Cak”, tegas Kang Brahim.

Sedang anak-anak remaja dan para pemuda yang datang menuju ‘rumah baca’ yang berada di belakang samping kanan kedai Cak Ifin juga semakin banyak. Maklum tidak hujan. Ditenggarai mereka yang datang ada juga yang dari tetangga desa, beberapa di antara mereka ada yang sudah kuliah. Mereka bisa membaca, menulis, ada yang mencari referensi untuk tugas sekolah maupun kuliah. Meskipun buku yang tersedia belum lengkap, mereka bisa brossing internet, karena di ‘rumah baca’ sudah terpasang wifi.

Setelah mereka pada makan ‘jajan gorengan’ dan menyeruput berapa kali kopinya, kemudian Kang Brahim, selaku koordinator majlis taklim segera memulai acaranya.

“Assalamu’alaikum.wr wb, Dulur dulur, seperti biasa marilah acara ini kita awali dengan membaca surat .al Faatihah. “ala hadzihin niyah wa ala kulli niyatin shaalihah al faatihah.” Ucap Kang Brahim. Semua yang hadir membaca surat al faatihah.

Karena yang hadir tidak seperti jamaah biasanya, karena banyak wajah wajah baru dari beberapa desa tetangga, maka Kang Brahim meminta wakil rombongan dari masing masing desa ada yang mewakili memperkenalkannya pada jamaah yang hadir, karena di antara jamaah masih banyak yang belum kenal.

“Benar Kang, agar kita saling kenal, nanti kalau sudah kenal kan bisa saling silatrrahmi,”kata Kang Karim.

“Baiklah, kalau begitu langsung saja dipersilahkan,”kata Kang Brahim.

“Assalamu’alaikum wr wb, Saya Ahmad Zainuddin dari desa Jati Pandak, bersama lima teman, Cak Udin, Cak Lan, Cak Nur, Cak Imam dan Cak Nurul. Saya sudah setengah tahun bergabung di saini. Berikutnya.

“Assalamu’alaikum wr wb, Saya Ahmad Mustajib, dari desa Pojok Kulon datang bersama Cak Iqbal, Cak I’im, dan Kang Solah, masih baru datang malam ini. Lanjut.

“Assalamu’alaikum wr wb, Saya Ivan Velani dari desa Semaden datang bersama Cak Budi, Cak Ghofur, dan Kang Muslih. Kemudian dilanjut yang terakhir.

“Assalamu’alaikum wr wb, Moh Syafi’I dari desa Kedung Betik datang bersama Cak Mujib, Cak Syakur, Cak Hudi, dan Kang Yani.

Setelah acara perkenalan selesai, selanjutnya waktu sepenuhnya diserahkan kepada Cak Ibnu Djufry,

“Assalamu’alaikum wr wb. Bismillah, Alhamdulillah, amma bakdu. Dulur-dulur malam ini yang hadir tambah banyak, sebagian sudah ada yang kenal sebelumnya, namun setelah ada acara perkenalan, alhamdulilah sekarang sudah pada kenal semuanya.” kata Cak Ibnu Djufry

“Mari dimakan jajan gorengannya dan diminum kopinya. Kiita santai saja, malam ini temannya yang ringan saja, karena waktunya tadi sudah tersita untuk perkenalan,”. Jelasnya.

“Dulur-dulur tahukah sampean, siapa sih orang yang bangkrut atau pailit itu?”tanya Cak Ibnu Djufry.

“Orang yang bangkrut, itu orang yang berbisnis terus menerus mengalami kerugian sehingga habis harta hingga modalnya. Bahkan sampai mempunyai hutang yang banyak.”jawab Cak Zain, seorang pemborong pada suatu PT.

“Orang bangkrut itu, orang yang jualan, terus barang dagangannya makin lama semakin habis, akhirnya tutup tidak jualan, bahkan sampai toko atau rumahnya disita oleh Bank.”ungkap Kang Dul Ngadi jamaah yang paling tua.

“Ada yang berpendapat lain,” tanya Cak Ibnu Djufry. Setelah tanya jawab dengan para hadirin. Intinya pendapat mereka hampir sama. “Baiklah dulur-dulur, jawaban sampean semua tidak ada yang salah, tapi bangkrut yang dimaksud di sini tidak terkait materi ”ungkapnya. “lha terus bangkrut yang bagaimana maksudnya Cak.”tanya Kang Rohib.

Lantas Cak Ibnu Djufry membacakan sebuah hadist, yang artinya ;

Dari Abu Hurairah, ra Rasulullah bersabda: “Tahukah kamu, siapakah yang dinamakan muflis (orang yang bangkrut)?”. Sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya dirham (uang) dan tidak pula punya harta benda”. Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan salat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.' (HR. Muslim No.4678)

“Bangkrut di sini ternyata bukan akibat mengalami kerugian dalam bisnis dan perniagaan, tapi karena berbuat dzalim kepada orang lain. Sehingga sampai sampai semua amal salih yang dilakukannya di dunia, baik yang berupa, salat, puasa, dan zakat itu hilang oleh karena kezalimannya.”jelasnya..”Dan akhirnya dimasukkan neraka, naudzu billahi min dzaalik.”tegasnya.

Mereka yang hadir pada manggut manggut mendengarkan penjelasan Cak Ibnu Djufry. “Terus lebih rinci dan jelasnya, perbuatan dzalim apa saja yang bisa menyebabkan seseorang menjadi bangkrut Cak.”tanya Kang Paidi.

“Baiklah dulur-dulur, mari dimakan dulu ‘jajan gorengannya’ dan diminum kopinya.santai saja.”ajak Cak Ibnu Djufry. Setelah lima menit kemudian baru dilanjutkan

“Berpijak dari hadits tersebut, paling tidak ada tiga kedzaliman yang menyebabkan orang menjadi bangkrut,” kata Cak Ibnu Djufry. Lebih lanjut dijelaskan,

pertama. Mencaci maki dan memfitnah. Mencaci maki apalagi memfitnah adalah perbuatan yang sangat tercelah. Di era informasi komunikasi saat ini, melalui medsos bisa banyak hoaks yang bisa menimbulkan pertengkaran Bahkan gara gara dari memfitnah itu bisa menyebabkan pembunuhan. Karena itu tepat bila dikatakan bahwa fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan Sangat merugikan orang lain. Selanjutnya dibacakan surat Hujurat ; 11-12)

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Hujurat:11).

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang (QS. Al Hujurat:12).

Kedua, Memakan harta orang lain. Bekerja atau berusaha mencari harta benda apalagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga di mana saja adalah wajib hukumnya. Sebagaimana firman Allah yang artinya;

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan (QS. Al Mulk :15).

Hanya saja dalam bekerja atau berusaha mencari harta carilah dengan cara yang baik sebagaimana yang telah disyariatkan. Jangan dengan cara seenaknya sendiri, seperti menipu, curang, mencuri, merampok,dsb. Menghalalkan segala cara misalnya menguasai harta orang lain dengan membuat surat surat aspal dengan menyuap notaris dan hakim. Allah SWT berfirman yang artinya ;

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantaramu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan harta benda orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (QS. Al Baqarah:188).

Ketiga. Membunuh dan menyakiti orang lain. Menyakiti orang lain atau menzalimi orang lain adalah perbuatan yang tercelah apalagi membunuh tanpa alasan yang dibenarkan termasuk dosa besar balasannya adalah neraka Jahannam. Allah berfirman yang artinya ;

Dan barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya (QS. An Nisa :93). “Demikian pungkas Cak Ibnu Djufry.

Sudah pukul 22.30 wib,, waktunya rehat, besok kita lanjutkan kembali dengan tema lain, Mari bersama sama kita akhiri dengan membaca tahmid, Alhamdulillahi rabbil “aalamiin , semoga manfaat berkah, ”ujar Kang Brahim menutup acara majlis ta’lim.

“Mari dihabiskan dulu kopinya. Jangan lupa shalat tahajud dan jamaah shalat subuh. “ Assalamu’alaikum.” Cak Ibnu Djufry pamit pulang. Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka yang hadir, dan. mereka semua pun menyusul pulang

Wismah Berkah, Jombang, 07/01/2022`

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post