Khusrur Rony

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sebuah Amal Jariyah

Kedai Kopi Literasi ke-40

Sebuah Amal Jariyah

( Tagur hari ke-421 )

Oleh. Khusrur Rony Djufry

Tidak seperti biasanya, pada hari ahad pagi di depan kedai kopi Cak Ifin sudah berkumpul beberapa orang ada Kang Brahim, Kang Dul Ngadi, Kang Karim, dan Kang Paijan. Ada apa gerangan, Eh ternyata mereka sudah janjian mau kerja bakhti, yaitu memperluas emperan kedai kopi Cak Ifin hingga halaman yang sudah ‘plesteran’ yang berukuran 6x8 meter. Akan dipasang tiang dan atap dari galvalum. Sedang halaman yang ‘plesteran’ akan dipasang keramik.

Tempat perluasan yang baru ini nanti tidak dipasang kursi, hanya diberi meja meja kecil pendek, jadi modelnya nanti ‘lesehan’.

Di saat mereka sedang asik ‘ngobrol ngalor ngidul ‘ tentang perkembangan Kedai kopi, Cak Ifin keluar dari kedai dengan membawa seceret kopi dan seember jajan gorengan seraya berkata, “ayo ini kopi dan jajan gorengannya dulu, makannya, nanti saja, kebetulan tadi sudah menyembelih ayam dan ayamnya masih dibakar.” Ujar Cak Ifin.

Bersamaan dengan keluarnya Cak Ifin, datang Kang rohib, Kang Majid dan Kang Paedi. “Assalamu’alaikum”, wah pas banget barengan karo metune kopi.” Kata Kang Rohib, yang kerjaanya sebagai tukang batu. “Waalaikumussalam”, jawab mereka. “Sip Kang ayo ini kopinya.” kata Kang Brahim. Sebentar kemudian datang Cak Najib, seorang jamaah ahli las, yang sudah dua puluhan tahun kerja di negeri jiran, dan baru beberapa minggu pulang dari Malaysia.

Semua bahan bahan bangunannya sudah siap, diantar kemarin sore dari Toko bangunan “Anugerah Jaya” , semen, keramik, atap dan tiang galvalum, pasir, semuanya pokoknya sudah lengkap.

Semua belanjaan bahan bahan bangunan tersebut sudah dibayar lunas sama Cak Ifin. Tinggal memasang saja. Untuk pemasangannya, anggota jamaah majlis taklim kedai kopi sepakat siap memasangnya dengan gotong royong, alias gratis. Kebetulan di antara jamaah ada yang tukang batu, yaitu Kang Rohib, dan Kang Dul Ngadi. Sedang ada tukang las dan galvalum yaitu Cak Najib dan Kang Karim.

Dari dalam rumah Cak Ifin membawa nampan atau tapsi yang berisi nasi diatasnya ada lauk pauk, kulupan, dan panggang ayam, lalu diletakkan di antara anggota jamaah yang hadir, kemudian kembali lagi mengambil kardus yang berisi air mineral untuk minum sehabis makan.

“Dulur-dulur sebelum kita mulai bekerja, kita berdoa bersama dulu, dengan harapan, apa yang kita kerjakan nanti dapat lancar, selamat, dan mendapat ridho dari Allah. SWT. Aamiin. Sekalgus kita sarapan dulu,

“Dulur-dulur, bagaimana untuk yang memimpin doanya kita minta tolong Cak Ibnu Djufry.” Kata Kang Brahim. Koordinator jamaah . “Oh, iya Kang, hampir lupa.” Ujar Cak Ifin. Yang sengaja memang tidak memberi tahu pada Cak Ibnu Djufry tentang rencana pembangunan ini. Karena khawatir Cak Ibnu Djufry kepikiran ikut mencarikan dananya. Karena bebannya sudah berat mencarikan dana putra putrinya yang mondok dan kuliah.

Setelah mereka sepakat, kalau yang memimpin doanya Cak Ibnu Djufry. Kemudian Cak Ifin sendiri yang menjemputnya. Sepuluh menit kemudian sudah sampai di halaman rumahnya. Kebetulan Cak Ibnu Djufry sedang membersihkan rumput dan menyirami bunga.

“Assalamu’alikum”, sapa Cak Ifin. “Waalaikumussalam”, jawabnya. “Ada apa Cak Ifin tumben pagi pagi “. “Mohon maaf sebelumnya Cak. Saya dan dulur-dulur jamaah kedai literasi mau memperluas ‘emperan’ kedai sampai halaman depan yang sudah ‘plesteran ukurannya 6x8 meter akan dikasih atap galvalum, sekalian plesterannya dikeramik. Sekali lagi mohon maaf sebelumnya karena tidak bilang-bilang sampean, karena takut merepotkannya.”ungkap Cak Ifin. “Oh, iya, sebetulnya tidak apa apa, barangkali saya bisa membantu.” Katanya.

“ Semua bahan –bahannya sudah siap, tinggal memasangnya, untuk itu saya kesini minta tolong Sampean untuk memimpin doa sebelum pembangunan dimulai. Jelas Cak Ifin. “Subhanallah, jadi sudah siap semuanya, baiklah kalau begitu, sampean duluan saya nanti menyusul sebentar tak ganti baju dulu.”jawabnya.

Kemudian Cak Ifin pamit pulang duluan. Sementara Cak Ibnu Djufry ke kamar kecil , mandi, wudhu, berpakaian baju takwa tak lupa memakai peci terus berangkat menuju kedai Cak Ifin.

Di halaman kedai Cak Ifin, beralaskan tikar, semua yang hadir sudah duduk melingkar, asahan dengan ikan ayam panggang, beberapa piring jenang, minuman kopi dan air mineral sudah ada di tengah tengah mereka, tinggal menunggu Cak Ibnu Djufry.

“Assalamu’alaikum wr wb, “Sapa Cak Ibnu Djufry. “Waalikumussalam wr wb.”jawab mereka serentak. “Mohon maaf sudah pada menunggu semuanya, dan terus terang saya baru diberi tahu sama Cak Ifin, kalau ada acara ini. ”jelasnya.

Sebelum . doa dibaca, Cak Ibnu Djufry mengajak jamaah yang hadir membaca surat al fatihah beberapa kali, yang di antaranya dihadiahkan pertama kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, keluarganya, istri-istrinya, anak-anaknya, dan dzurriahnya. Bacaan surat al fatihah kedua dihadiahkan kepada para nabi, para rasul, para wali, para syuhada, orang-orang salih, para sahabat, para tabi’in, tabi’it tabi’in, para ulama, jami’il malaaikatil muqarrabiin, Syaih Abdul Qadir Jailani dan Syaih Abi Hasan Syadzili. Kemudian bacaan surat al fatihah ketiga dihadiahkan kepada ahli kubur bapak, ibu, kakek nenek, muslimin muslimat, mukminin mukminat, dan man fataha fi hadzihil qaryati Gumulan.

Selanijutnya bacaan surat al fatihah yang keempat dihadiahkan untuk hajat pembangunan kedai kopi ini semoga berjalan lancar, selamat, membawa berkah dan manfaat. Pembacaan surat al fatihah kelima, dihadiahkan agar niatan yang baik selalu mendapat ridho dan ma’unah dari Allah SWT.

Seusai membaca beberapa surat alfatihah, kemudian Cak Ibnu Djufry membaca doa yang diamini oleh semua yang hadir. Lalu dilanjutkan dengan acara makan makan berkat bersama, Kemudian istirahat.

Di saat istirahat, Cak Ibnu Djufry menyampaikan, bahwa membangun emperan kedai ini termasuk sebuah amal jariyah Cak Ifin. Karena tempat ini tidak semata mata hanya kedai yang hanya untuk mencari keuntungan materi, tapi dimanfaatkan juga untuk majlis taklim. Ini di bangun karena jamaah kedai kopi semakin banyak, tempatnya tidak muat, meluber sampai halaman dengan menggelar terpal. Kalau tidak hujan tidak masalah, tapi kalau hujan bagaimana, inilah yang menjadikan Cak Ifin berusaha untuk membangunnya.

Dan, meskipun sampean tidak mengeluarkan dana, tapi sampean semua dengan ihlas meluangkan waktu, tenaga untuk ikut bergotong royong membangun tempat ini juga termasuk ikut amal jariyah, insya Allah. Semoga tempat ini menjadi kedai kopi yang membawa maslahah, berkah fiddini wa dunya hattal akhirah’. “Aamiin,” jawab mereka yang hadir serentak.

Setelah istirahat kurang lebih seperempat jam, barulah dimulai pembangunan perluasan ‘emperan’ kedai. Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahiim Cak Ibnu Djufry menggali tanah untuk tempat pondasi tiang kedai, yang kemudian dilanjutkan oleh jamaah lainnya secara gotong royong.

Setelah kurang lebih dua jam ikut bersama para jamaah bekerja memulai pembangunan perluasan kedai, Cak Ibnu Djufry pamit pulang karena ada acara silaturrahmi luar kota. “Assalamu’alaikum.” Kata Cak Ibnu Djufry . “Waalaikumussalam wr wb. Jawab mereka. Cak Ibnu Djufry pulang, dan mereka meneruskan pekerjaannya masing-masing.

Wismah Berkah, Jombang, 09/01/2022`

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post