tantangan(25) SUDAH LEBIH DARI CUKUP
Bu Siti merasa lega sekali ketika mendapatkan SK pensiun. Aneh, memang. Banyak yang bingung karena tidak tahu lagi apa yang mesti dikerjakan. Namun, Bu Siti merasa bersyukur karena berat sekali menjadi guru BK. Baginya, amanah yang diembannya begitu besar. Apalagi terdapat kode etik yang harus dipatuhi seorang guru BK di kota besar. Ia pun menolak diwawancarai ketika mantan muridnya, pimpinan salah satu televisi swasta, ingin menyiarkan kisah hidupnya. Bagi Bu Siti, hidup menjadi guru ngaji dan berlomba dengan teman-temannya untuk menamatkan Al Quran. One day one jus. Itu sudah lebih dari cukup. Tak terasa 10 tahun sudah, Bu Siti pensiun.
Yang paling membahagiakan Bu Siti adalah bertemu semua anak cucunya saat Idul Fitri. Saat itu ia melihat wajah almarhum suaminya di wajah-wajah mereka, Memang, anak-anak tinggal di luar kota. Ia juga tidak mau serumah dengan anak sulungnya, Utik. Memiliki anak sudah berumah tangga semua dan cucu-cucu yang lucu, baginya sudah lebih dari cukup. Bu Siti tak pernah meminta apapun dari anaknya. Uang pensiunannya, sudah dari cukup. Ia sangat bersyukur karena masih sehat. “Aku nang Jakarta dewean yo rapopo,”katanya saat di Jakarta, ke rumah si Bungsu.
Tak ada yang tahu kehendak Yang Kuasa. Bakda subuh, Bu Siti meninggal sesudah sholat subuh berjamaah di mushola dekat rumahnya. Dalam keadaan rukuh masih di badan dan Alquran di tangan.
Rumahku, 10 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
