Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(29) SEGO BORAN KHAS LAMONGAN

tantangan(29) SEGO BORAN KHAS LAMONGAN

Apabila jalan-jalan ke kota Lamongan, tak nikmat rasanya jika tidak mencicipi sego boran atau nasi boranan, salah satu makanan khas Lamongan. Makanan ini sudah menjadi ikon kota bahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamongan memungut istilah sego boran menjadi singkatan untuk aplikasi pelayanannya, yakni “Sego Boran”, sarana elektronik gratis berkas online administrasi kependudukan, yang dimulai pada April 2020 sebagai kesigapan pemerintah Lamongan untuk melayani masyarakat di tengah pandemic covid 19.

Pedagang sego boran akan dijumpai sekitar alun-alun , belakang gedung DPRD Lamongan di pagi hari, sekitar pukul 10.00 atau di sore hari di sekitar bekas Lamongan Plasa.

Makanan ini khas dengan ikan sili. Ikan sili adalah ikan di sungai yang makin menurun populasinya. “Ikan sili sangat sulit didapatkan, harus kita bagi sesama pedagang,” kata Eka, salah satu pedagang sego boran. Eka sudah 6 tahun berjualan sego boran.

Sego Boran terdiri atas nasi, bumbu, lauk dan rempeyek. Pelengkap lain yang melengkapi sego boran adalah empuk (tepung yang digoreng) dan pletuk (kacang dan remah nasi aking). Bumbu nasi ini dibuat dari rempah-rempah yang ditambahkan dengan cabai dan kelapa parut yang dihaluskan. Rasanya pedas, namun mengasikkan. Ini menjadi ciri khas sego boran selain ikan sili” kata Fadhil, salah satu pembeli sego boran, Minggu (12/7).

Bumbu berupa kuah yang dibuat dengan rempah seperti cabai merah dan rawit yang direbus, bawang merah dan putih yang digoreng, kelapa parut, beras mentah yang sudah direndam guna mengentalkan tekstur, lengkuas, jahe, terasi, garam, dan jeruk purut. Ada pula urap-urap sayuran yang dicampur dengan parutan kepala.

Pedagang sego boran biasanya memajang dagangannya dengan lesehan. Bahkan makan makanan ini lebih enak makan dengan tangan,” kata Joko, pembeli sego boran Kaptiyah, salah satu penjual di daerah gedung DPRD Lamongan. Bila panas terik, pedagang sego boran siap dengan payung besar.

Pembeli tinggal memilih lauk sebagai pelengkap, seperti daging ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu,dan tempe.

Untuk satu porsinya biasanya 8.000 – 25.000 rupiah, tergantug ikan yang dipilih. Yang paling mahal adalah ikan silih karena ikan ini menjadi pilihan utama pembeli sehingga cepat habis,” kata Kaptiah.

Hampir semua penjual sego boran yang ada di Lamongan berasal dari satu desa, yaitu Desa Sumberjo, Kecamatan Kota. Mereka juga memiliki paguyuban sesuai dengan lokasi dagang.

Bila berkunjung ke Lamongan, jangan lupa beli sego boran, dijamin ketagihan!

Kota Pudak. 14 Juli 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post