Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(32) WEBINAR PUSTAKAWAN MASA LALU, KINI DAN YANG AKAN DATANG (1)
webinar HUT IPI ke 47 di Perpusnas

tantangan(32) WEBINAR PUSTAKAWAN MASA LALU, KINI DAN YANG AKAN DATANG (1)

Berkenaan memperingati Hari Ulang Tahun ke-47 Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) dan Hari Pustakawan Indonesia tahun 2020, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan IPI menyelenggarakan webinar dengan Tema: “Pustakawan : masa lalu, kini, dan yang akan datang”(7/7). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Perpustakaan Nasional sekaligus Ketua Pimpinan Pusat IPI, Syarif Bando. Hadir pula, Presiden International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) dari Australia, serta pakar/akademisi/praktisi kepustakawanan Indonesia.

Moderator acara adalah Utami Budi Rahayu Hariyadi, Kepala Perpustakaan Universitas Indonesia. Narasumber webinar ini adalah Sulistyo Basuki, Pembina Pimpinan Pusat IPI, Christine Mackenzie, Presiden IFLA, dan Ahmad Syauqie, Ketua Pimpinan Daerah IPI Kalimantan Selatan.

Narasumber pertama, Sulistyo Basuki, memaparkan tentang sejarah berdirinya IPI. IPI didirikan pada tanggal 7 Juli 1973 dalam Kongres Pustakawan Indonesia yang diadakan di Ciawi, Bogor, 5-7 Juli 1973.

Kongres ini merupakan perwujudan kesepakatan para pustakawan yang tergabung dalam APADI, HPCI dan PPDIY dalam pertemuan di Bandung pada tanggal 21 Januari 1973 untuk menggabungkan seluruh unsur pustakawan dalam satu asosiasi.

Kilas balik organisasi pustakawan di Indonesia, bermula lahirnya Vereeniging tot Bevordering van het Bibliothekwezen, 16 Agustus 1916, organisai pustakawan milik Belanda. Pada 25 Maret 1954, berdirilah Perkumpulan Ahli Perpustakaan Seluruh Indonesia (PAPSI). PAPSI berubah menjadi Perhimpunan Ahli PerpustakaanSeruruh Indonesia (PAPADI) pada 7 April 1956. PADADI berubah menjadi Asosiasi Perpustakaan , Arsip, dan Dokumentasi (APADI) pada 12 Juli 1962. Era kegaduhan sosial politik 1965 dengan peristiwa G-30SPKI menjadi kekosongan pengurus.

Di Jakarta (1968)muncul inisiatif pembaharuan kepengurusan APADI. Di Yogyakarta muncul Perkumpulan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta (PPDIY) tahun 1969. Perhimpunan Ahli Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia (PAPADI) 1956, Asosiasi Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Lalu, di Jakarta terdapat Himpunan Perpustakaan Chusus Indonesia (HPCI) tahun 1969.

Dalam Kongres Pustakawan Indonesia tahun 1973, dibentuklah satu organisasi pustakawan dengan nama IPI. Hingga 1998 praktis hanya ada satu organisasi pustakawan yakni IPI.

Sebuah organisasi sangat penting untuk mewujudkan kepentingan bersama. IPI sebagai organisasi pustakawan Indonesia sangat berperan dalam memajukan budaya literasi di Indonesia. Masa Pandemi tak menjadi persoalan untuk memberi kontribusi bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.

Rumahku, 17 Juli 2020

Sumber:

**(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post