tantangan(35) YANG FANA ADALAH WAKTU
Yang fana adalah waktu.
Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu.
Kita abadi.
Sapardi Djoko Damono, Perahu Kertas,Kumpulan Sajak, 1982
Ya, kutipan sajak Sapardi mengingatkan kita bahwa waktu itu singkat. Sebentar. Kita bayangkan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, seperti kemarin saja. Kita menikah dengan suami, juga seperti tadi pagi, padahal sudah dua puluh tahun lebih.
Manusia adalah makhluk fana. Diberi ruang waktu untuk menjelajahi dunia. Mengolah jiwa dan raga, sampai kembali kepada Nya.
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
Demikian firman Allah. Manusia diciptakannNya untuk beribadah kepadaNya. Apapun yang dilakukan diniatkan ibadah. Menapaki medan yang curam, lembah yang berjurang, jalan yang licin, untuk mencapai tujuan. Tak mudah memang. Manusia diajarkan sholat dan sabar sebagai penolongnya.
Kalau sudah sampai waktunya, manusia kembali ke keabadian. Kembali ke Penciptanya.
Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara), dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS Ghafir [40]: 39).
Selamat jalan sang penyair, menuju ke keabadian.
Cukuplah kematian sebagai nasihat (HR al-Thabrani, al-Baihaqi)
Rumahku, 20 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
